Topik Utama »

June 17, 2013 – 6:57 am | 80

Kurikulum boleh berubah berulang-ulang, namun apabila guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah tidak berubah maka hasilnya akan sama saja. Seperti yang telah kita alami sebelumnya, perubahan kurikulum hanya sebatas dokumen. Pergeserannya tidak mengubah banyak prilaku …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Pembelajaran

Menyambut Kegiatan Seminar Pendidikan Akselerasi

Submitted by on September 13, 2011 – 2:55 am6 Comments | 449

Kegiatan seminar pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat  dengan tema “Implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam pelayanan siswa cerdas istimewa dan berbakat istimewa” pada hari Rabu tanggal 14 September 2011 di Gumati Kota Bogor memiliki arti penting untuk lebih memfokuskan perhatian penyelenggara pendidikan terhadap komitmen peningakatan mutu dalam prespektif pendidikan global.Kegiatan seminar yang bertajuk pendidikan berbudaya dan berkarakter merupakan isu penting di Indonesia terutama untuk menanamkan daya juang pendidikan bangsa untuk menejajarkan produk pendidikan yang lebih bermutu dalam persaingan dalam memberikan pelayanan pendidikan dan hasil pendidikan yang lebih bermutu.

Penyelenggaraan program akselerasi merupakan  implementasi dari Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 4, yaitu  “bahwa warga Negara yang memiliki kercerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus”.

Program akselerasi adalah program pelayanan pendidikan peserta didik yang memiliki potensi cerdas istimewa dan/atau berbakat istimewa (CI/BI). Oleh karena itu selayaknya kurikulum yang diberikan, pelaksanaan pebelajaran yang dilakukan, penilaian yang diterapkan, hingga pada kebijakan yang menunjang program tersebut harus istimewa.

Keistimewaan itu yang lebih penting disertai dengan daya dukung pendidik untuk menguasai keterampilan istimewa sehingga dapat memotivas anak-anak yang berbakat dapat mengoptimalkan pontensi dirinya sehingga dapat memicu pertumbuhan karya anak bangsa yang lebih inovatif di masa depan. Untuk memicu pertumbuhan itu diperlukan siswa pembinaan guru yang efektif dan berkelanjutan.

Kita akui bahwa semula pendidikan untuk siswa CI-BI melalui kegiatan pelayanan pendidikan akselerasi memicu perdebatan dan keraguan. Setelah pendidikan ini berjalan lebih dari 10 tahun ternyata keraguan tentang dampak negatif terhadap siswa belum terbukti.

Pada bulan ini seorang mahasiswi seperti yang dilansir Yahoo Riana Helmi tidak hanya lulus termuda tapi meraih predikat IPK cumlaude, 3,67. dari Kedokteran UGM. Farah menjadi alumni kedokteran termuda yang meraih gelar sarjana kedokterannyaUNHAS  pada usia 19 tahun. Ketika mereka ditanya tentang beban belaajar yang mereka tanggung selama ini mereka menyatakan biasa saja.

Memang pendidikan akselerasi itu lebih efisien karena penyelesaian pendidikan dapat ditempuh dengan jangka waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan program seperti biasanya. Artinya peserta didik kelompok ini dapat menyelesaikan pendidikan di SD/MI dalam jangka waktu 5 tahun dan di SMP/MTs atau SMA/MA dalam waktu 2 tahun.

Keraguan tentang dampak negatif sistem belajar akselerasi belum terbukti.  Hasil penelitian Asmadi Alsa menyimpulkan beberapa hal, diantaranya bahwa siswa akselerasi memang memperoleh percepatan dalam hal perkembangan secara kognitif, namun tidak dalam hal afektif dan psikomotoris. Aktivitas belajar  aktivitas belajar yang padat dapat memacu siswa sehingga memiliki daya juang yang tinggi dalam belajar. Pikiran ini diungkap tahun 1997 dan analisisnya sampai saat ini terbukti benar.

Hanya saja diingatkan Dave Meier, penulis The Accelerated Learning Handbook, Cerdas bukan semata-mata urusan kognitif. Tapi juga emosi dan sikap sosial anak. Pendidikan siswa CI-BI memang idealnya berbasis kultur dan sosial yang konstruktif bagi perkembangan siswa. Tanggung jawab sekolah tidak hanya bagaimana mereka mendapatkan pelajaran, namun jauh lebih penting bagaimana meningkatkan keterampilan belajar mereka  sesuai dengan semboyan, guru sedikit mengajar siswa banyak belajar.

Oleh karena itu, peringatan itu perlu ditafsirkan bahwa pelayanan belajar akselerasi tidak hanya dapat dilakukan dalam kelas akselerasi yang selama ini dilaksanakan, namun yang perlu dipikirkan lebih jauh adalah bagaimana sekolah biasa dapat memberikan pelayanan unggul kepada siswa CI-BI melalui kegiatan belajar sehari-hari karena dipastikan bahwa di tiap sekolah terdapat anak-anak yang memiliki potensi besar.

Bahan Presentasi Kebijakan (337)

Melalui presentasi ini pembicara mengharapkan seluruh peserta dapat memehami bahwa pelayanan pendidikan akselerasi itu penting dalam bentuk pelayanan yang bervariasi karena siswa  CI+BI (gifted) bukanlah manusia dengan  populasi yang seragam. Pola tumbuh kembangnya, variasi personalitasnya, maupun variasi keberbakatannya sangat variatif. Kondisi inilah yang sering membawa berbagai kesulitan pada anak-anak gifted dan sering salah interpretasi dan tantangan untuk meberikan pendidikan yang lebih varitif, tanpa mengurangi arti penting kelas akselerasi yang selama ini telah dikembangkan.

Yang perlu jadi prioritas program peningakatan mutu kelas maupun belajar akselerasi adalah terjaminnya penyelenggaraan pelayanan belajar sebagaimana yang direncanakan. Proses dan hasilnya sesuai dengan yang sekolah harapkan. Karena rancangan program sekolah dalam pandangan masyarakat adalah janji.

Salam

6 Comments »

  • fauziah hatim says:

    dengan menyelenggaraknan pelayanan belajar akselerasi ini berarti memanusiakan manusia, jalan terus dan sll berupaya meningkatkan STMJ , agar tercipta insan yang cerdas ilmu juga cerdas hati dan cerdas sosial.SUKSES.

  • asaz says:

    ada harapan penyebara pembangunan pendidikan jangan  hanya di kota kota besar, sehingga bisa mengurangi laju urbanisasi , Bp/ibu guru saya ikut kontes blog mohon dukungan seperti yang di bahas dalam link artikenya di berikut

  • Ina Fajriah says:

    Saya pertama kali melihat dan mengenal Bapak dalam acara seminar tersebut, saya mendampingi anak didik saya yang terdaftar dalam siswa CIBI SD Bina Insani, saya begitu kagum mendengarkan pemaparan Bapak dalam seminar tersebut. Terpikir oleh saya untuk mengenal dan menggali ilmu lebih banyak lagi dari Bapak. Ternyata alhamdulillah saya bisa bertemu dengan Bapak setiap hari Sabtu untuk mengikuti kuliah Filsafat ilmu. Mudah- mudahan saya diberi kemudahan untuk mengikuti perkuliahan tersebut

  • admin says:

    O, rupanya Ibu pernah bertemu sebelumnya. Semoga niat Ibu dikabul Allah dan diberikan ilmu yang banyak. amiin

  • hana says:

    saya buta sekali dgn dunia anak2 aksel, jika saya ingin mengadakan seminar akselerasi bagaimana saya dapat menghubungi Bapak.. terimakasih ^0^

  • admin says:

    Melalui komen ini bisa, mudah Bu.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments