TOPIK UTAMA »

August 16, 2014 – 5:47 am | 473

Terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam perumusan perencanaan pembelajaran pada pelaksanaan  kurikulum 2013. Pertama merancang kompetensi yang seimbang antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang hendak diwujudkan. Kejelasan kompetensi akan sangat membantu dalam merancang materi …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » PEMBELAJARAN

Meningkatkan Prestasi Akademik Pada Konteks Sekolah

Submitted by on May 14, 2010 – 4:16 pm2 Comments | 1,501

Tadi pagi admin bertemu dengan dua orang guru. Mereka melukiskan kesulitannya untuk membangkitkan etos belajar siswa. Sumber masalahnya menurut dua teman kita adalah anak-anak di sini berasal dari keluarga yang ekonominya tidak mampu. Tinggal di tengah kota. Lingkungan hidupnya kumuh. Padat penganggur. Yang menjadi kegusaran dua teman kita adalah , sebagian besar siswanya sering tidak hadir sehingga tingkat ketidakhadiran siswa sangat tinggi. Saking tingginya, wali kelas tidak mencatat seluruh data ketidak hadiran dalam rapot, demi nama baik sekolah.

Gambaran lain diungkap pula oleh salah satu pembaca yang tempat mengajarnya jauh di luar kota besar. Sebagian besar siswa berasal dari keluarga petani yang kurang mampu. Mereka sangat rajin masuk sekolah. Aktivitas belajarnya sangat kurang. Didorong dengan cara seperti apa pun mereka tetap saja pasif. Teman kitan yang di daerah ini sangat mendambakan siswanya dapat berubah lebih baik, namun tidak tahu lagi bagaimana cara memicu semangat belajar siswanya.

Memperhatikan dua kasus di atas muncul pertanyaan “ apakah lingkungan berfungsi sebagai jembatan atau hambatan keberhasilan siswa belajar?” Terhadap dua hal itu sangat ditentukan oleh persepsi pendidik dalam menempatkan siswa pada konteks lingkungan sebab lingkungan dapat berpengaruh positif maupun negatif. Dalam hal ini, yang pasti, adalah lingkungan berpengaruh terhadap prilaku.

Pertanyaan selanjutnya adalah “pada konteks lingkungan  siapa sesungguhnya yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan siswa belajar?”.  Menurut para ahli adalah diri siswa sendiri. Jika siswa tidak yakin bahwa dirinya tidak mungkin berhasil maka hasil belajar yang siswa capai  akan rendah. Oleh karena itu, keyakinan dan rasa percaya diri menjadi modal dasar membangun prestasi. Guru wajib menanam keyakinan itu.

Dalam hal ini terdapat kiat yang penting:

  • Jangan mengritik dan memprotes siswa.
  • Hadapi dengan penuh kesabaran dan apresiatif terhadap setiap kebaikan.
  • Hargai pendapat dan keinginannya.

Catatan dari hasil studi menyatakan bahwa dalam beberapa kasus siswa yang rendah prestasinya ada hubungannya dengan tujuan akhir belajar tidak terkontrol. Siswa tidak memiliki harapan yang tinggi. Siswa berpersepsi bahwa sistem pelayanan sekolah salah sehingga mereka gagal dalam mencapai  prestasi akademik yang baik, demikian dinyatakan Bowen & Richman (2000).
Banyak penelitian yang menyatakan bahwaa pendukung utama keberhasilan siswa belajar karena pengaruh factor perkembangan psikologis bukan karena lingkungan. Oleh karenanya dengan memahami lebih baik  untuk membangun kehandalan psikologis, maka banyak siswa yang mencapai prestasi yang mengagumkan. Teknik mengajar dengan cara yang tepat jauh lebih berpengaruh daripada lingkungan.

Untuk membangu kehandalan psikologis siswa, guru dapat menggunakan beberapa kiat berikut;

  • Bantulah siswa membangun tujuan hidup yang tinggi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan social dan ekonomi masyarakat yang disesuikan dengan kemampuan nyata siswa.
  • Setelah tujuan sesuai dengan sumber daya yang siswa miliki, maka bantulah siswa memahami kompetensi yang harus dimilikinya sesuai dengan kebutuhan lingkungan sesial dan ekonomi masyarakat.
  • Bantulan siswa untuk lebih fokus pada stategi untuk mewujudkan cita-citanya dengan menguasai lebih banyak informasi dan keterampilan.
  • Hargai kemajuan sekecil apa pun sekali pun mereka memiliki keterbatasan studi pada materi esensial.
  • Kurangi pesepsi negative terhadap belajar dengan banyak yang menyajikan informasi terbaru dalam proses pembelajaran.
  • Kembangkan persepsi positif terhadap materi yang mereka pelajari dengan meningkatkan pengertian yang bersumber dari mereka sendiri.
  • Fokuslah pada makna yang siswa pelajari, bangun terus pamahamannya dengan menambah hal baru yang diminatinya.
  • Tanyalah kepada siswa apa yang sedang mereka pelajari, hubungkan dengan yang seharusnya mereka kuasai.

Dari beberapa kiat di atas, dapat ditegaskan bahwa di samping mengembangkan logika, guru penting pula mengembangkan emosi siswa agar berpersepsi positif terhadap pelajaran. Itu berarti ada keyakinan, pengertian, dan semangat untuk melakukan usaha bertahap, karena belajar  yang sukses bukan proses yang dapat dilakukan dengan cara yang mudah.

Referensi:

2 Comments »

  • alimin says:

    banyak sekali pendidik yang berpandangan bahwa dengan menyajikan hal-hal baru yang dianggap oleh siswa aneh dan asing menjadi suatu kebanggaan karena dianggap, mereka adalah pendidik yang mengetahui segala-galanya. Betul sekali ulasan di atas, bahwa pendidik yang berhasil adalah pendidik yang bisa mengantarkan peserta didik menemukan jati diri, membangun nilai-nilai positif yang ada dalam diri siswa dan dapat digunakan untuk mengarungi kehidupan di masa yang akan datang.

  • I’d come to engage with you one this subject. Which is not something I usually do! I really like reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!

1 Pingbacks »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments