TOPIK UTAMA »

April 7, 2014 – 8:40 pm | 139

Salah satu kewajiban sekolah dalam merumuskan dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2013, seperti pada KTSP 2006, adalah merumuskan visi-misi-dan-tujuan.  Mengapa  kewajiban merumusan tujuan sekolah begitu penting?
Sejak dulu,  seluruh warga sekolah bahwa merumuskan tujuan lembaga …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran Tematik

Submitted by on March 31, 2010 – 11:02 am7 Comments | 4,572

Kekuatan manusia ada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan menerapkannya. Ilmu pengetahuan dibangun sekolah secara bertahap dan tersekat-sekat dalam banyak mata pelajaran, dalam banyak disiplin yang karakternya berbeda-beda. Namun, dalam penerapannya, siswa hampir selalu memerlukan pendekatan yang integratif, berbagai disiplin dan pendekatan itu diterapkan secara simultan dalam menyikapi berbagai gejala kehidupan scara kritis, dalam memecahkan berbagai masalah kehidupan.

Keterampilan untuk menggunakan berbagai disiplin ilmu secara simultan, sistematis dan  logis sering tidak tergarap oleh sekolah. Masalahnya, sekolah lebih berkonsetrasi pada peningkatan kemampuan siswa dalam bidang agama, bahasa, matematika, sejarah dan yang lainnya. Memecahkan masalah bagaimana menggunakan berbagai bidang disiplin ilmu dalam menghadapi masalah kehidupan secara integratif  sepertinya cukup diserahkan kepada siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara alamiah.

Banyak lembaga pendidikan yang memberikan perhatian terhadap masalah itu. Di antaranya dengan mengembangkan kurikulum terpadu. Di beberapa sekolah unggul di Indonesia mengadopsi strategi pembelajaran ini sebagai ciri khas keunggulan proses pembelajaran. Dalam pembelajaran tematik memungkinkan satu tema tertentu dibahas dari berbagai disiplin ilmu. Contoh, tema pengelolaan sampah rumah tangga perkotaan dibahas dari sisi agama, sejarah, biologi, geografi, kimia, sehingga tema itu menjadi bahan pembahasan sejumlah mata pelajaran.

Untuk menerapkan model pembelajaran seperti itu memerlukan disain kurikulum yang berbeda dengan model pembelajaran per disiplin ilmu. Sekolah perlu menentukan tema-tema yang relevan dengan banyak Standan Kompetensi dan Kompetensi dasar pada berbagai mata pelajaran. Perlu menetapkan tujuan pembelajaran pada tema-tema yang dipilih dan perlu mengembangkan kolaborasi pendidik sehingga tidak bekerja sendiri-sendiri.

Kurikulum Terpadu merupakan suatu pendekatan yang mempersiapkan siswa untuk belajar mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan kehidupan di abad depan dengan yang terintegrasi dalam berbagai dimensi.Dengan pendekatan ini siswa memadukan berbagai aspek keilmuan yang fous pada pemahaman gejalan kehidupan secara terintegrasi pula dalam bidang studi yang luas.

Kegiatan belajar dan mengajar dengan dengan pendekatan holostik ini  mencerminkan dunia nyata, yang kompleks dan interaktif. Secara umum, kurikulum atau kurikulum terpadu interdisipliner meliputi:

  • Kombinasi bebagai mata pelajaran
  • Penekanan pada proyek-proyek atau tutas terstruktur
  • Sumber buku teks melampau berbagai mata pelajaran
  • Menghubungkan antara konsep
  • Mengorganikasi unit-unit dalam satu tema
  • Jadwal Fleksibel
  • Fleksibel pengelompokan siswa.

Manfaat Pembelajaran Tematik

Penerapan kurikulum terpada pada pelaksanaan pembelajaran tematik memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Penggabungan banyak kompetensi dasar,  indikator, serta isi mata pelajaran menghemat waktu karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan,
  2. Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna materi dalam konteks kehidupan yang fokus pada penguasaan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan hidup.
  3. Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah.
  4. Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

Karakteristik Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik memiliki karakteristik seperti di bawah ini.

  1. Berpusat pada siswa
  2. Memberikan pengalaman langsung
  3. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas
  4. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran
  5. Bersifat fleksibel
  6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
  7. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan

Model pembelajaran seperti ini dapat diterapkan dalam pengembangan kompetensi akademik siswa terutama dalam mengembangkan daya kompetisi siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler. Cocok juga untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam mempersiapkan lomba pada berbagai mata pelajaran agar pembinanaan dapat dilakukan secara kolaboratif oleh banyak guru. Lebih banyak guru yang turut membina, asal teorganisir dalam sistem yang sehat, akan menghasilkan prestasi yang lebih baik,

Model Pembelajaran Tematik (Materi Sosialisasi KTSP Depdiknas) (535)

Tags: ,

7 Comments »

  • Charlotte says:

    As a Novice, I am always browsing on the net for articles or blog posts which can help me. However do you know how come i find it difficult to see all the pix on your web page? With regards, Charlotte.

  • you have a great blog here! would you like to make some invite posts on my blog?

  • lina mustika says:

    minta tolong kasih tema yang yang cocok untuk mata pelajaran matematika pada materi bilangan cacah.terima kasih.

  • admin says:

    GP minta tolong kepada ahli matematika untuk bantu bu Lina.

  • zulfahmi says:

    setuju pendidikan kembali sentralisasi, tapi dengan catatan komtmen pada regulasi yang sudah ada, tidak korupsi, tidak KKN dalam mutasi dan promosi jabatan, pejabat pusat tidak arogan tetapi melayani, kalau ngurus naik pangkat tidak pakai uang, dan perilaku birokrasi pendidikan lainnya yang tidak mendidik, tks

  • abdul munqidz says:

    dalam proram semester tematik kelas 1, 2, dan 3 SD terdapat form “MATRIK HUBUNGAN KOMPETENSI DENGAN TEMA” itu maksudnya sy masih kurang paham. mhn bantuannya yaa…

  • admin says:

    Karena GP tidak melihat format yang Bapak maksud, maka, kami menduga bahwa hal itu berkenanaan dengan penggunaan pendekatan tematik. Pada satu tema, misalnya pembelajaran siswa tentang sampah, maka dapat guru kembangkan berbagai kompetesi, di antaranya mendeskripsikan bahaya sampah untuk kesehatan, menggambarkan rendahnya iman karena kurang peduli pada kebersihan, menganalisis bahaya penumpukan sampah terhadap lingkungan dsb. Kata operasional seperti mendeskripsikan, menggambarkan, menganalisis merupakan kompetensi yang berhubungan dengan tema. Salam.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments