TOPIK UTAMA »

August 16, 2014 – 5:47 am | 473

Terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam perumusan perencanaan pembelajaran pada pelaksanaan  kurikulum 2013. Pertama merancang kompetensi yang seimbang antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang hendak diwujudkan. Kejelasan kompetensi akan sangat membantu dalam merancang materi …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » PEMBELAJARAN

Mitos Jumlah Siswa Per Rombongan Belajar, Makin Sedikit Makin Baik

Submitted by on March 25, 2010 – 1:32 pm4 Comments | 1,655

Efektivitas belajar siswa dalam kelas sangat bergantung pada jumlah siswa menjadi keyakinan banyak pihak. Pada sebagian pengelola pendidikan keyakinan itu telah menjadi mitos sehingga melemahkan perhatian terhadap pentingnya peran kompetensi pendidik . Kini banyak sekolah yang memposisikan sebagai sekolah unggul mengelompokan siswa dalam kelas kecil atas dasar asumsi bahwa makin sedikit jumlah murid dalam kelas makin efektif pelaksanaan pembelajaran.

Alkisah, pada awal pemerintahan Presiden W. Bush di Amerika memiliki kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu agendanya adalah mengkaji ulang jumlah siswa tiap kelas untuk meningkatkan efektivitas belajar. Perdebatan itu memuncak.

Hasil penelitian Dr Hanushek menyatakan bahwa tidak ada hubungan sistematis antara jumlah siswa dengan prestasi siswa dalam kelas. Jika dalam penelitian terdahulu menyatakan ada hubungan yang positif, maka menurutnya mungkin itu harus dilihat kapan, pada kondisi apa? Artinya mesti ada varibel yang lain yang berpengaruh. Bukan karena jumlah siswa.

Uji coba yang dilakukan Korea Selatan lain lagi. Guru dari yang biasa mengajar di kelas yang jumlah muridnya banyak, lebih dari 40 siswa, dialih tugaskan ke kelas kecil, 24 siswa. Hasilnya mencengangkan, tidak ada perbedaan hasil belajar siswa di kelas besar dan kelas kecil. Perbedaan nyata dalam uji coba ini, di kelas kecil guru lebih cepat mengenal dan memberikan perhatian pada tiap individu  sehingga disiplin siswa lebih baik daripada di kelas besar. Dalam hal mutu akademik kelas besar dan kelas kecil sama saja.

Ditelusuri lebih lanjut, ternyata yang menjadi penyebab mutu akademik yang sama adalah guru mengajar di kelas kecil menggunakan strategi yang sama dengan di kelas besar. Dari sini muncul kesimpulan jika mengajar di kelas kecil ingin efektif maka strategi yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan mengajar di kelas kecil.

Dengan menggunakan strategi mengajar kelas besar di kelas kecil memiliki pengaruhnya sama saja. Untuk itu  meningkatkan efektivitas pembelajajaran guru memerlukan keterampilan khusus, menangani kelas besar membutuhkan strategi yang berbeda dengan mengelola kelas kecil.

Dr. Krueger’s dalam makalahnya mengkritik Dr. Hanushek, menurut hasil studinya menyimpulkan bahwa jumlah siswa dalam kelas berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Ada pengaruh rasio jumlah guru-siswa terhadap hasil belajar. Hal ini senada dengan kesimpulan yang dikemukakan C.Kenneth Tanner dari Universitas Georgia (2000) bahwa lebih kecil jumlah siswa dengan ruang yang lebih sempit, itu lebih baik. Demikian pula hasil penelitian Glass dan Smith (1978), Robinson dan Wittebols (1986), dan Slavin (1989) yang melakukan analisis mengenai kegiatan belajar menyatakan bahwa interaksi antara guru dengan siswa pada kelas kecil lebih intensif.

Pada penelitian lain mengenai  Meta-analysis of research on the relationship of class size and achievement, Glass & Smith, 1978 dinyatakan pula bahwa pengaruh positif itu semakin nyata jika jumlah siswa tiap kelas 20 orang. Itu berarti bahwa penurunan dari 36 ke 24 tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil penelitian ini telah menimbulkan perdebatan luas karena jika standar 18 siswa tiap kelas diberlakukan maka biaya pendidikan akan meningkat sangat besar. Pendidikan akan semakin mahal.

Belajar dari pengalamannya hingga kini China tidak pernah memperdebatkan jumalah siswa dalam kelas. Mereka dapat mengisi jumlah siswa dalam kelas sampai 60 siswa. Menurut kayakinan China, kelas besar akan menjadi kelas kecil di tangan guru yang efektif. Sebaliknya, kelas kecil akan menjadi kelas besar di tangan guru yang tidak efektif.

Filosofi ini terbukti berhasil mendorong siswa dapat belajar efektif di kelas besar. Hal ini terjadi di SMA 1 Sutomo Medan. Jumlah siswa pada sekolah ini antara 48 hingga 50 siswa per kelas. Pengendalian efektivitas guru dan siswa dalam belajar mengajar digerakan dengan sistem evaluasi yang objektif dan akuntabel. Mereka mensyaratkan tiga standar (1) materi yang guru evaluasi adalah materi yang sesuai dengan standar isi (2) guru mengukur  kompetensi siswa minimal sesuai standar nasional  serta dipastikan mengukur yang seharunya diukur (3) sekolah tidak memperbolehkan guru mengoreksi hasil tes siswa pada pilihan ganda dan memeriksa hasil tes uraian dengan data siswa yang sudah tergunting dan diberi kode identitas (4) jika hasil tes siswa buruk maka konsekuensinya siswa tidak lulus atau tidak naik kelas. Seberapa banyak pun siswa tidak naik, sekolah konsisten menerapkannya.

Kesungguhan belajar siswa dan mengajar guru yang ditimbulkan melalui sistem pengelolaan penilaian ini telah mendorong disiplin belajar mengajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Kesimpulan, efektivitas pembelajar di kelas tidak hanya dipengaruhi jumlah siswa dalam kelas, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh efektivitas guru mengajar. Kelas besar menjadi kecil di tangan guru yang efektif (Dr. Rahmat)

Referensi;

http://www.coe.uga.edu/sdpl/research/territoriality.html

http://www2.ed.gov/pubs/ClassSize/academic.html

http://www2.ed.gov/pubs/ClassSize/academic.html#overview

4 Comments »

  • I’d have to see eye to eye with you on this. Which is not something I usually do! I enjoy reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!

  • esa wibo says:

    saya kurang setuju dengan Jumlah Siswa Per Rombongan Belajar, Makin Sedikit Makin Baik cuma sekedar mitos. yang saya yakini bahwa akan amat sulit ketika menangani sebuah kelas besar dan menjadikan pembelajaran menjadi bersamaan sekaligus.

  • esa wibo says:

    saya kurang setuju dengan Jumlah Siswa Per Rombongan Belajar, Makin Sedikit Makin Baik cuma sekedar mitos. yang saya yakini bahwa akan amat sulit ketika menangani sebuah kelas besar dan menjadikan pembelajaran menjadi menyenangkan secara bersamaan. dan bagi saya semakin siswa bisa menikmati proses belajarnya, di situlah letak kualitas pendidikan yang diperoleh

  • admin says:

    kami memahami pemikiran Pak Esa, itu benar jika guru dalam kelas menggunakan strategi yang sesuai dengan kebutuhan siswa belajar di kelas kecil. Jika guru kurang terlatih menangani kelas kecil atau menggunakan strategi yang sama dengan mengajar di kelas besar, maka menurut hasil penelitian para ahli, hasilnya sama saja. Pembelajaran yang menyenangkan bukan hanya dapat siswa peroleh di kelas kecil, tetapi di kelas besar juga. Kelas kecil memberi kemudahan kepada guru untuk memberikan perhatian dan mengenali siswa, itu benar. Salam

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments