Mengubah Pengembangan Profesi Berkelanjutan Menjadi Kultur

Apa pun yang ada di sekitar lingkungan kita berubah. Persaingan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, berkembang setiap saat. Penemuan pengetahuan sebagai produk dari persaingan yang tidak pernah berhenti pun bertambah kuat. Keunggulan datang silih berganti memacu daya pikir untuk menghasilkan inovasi yang terbarukan setiap saat.

Dinamika peradaban semacam itu membutuhkan pendidikan yang lebih adaptif dan transformative. Kondisi itu telah mendorong pengembangan profesi pendidik untuk berubah setiap saat agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan peradaban yang berubah cepat. Merespon dinamika itu, lahirlah model pengembangan profesi sebagai program seperti CPD (continuing professional development) atau pengembangan profesi berkelanjutan (PPB). Dalam bidang pendidikan dikenal pula dengan istilah Continuing Professional Education (CPE) atau Pengembangan Profesi Pendidik Berkelanjutan (PPPB).

PPPB mengadung makna pengembangan dan perluasan pengetahuan, keterampilan dan kualitas kepribadian dalam memenuhi syarat peningkatan mutu profesi. PPPB juga bermakna pembaharuan ilmu pengetahuan dasar profesi secara berkelanjutan dan peningkatan kompetensi melalui pelaksanaan tugas. Tugas itu merupakan bagian dari komitmen sebagai tenaga professional, meningkatkan kemampuan tanpa henti sebagai bagian dari peningkatan mutu profesi dalam mengoptimalkan peluang pengembangan karir pada saat kini maupun pada masa pendatang.

Poros utama pengembangan profesi pendidikan secara berkelanjutan adalah belajar. Yang dikembangkan meliputi ilmu pengetahuan, keterampilan terbaik, dan penyempurnaan pelaksanaan tugas sehari-hari. Strategi pelaksanaan kegiatan PPPB adalah mengintegrasikan pendidik dengan teknologi informasi dan komunikasi. Tiap lembaga pendidikan meningkatkan (1) penyediaan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan internet (2) melaksanakan pelatihan pendayagunaan internet sebagai sumber informasi dan komunikasi (3) meningkatkan kolaborasi pendidik berbasis internet (4) meningkatan kompetensi pendidik dalam mempublikasikan karya dan pikirannya melalui jejaring internet.

Keunggulan tidak terletak pada seberapa lama pendidik mengikuti pelatihan, melainkan seberapa kuat pendidik terintegrasi dalam jejaring internet sehingga penggunaan sumber belajar, kolaborasi, interaksi, dan mengkomunikasikan ide secara tertulis maupun menggunakan multi media menjadi kebiasaan sehari-hari. Jika proses ini dapat dikembangkan menjadi kebiasaan sehingga belajar menjadi sebuah proses yang melekat pada perbaikan tugas sehari-hari. Pengembangan model ini dapat menggeser PPPB sebagai program menjadi menjadi kebiasaan. Itu artinya pengembangan profesi berkelanjutan berubah dari program menjadi pembiasaan dan akhirnya menjadi kultur.

Bagikan artikel ini:

2 thoughts on “Mengubah Pengembangan Profesi Berkelanjutan Menjadi Kultur

  1. miming

    Saya sangat setuju dengan PPPB,karena profesionalisme guru itu harus didukung dengan seberapa kuatnya guru tersebut mau mengembangkan profesinya yang didukung dengan ketersediaan sarana teknologi informasi yang terintegrasi dengan internet,supaya guru dapat berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dan menjadi inovator agar siswa memiliki wawasan global.

  2. hernan

    Pendidik yang cerdas dan mampu mencerdaskan adalah pendidik yang profesional yang mampu mengubah persepsi/pola pikir (menumbuhkan kesadaran) dan pola sikap menjadi lebih baik. Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membantu pendidik untuk belajar lebih baik dan mengembangkan kreatifitasnya di dalam mendidik para siswa. Seharusnya setiap sekolah bisa ! kenapa tidak ?! PPPB lanjutkan… !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Top