Topik Utama »

May 7, 2013 – 10:18 am | 7 Comments | 1,759

Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.
Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Uncategorized

Mengintegrasikan Perencanaan Pendidikan Karakter dalam RPP

Submitted by on February 9, 2012 – 8:06 pm3 Comments | 459

Saya guru, mohon berkenan memposting contoh silabus dan RPP yang berkarakter sebagai bahan referensi untuk menunjang peningkatan kemamuan profesi saya. Terima kasih.

Abu Fauzan, 10 Perbruari 2012.GP menjawab:

Konsep pendidikan karakter ke dalam RPP menurut beberapa pandangan sebagian ahli pembelajaran telah terintegrasi di dalamnya jika RPP telah mencakup  pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Untuk menegaskan ketercapaian tujuan pengembangan karakter maka beberapa ahli pendidikan merekomendasikan agar ada tambah rumusan dalam indikator dengan indikator pencapaian karakter.

Tambahlah indikator pembelajaran dengan contoh berikut:

  • menunjukkan objektivitas dalam menyusun daftar bacaan yang menjadi sumber belajarnya (karakter kejujuran).

Konsekuensi dari rumusan di atas, maka dalam RPP perlu dibuat instrumen penilaian. Penilaian dapat dilakukan telalu pengujian khusus seperti wawancara atau jenis lain, atau cukup dengan observasi guru dalam proses pembelajaran atau melalui penilaian proses.
Sebagian ahli yang lain pendidikan karakter dikemas dalam bentuk lain seperti diintegrasikan dalam kegiatan belajar. Model yang sederhana dapat dilihat dalam Model RPP yang mengintegrasikan pendidikan karakter. (301)yang dapat diunduh.

Materi ini sangat mungkin dapat didiskusikan lebih lanjut. Jika berkenan pembaca dapat mengomentarinya. Tks

3 Comments »

  • Novi says:

    bisakah RPP kita yg realistis saja ? tdk terlalu bertele-tele. Dengan mengajar secara profesional, Insyaallah guru sudah menanamkan karakter. Gonta-ganti RPP, dirasakan banyak guru, menambah beban , menyita waktu, shg guru justru tdk bs mengembangkan pembelajaran yg lbh kreatif. Lagian anak tdk peduli, seperti apa RPP guru, yg penting bagi mereka, guru mengajar dg baik, komunikatif, dan ada perasaan sayang thdp anak didik. Sebetulnya RPP kita ini berkiblat pada negara mana ?

  • admin says:

    Bu Novi, pikiran Ibu penting sekali. Siswa tidak peduli RPP yang guru buat seperti apa karena itu bagian dari tugas profesional guru. Perjaan profesional guru yang tidak terencana dengan baik, insya allah akan kurang bermaslahat. Yang sangat menarik juga pertanyaan yang terakhir, RPP kita berkiblat ke mana? Jika kita perhatikan dalam sistem penyelenggaraan pendidikan di muka bumi ini, tiap negara memiliki ciri khas dan karakter yang berbeda karena landasan filosofis tiap negara yang berbeda. Namun demikian, struktur RPP sedunia sama. Semua negera menyajikan perencanan pembelajaran dengan struktur yang sama, kecuali komponen yang diprioritaskan berbeda-beda. Salam

  • Anom Wiratnoyo says:

    Jika pembelajaran itu diibaratkan makan, ada makan : 1)asal makan, yang penting dalam makanan itu ada karbohidrat, lemak, protein dan zat gizi lainnya, 2)makan yang ditetapkan tujuannya, mis : untuk menambah berat badan, menurunkan berat badan, memperbesar otot, menyembuhkan penyakit tertentu. Tentu perbedaan2 tujuan tersebut membutuhkan disain, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian yang berbeda. Contoh : asal makan, tidak perlu penilaian yang rumit, cukup merasa kenyang berarti tujuan telah tercapai; tapi jika tujuannya adalah makan untuk menurunkan berat badan atau menyembuhkan sakit kanker, misalnya, tentu dibutuhkan penilaian yang sesuai dengan pencapaian tujuan tersebut. Harus ada kepastian bahwa tujuan makan tersebut tercapai. Begitu pula dengan pembelajaran, harus ada kepastian tujuan pembelajaran tercapai. Trima kasih.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments