TOPIK UTAMA »

October 5, 2014 – 10:09 pm | 619

Dalam proses pergeseran dari kurikulum 2006 ke pelaksanaan kerikulum 2013 kepala sekolah memegang peran yang sangat penting. Kepala sekolah dapat menentukan bidang perubahan yang perlu segera perlu penanganan.  Dalam menjalankan peran pimpinan perubahan kepala sekolah …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » PEMBELAJARAN

Modul dalam Siklus Pengembangan Efektivitas Mengajar

Submitted by on May 28, 2010 – 6:14 amOne Comment | 1,038

Sebagian penentu keberhasilan pelaksanaan tugas guru adalah  pemahaman guru mengenai standar kompetensi lulusan, isi, proses, dan penilaian yang sekolah harapkan. Seharusnya sekolah menetapkan kriteria mutu pada tiap komponen agar menjadi dasar pelaksanaan tugas guru. Dengan menggunakan kriteria yang terukur, tiap  guru menetapkan strategi untuk  meningkatkan mutu lulusan.

Penguasaan materi pelajaran menjadi bagian yang sangat menentukan efektifnya penampilan guru dalam kelas. Juga penguasaan  strategi menyajikan materi dan evaluasi belajar sangat berpengaruh pada meningkatnya mutu lulusan. Tujuannya adalah menyesuaikan mutu bahan pelajaran dengan kebutuhan mutu lulusan.

Siklus keterkaitan antara tiap komponen penentu tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar mendeskripsikan siklus yang diawali dengan mendeskripsikan mutu lulusan. Standar mutu yang sekolah cita-citakan  akan menentukan materi tinggi rendahnya materi pelajaran. Hal itu juga akan mempengaruhi tingkat kesulitan belajar yang tergambar pada tiap indikator dalam dokumen perencanaan belajar.

Kebervariasian indikator mutu lulusan yang sekolah tetapkan sangat bergantung pada kebutuhan siswa dalam menetapkan target;

  • Kriteria keterampilan yang harus siswa kuasai
  • Kriteria ketuntasan minimal yang sekolah tetapkan
  • Kendidikan lanjutan yang siswa pilih
  • Prestasi dalam perlombaan seperti juara tingkat provinsi, nasional, dsb.
  • Level penghargaan yang ingin siswa raih.
  • Sikap yang hendak siswa miliki

Semakin tinggi mutu lulusan yang sekolah tetapkan akan semakin meninggikan derajat kebutuhan materi dan kebutuhan latihan yang harus siswa lakukan.

Keberhasilan guru juga ditentukan oleh kemampuannya dalam menyajikan materi. Siswa yang berhasil menguasai materi ditadai dengan kemampuan untuk menguasai teori atau konsep dan menerapkan konsep sehingga menghasilkan produk belajar sebagai dasar untuk menentukan penilaian.

Bentuk penyajian materi pelajaran saat ini semakin variatif sejalan dengan perkembangan teknologi. Bentuk penyajian materi yang dapt guru kembangkan dalam bentuk

  • Bahan cetak seperti: hand out, buku teks , modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,
  • Audio Visual seperti: video, film, animasi
  • Audio seperti: radio, kaset, CD audio,
  • Visual: peta, foto, gambar, grafik, diagram, peta pikiran, time line.
  • Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet

Keberhasilan guru juga ditentukan oleh kemampuannya untuk memilih teknik siswa berlatih. Misalnya dengan cara menyempurnakan contoh-contoh yang sudah ada, mengintegrasikan berbagai bagian sehingga membentuk model baru, menyempurnakan bagian tertentu sehingga menghasilkan yang baru, sampai pada berinovasi untuk menghasilkan hal yang sebelumnya tidak ada. Kekuatan belajar siswa sangat ditentukan dengan banyaknya pengulangan untuk menyempurnakan keterampilannya.

Berkaitan dengan pemantapan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tidak kalah penting adalah menentukan tugas baik yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan tugas adalah;

  • Tugas harus dipastikan merupakan bagian dari usaaha untuk mewujudkan kompotensi sesuai dengan tujuan.
  • Tugas harus dikerjakan sesuai kriteria unjuk kerja
  • Tugas dikembangkan berdasarkan learning evidence indikator (indikator bukti belajar).
  • Tugas dilengkapi acuan format penilaian berdasarkan kriteria unjuk kerja.
  • Tugas disajian secara variatif meliputi data dalam bentuk teks, angka, grafik, diagram, peta, foto, gambar, rekaman, video,  animasi, peta pikir, peta konsep, gerak, dan karya kreasi seperti robot program komputer, dan multi media.
  • Tugas dikaji bersama sebagai lanjutan pemantapan penguasaan materi pelajaran,
  • Dikompetisikan.
  • Tiap kemajuan belajar siswa dihargai

Komponen penentu keberhasilan guru adalah dalam menentukan teknik penilaian, mememilih materi esensial, dan menentukan tingkat kesulitan instrumen. Prinsip makin tinggi mutu lulusan peserta didik berpengaruh pada strategi penilaian. Namun dari sisi lain, perlu diperhatikan pula agar guru dapat memilih produk belajar yang dinilai, variasi instrumen, dan kebervariasiaan penilaian akan berpengaruh pada meningkatnya minat dan memberikan tantangan kepada siswa.

Teknik penilaian yang dapat guru lakukan berupa:

  • Unjuk Kerja (Performance)
  • Penugasan (Proyek/Project)
  • Hasil kerja (Produk/Product)
  • Tertulis (Paper & Pen)
  • Portofolio (Portfolio)
  • Sikap (atitude)
  • Penilaian Diri (Self Assessment)

Memperhatian keterkaitan berbagai komponen di atas, secara umum maka untuk dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif maka guru perlu mengembangkan persiapan  pembelajaran secara sistematis yang disajikan dalam bentuk dokumen yang meliputi;

  • Definisi kompetensi lulusan yang harus siswa wujudkan
  • Judul, MP, SK, KD, Indikator,
  • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
  • Tujuan yang akan dicapai yang tercermin pada indikator pembelajaran
  • Materi belajar yang dapt disajikan secara sistematis
  • Sumber belajar
  • Bahan latihan
  • Petunjuk kerja
  • Penilaian
  • Daftar istilah

Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal dan kompetitif waktu tatap muka dalam kelas selalu tidak cukup. Oleh karena itu, para pendidik semakin banyak yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menunjang interaksi belajar yang lama. Dengan ditunjang TIK guru dapat berkomunikasi dengan siswa kapan saja dan dari mana saja. Siswa pun selain belajar dalam kelas dapat menentukan waktu belajar tambahannya kapan saja dan di mana saja. Lebih dari itu TIK memungkinkan siswa menyajikan hasil belajar lebih variatif.

Hanya saja untuk memenuhi kebutuhan itu, guru harus menyusun materi pelajaran lebih sistematis, informasi yang guru sajikan harus memenuhi kebutuhan siswa belajar mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan itu,  guru dapat menyajikan materi belajar dalam bentuk modul.

One Comment »

  • This domain seems to get a good ammount of visitors. How do you advertise it? It offers a nice individual twist on things. I guess having something useful or substantial to post about is the most important factor.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments