Topik Utama »

May 7, 2013 – 10:18 am | 7 Comments | 1,749

Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.
Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Pengelolaan

Model Kerja Sama Sister School : SMAN 3 Malang

Submitted by on November 27, 2009 – 11:20 pm6 Comments | 407

Tulisan ini kami sajikan sebagaimana Pak Harianto dari SMAN 3 Malang kisahkan melalui millis RSBI mengenai kegiatan kerja sama  dalam pelaksanaan program sister school. Ia mencoba mengisahkan langkah suksesnya  dan berbagi pengalaman tentang bagaimana proses pelaksanaan kegiatan menjalin sister school antara SMA Negeri 3 Malang  dengan River Valley High School-Singapore sejak ditandatangani MoU oleh kedua kepala sekolah pada  bulan Mei 2008

Ia menceritakan tentang bentuk kerjasama, akomodasi, dan tindak lanjut dari kerjasama. Bentuk kerjasama sekolah  sesuai dengan  MoU exchange program akademik dan non akademikdi mana setiap tahun saling mengirim 30 siswa dan 4 guru ke masing2 sekolah selama 1-2 minggu.

Kesepakatan dirumuskan sesuai kesepakatan bersama, di antaranya, biaya akomodasi di negara tujuan ditanggung oleh tuan rumah, visitor hanya menanggung biaya transportasi saja.

Tindak lanjut dari kerjasama tersebut adalah sekolah selalu meng-update kesepakatan teknis sekali dalam tiap tahun. Sebagai contoh pada exchange program pertama Nov 2008, pihak RVHS berknjung ke Malang,  dan pada bulan Januari 2009 pihak SMAN 3 Malang berkunjung ke Singapore.

Program yang dipertukarkan adalah kegiatan akademik berupa immersion in class untuk guru dan siswa. Dalam kegiatan ini guru immersion in class pada pelajaran yang sesuai dengan yang diampunya, dan siswa  ikut immersion in class pada buddy-nya.

Kegiatan akademik lainnya adalah sharing curriculum yang diikuti  guru dan siswa. Kegiatan non akademik berupa pertukaran budaya yaitu siswa presentasi dan mempertunjukkan  budaya dan seni khas Indonesia. Dalam melakukan kunjungan,  masing-masing siswa menginap di rumah buddy/host yang sudah kami pasangkan,  juga kami mendapat kesempatan berwisata ke tempat-tempat tertentu. Seni budaya masing-masing dikenalkan secara langsung di lapangan.

Pada exchange program kedua, yaitu tahun 2009/2010 kegiatan akademik untuk guru kami tingkatkan menjadi collaboration in teaching and learning, sedangkan untuk siswa masih tetap immersion in class. Kegiatan budaya masih tetap seperti exchange program yang pertama.

Harapan kami ke depan, sebanyak 30 siswa akan mengikuti proses pembelajaran dan dievaluasi di sekolah sister. Diharapkan,  nilainya diakui oleh sekolah asal kira-kira selama 1 semester, sehingga kegiatan ini dapat dikembangkan sejenis  dengan sandwich programme.

Perlu diketahui pula soal penanganan akomodasi tamu dari Singapura, sebanyak 4 guru kami inapkan di hotel, sedangkan 30 siswa kami inapkan di rumah siswa (buddy/host) di mana semua akomodasi ditanggung oleh orangtua buddy. Dengan cara itu anggaran untuk akomodasi tamu sekolah sharing dengan orangtua peserta.

Selama kegiatan, siswa kami wajibkan membuat handout of student exchange, reflection worksheet, dan questioner, dan kami wajibkan  pula membuat laporan untuk dikumpulkan setelah kegiatan.

Calon peserta kegiatan kami kami seleksi  karena peminatnya sangat banyak sekali. Kami menentukan kriteria-kriteria dan pembobotan pada masing-masing indikator,  seperti kemampuan berbahasa Inggris, sertifikat internasional, prestasi akademik, prestasi non akademik, dan kontribusi terhadap keberlangsungan program merupakan komponen yang kami pertimbangkan secara seksama.

Setelah proses seleksi, untuk calon peserta yang diterima kami peri pembekalan dalam bentuk in-house training.

Demikian sekilas sharing pengalaman yang sudah yang sudah SMAN 3 Malang  lakukan.

Pengirim : Hariyanto
Unit Penjaminan Mutu (Quality Assurance) SMAN 3 Malang
Bagian Pengembangan dan Kerjasama Luar Negeri

Artikel terkait :

Tips Mengembangkan Kerjasama Sister Schools


Tags:

6 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments