TOPIK UTAMA »

October 5, 2014 – 10:09 pm | 666

Dalam proses pergeseran dari kurikulum 2006 ke pelaksanaan kerikulum 2013 kepala sekolah memegang peran yang sangat penting. Kepala sekolah dapat menentukan bidang perubahan yang perlu segera perlu penanganan.  Dalam menjalankan peran pimpinan perubahan kepala sekolah …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » PEMBELAJARAN, Uncategorized

Mengasah Keterampilan Siswa Memecahkan Masalah

Submitted by on February 1, 2011 – 2:48 pmOne Comment | 2,739

Rumusan kurikulum di berbagai negara  menempatkan pengembangan keterampilan memecahkan masalah sebagai salah satu prioritas pengembangan. Pernyataan singkat yang digunakan seperti siswa mepresentasikan penerapan pemecahan masalah menjadi kompetensi utama. Sasaran akhir pembelajaran adalah buah karya yang dipamerkan sebagai produk keterampilan berpikir kritis yang produktif.

Definisi Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah adalah karakter umum dari struktur kognitif manusia (1) Kegiatan ini  merupakan proses mental yang meliputi tiga aktivitas besar yaitu menemukan, merumuskan, menerapkkan solusi masalah. Posisinya merupakan fungsi intelektual paling kompleks dari semua fungsi intelektual tinggi atau proses kognitif manusia yang  memerlukan kontrol dan keterampilan fundamental[2].

Pernyataan Masalah

yang penting dalam mengasah keterampilan berpikir memecahkan masalah adalah siswa dapat merumuskan pernyataan masalah. Masalah pada umumnya dapat dikelompokkan dalam tiga jenis yaitu adanya kondisi yang muncul tiba-tiba sehingga muncul keadaan yang tidak diharapkan. Masalah seperi ini dikategorikan sebagai krisis. Misalnya, tiba-tiba terjadi sesuatu peristiwa yang tidak diduga. Dari kondisi ini muncul pernyataan masalah, seperti:

  • Apa sesungguhnya yang terjadi dengan …..
  • Apa yang menyebabkan ………… terjadi …..
  • Dari mana sumbernya ……….sehingga……

Klasifikasi masalah yang kedua adalah antara kondisi nyata dengan kondisi yang diharapkan berbeda.  Dari sini mucul masalah yang dapat dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Misalnya:

  • Kondisi ……. belum sesuai dengan ….
  • Mengapa ……..belum sesuai dengan……?
  • Apa yang menyebabkan ……tidak sesuai dengan…….?
  • Bagaimana membuat ……..agar……?

Masalah berikutnya yang manusia hadapi adalah ketidaktahuan dan selalu ingin tahu. Masalah ini dapat dinyatakan dalam contoh berikut:

  • Mengapa ….?
  • Bagaimana …….bisa jadi ……..?
  • Apa yang menyebabkan …..?
  • Apa yang anda ketahui ….?

Pertanyaan yang sering dibuat oleh guru di kelas bisa jadi masalah. Atau sesungguhnya adalah soal. Pertanyaan guru sering dilatarbelakangi dengan rasa ingin tahu, melainkan jawabannya dia sudah mereka ketahui. Guru buat pertnyaan karena ingin menguji pengetahuan siswa.

Keterampilan dasar untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah adalah kemampuan bertanya. Dalam riset,  mengeksplorasi  informasi, atau investigasi seperti yang polisi lakukan adalah menggunakan W,s +H yang meiliputi:

  • Who is it about?  / Siapa tentang itu?
  • What happened (what’s the story)? / Apa yang terjadi?
  • Where did it take place? / Di manakah hal itu terjadi?
  • When did it take place?/ Kapan hal itu terjadi?
  • Why did it happen?/Mengapa hal itu terjadi?
  • How did it happen?/Bagaimana hal itu terjadi?

Berikut ini model pernyatan tujuan dalam mengembangkan keterampilan siswa  mengembangkan masalah berbasis keterampilan bertanya.  Untuk itu guru perlu mengubah masalah menjadi tujuan dalam  pernyataan seperti pada  contoh di bawah ini.

Tujuan;

  • Siswa dapat menerapkan metode berpikir memecahkan masalah.
  • Siswa dapat menyusun berita yang dikembangkan berlandaskan W’s +H.
  • Siswa dapat menjelaskan  permasalahan dalam penyusunan karya ilmiah.

Masalah

  • Bagaimana meningkatkan keterampilan siswa bertanya?
  • Bagaimana meningkatkan keterampilan siswa enggunakan metode berpikir memecahkan masalah?
  • Bagaimana cara menyusun berita yang  berlandaskan W’s + H?
  • Bagaimana siswa menggunakan w’s+H dalam mengembangkan karya ilmiah.

Contoh merumuskan pernyataan masalah seperti di atas dapat guru gunakan untuk membantu siswa mempercepat meningkatkan keterampilan bertanya dan merumuskna masalah dalam kelas.

Langkah-langkah penerapan Metode Pemecahan Masalah

Kompleksitas  pemecahan masalah bergantung pada pada jenis masalah dan kerumitan masalah yang akan dipecahkan. Semakin luas permasalahan yang dibahas semakin banyak informasi yang diperlukan. Semakin banyak waktu yang siswa gunakan. Oleh karena itu, batasilah masalah sesuai dengan informasi yang mungkin dapat siswa peroleh selama pelaksanaan belajar dan waktu yang tersedia.

Langkah pemecahan masalah terdiri atas enam langkah berikut:

  • Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah.
  • Menganalisis masalah.
  • Merumuskan alternatif solusi pemecahan masalah.
  • Menganalisis solusi atau paling potensial.
  • Memilih Solusi terbaik dan menyusun rencana tindakan
  • Mengevaluasi Solusi[3]

Rangkaian proses ini dapat menjadi panduan guru dalam mentukan kegiatan siswa yang dapat dijabarkan lebih lanjut dalam langkah-langkah opersional di bawah ini.

1. Mengidentifikasi dan mendefinisikan  Masalah
Proses memecahkan masalah sebaiknya diawali dengan mendefinisikan masalah yang ingin Anda pecahkan. Anda perlu memutuskan apa yang ingin Anda capai dan menuliskannya. Langkah menuliskan masalah  memaksa Anda untuk berpikir tentang apa yang sebenarnya Anda juga menuliskan cara untuk memecahkan merumuskan apa sesungguhnya yang ingin Anda capai.

2. Menganalisis Masalah
Langkah berikutnya dalam proses menganalisis,  di mana Anda sesungguhnya sekarang? Apa yang ingin Anda capai? Apa sesungguhnya yang menyebabkan Anda punya masalah? Memahami “dari mana masalah itu datang?” Apakah masalah itu relevan dengan perkembangan kehidupan  saat ini?. Apakah Anda memiliki perangkat kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi solusi?  atau Tahukah Anda  bahwa ide itu dapat dikerjakan? Apakah Anda dapat memprediksi waktu yang dihabiskan untuk memecahkan masalah itu? Berapa lama?.

3. Merumuskan Alternatif Solusi Pemecahan Masalah

Bila Anda telah menemukan masalah yang sebenarnya ingin Anda pecahkan, maka langkah selanjutnya pikirkan apa yang harus “ Anda lakukan?” Berpa banyak kemungkinannya?   Pada tahap ini Anda harus berkonsentrasi untuk menghasilkan banyak solusi. Semakin banyak pilihan semakin banyak informasi yang Anda dapatkan.  Di sini harus memperlakukan setiap ide untuk dipertimbangkan.

4. Menganalisis Solusi yang Paling Potensial
Bagian dari proses pemecahan masalah adalah mengamati, menyelidiki, mempertimbangkan  berbagai faktor tentang tiap berbagai solusi pilihan yang potensial. Mengapa Anda pilih solusi itu? Atas dasar pemikiran apa? Apakah kekuatan argumentasi yang digunakan untuk menentukan solusi potensial itu? Apakah informasi yang diganakan sebagai dasar menentukan alternatif solusi itu valid? Tuliskan beberapa alternatif yang paling potensial dan tuliskan argumentasi pendukungnya.

5. Memilih Solusi terbaik dan menyusun rencana tindakan
Ini adalah bagian dari proses pemecahan masalah yang paling penting, memutuskan solusi terbaik.  Anda telah melihat alterntif yang dipilih  secara cermat dan dengan  penilaian yang hati-hati.  Tulislah, YA pada gagasan yang Anda tetapkan. Ingat selain mempertimbangkan secara rasional belajarlah menggunakan intuisi. Pengalaman hidup  juga akan membantu Anda menilai memilih alternatif solusil. Laksanakan solusi itu dengan merumuskan recana kegiatan selanjutnya

6.Melaksanakan kegiatan atau menerapkan solusi
Bagian dari proses yang tidak kalah penting adalah menuliskan apa yang akan Anda lakukan selanjutnya. Sekarang bahwa Anda memiliki solusi yang potensial, kini kerjakan apa yang seharusnya Anda kerjakan. Pastikan bahwa masalah satu masalah selesai,

7. Mengevaluasi Solusi

Anda perlu melihat kembali apa sesungguhnya tujuan Anda? Atau, apakah sesungguhnya yang ingin anda capai? Apakah tujuan tercapai? Jika belum,  Apa sesungguhnya penghambatnya?  Apakah Anda menentukan berbagai langkah untuk mengatasinya? Silakan selesaikan masalah berikutnya.

Mengasah Keterampilan Memecahkan Masalah Dalam Pembelajaran

Pembelajaran berbasis masalah dikenal dengan istilah problem based learning (PBL), pada awalnya dirancang untuk program graduate bidang kesehatan oleh Barrows (1988) yang kemudian diadaptasi untuk program akademik kependidikan oleh Stepein Gallager (1993). PBL ini dikembangkan berdasarkan teori psikologi kognitif modern yang menyatakan bahwa belajar suatu proses dalam mana pembelajar secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksinya dengan lingkungan belajar yang dirancang oleh fasilitator pembelajaran[4].

Penyampaian  materi pelajaran dikemas dalam pendekatan belajar problem solving yang berkenaan dengan SK dan KD yang akan guru ajarkan. Indikator pencapaian kompetensi dapat menggunakan contoh pernyataan berikut:

  • Mengidentifikasi masalah……………..
  • Mendefinisikan masalah ………………..
  • Merumuskan tujuan pemecahan masalah…..
  • Menyusun tabel untuk mengimpun  informasi atau pengetahuan yang penting tentang  masalah………..
  • Menyusun tabel alternatif pemecahan masalah……..
  • Menetukan  satu alternatif paling potensial untuk memecahkan msalah
  • Melakukan kegiatan pemecahan masalah…….
  • Melakukan evaluasi atas keberhasilan pemecahan masalah……..

Manfaat pembelajaran dengan pendekatan pemecahan masalah bermanfaat untuk:

  • Menguji apa yang siswa ketahui.
  • Menemukan apa yang sesungguhnya perlu siswa pelajari.
  • Mengembangkan keterampilan siswa terampil berpikir dalam level kognitif tinggi.
  • Meningkatkan kompetensi berkomunikasi lisan maupun tertulis.
  • Merumuskan pernyataan untuk mempertahankan pendapat atau menyatakan tidak setuju dengan argumen yang kuat.
  • Meningkatkan fleksibelitas dalam mengelola informasi dan menyaring informasi yang diharapkan.
  • Mengembangkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis.

Model Langkah Kegiatan Mengajar

  • Tentukan topik pembelajaran   sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada silabus dan RPP.
  • Membahas ulang tujuan pembelajaran dengan target waktu kepada siswa sesuai dengan RPP.
  • Mengeksplorasi masalah
  1. Gerakan siswa untuk berdiskusi dalam merancang  masalah.
  2. Doronglah siswa untuk mengeksplorasi sumber informasi.
  3. Dengan berbekal informasi Guru memperkenalkan kepada siswa tentang pernyataan masalah yang jelas dan tidak jelas.
  4. Masalah yang jelas memiliki tujuan yang jelas, terukur, tersedia sumber informasi untuk merumuskan solusinya dan rumusan solusi dapat dilaksanakan.
  5. Bimbinglah siswa mengeksplorasi sumber informasi yang relavan dengan masalah
  • Meyusun Daftar Informasi, Mulailah dari “ Apa yang siswa ketahui?’
  1. Apa yang siswa ketahui tentang masalah?
  2. Infomasi itu Siswa peroleh dari mana?
  3. Apakah informasi itu relevan dengan masalah yang dibahas?
  4. Apakah informasi itu terpercaya?
  • Merumuskan dan menuliskan  pernyataan masalah dengan kata-kata yang dapat siswa tuliskan.
  1. Susun pernyataan masalah dalam format daftar masalah masalah yang sudah guru siapkan.
  2. Jika murid tampak  tidak banyak mengetahui tentang bagaimana masalah dipecahkan, berilah tantangan yang menarik dengan mendorong mereka untuk menggali informasi
  3. Pernyataan masalah sebaiknya dikembangkan oleh siswa berdasarkan hasil analisis pemecahan masalah.
  4. Tegaskan apa sesungguhnya ingin siswa kuasai?.
  5. Penyusunan pernyataan masalah dapat diperoleh dilakukan dengan cara membuat  kesepakatan dalam kelompok.
  6. Kaji kembali ‘apakah masalah sesuai dengna tujuan pembelajaran yang hendak dicapai?”
  • Menganalisis masalah

Ujilah masalah yang telah siswa tentukan kriteria dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Masalah apa yang para siswa pilih?
  2. Apa sesungguhnya  yang Anda ketahui tentang masalah itu?
  3. Apa yang tujuan memecahkan masalah itu?
  4. Apa manfaat memecahkan masalah itu?
  5. Ada berapa banyak solusi yang dapat anda pilih untuk memecahkan masalah itu?
  6. Deretkan sejumlah solusi pada format yang telah guru siapkan.
  • Memilih Cara Memecahkan Masalah
  1. Perhatikan format solusi yang telah siswa isi.
  2. Tentukan cara memecahkan masalah yang paling potensial?
  3. Mengapa pemecahanan masalah itu paling potensial?
  4. Elaborasi argumentasi yang mendukung memilih alternatif pemecahan masalah yang paling potensial?
  5. Setelah didiskusikan dengan matang, putuskan solusi yang terpilih.
  6. Tetapkan langkah-langkah untuk melaksanakan pemecahan masalah.
  • Melaksanakan kegiatan memecahkan masalah
  1. Siapkan tabel yang berisi kegiatan dan waktu pelaksanaannya.
  2. Gunakan informasi untuk memecahkan masalah?
  3. Tentukan langkah yang lebih dulu dan kegiatan belakangan?
  4. Laksanakan kegiatan? Perhatikan hasilnya, apakah sesuai dengan yang diharapkan?
  • Menggunakan informasi dan data dalam memecahkan masalah
  1. Himpun data dan infomasi yang relevan dengan masalah yang sedang dipecahkan.
  2. Diskusikan sumber ketepatan sumber yang digunakan.
  3. Komformasikan data atau informasi jika diperlukan.
  4. Gunakan informasi dan data untuk merumuskan teknik memecahkan masalah.
  5. Menyusun kesimpulan
  • Mempresentasikan dan mempertahankan kesimpulan
  1. Sebelum presentasi dimulai ingatkan kembali siswa pada tujuan pemecahan masalah yang mereka harapkan.
  2. Ingatkan indikator dan kriteria keberhasilan
  3. Presentasikan hasil kegiatan siswa.
  4. Tampilkan masalah yang siswa bahas dan solusi yang mereka tetapan
  5. Gambarkan secara ringkas kesulitan yang siswa hadapi dalam memcahkan masalah yang mereka pilih.
  6. Sajikan hasil pekerjaan di depan kelas agar dapat membantu semura orang belajar dan memperoleh pengetahuan dan menikmanti sajian hasil pemecahan masalah.d
  7. Jika mungkin, berikan tantangan yang lebih tinggi kepada penyaji terbaik.
  8. Berikan apresiasi dan hargai penyaji, sajian, kreativitas, daya inovasi daya akurasi, penggunaan teknologi, pengguna sumber belajar terbaik.
  • Produk Belajar yang Dinilai

Komponen yang dinilai harus sesuai dengan tujuan pebelajaran. Penilaian dapat dilakukan terhadap:

  1. Merumuskan  pernyataan masalah
  2. Menyajikan informasi yang siswa kuasai tentang masalah.
  3. Menuliskan sejumlah alternatif solusi.
  4. Memilih solusi yang paling potensial
  5. Mengungkapkan argumentasi yang relevan secara tertulis
  6. Menetapkan langkah pemecahan masalah dengan menggunakan data dan informasi.
  7. Menggambar diagaram langkah pemecahan masalah.
  8. Mengusai ragam data untuk memecahkan masalah.
  9. Menilai pemenuhan kreteria pencapaian tujuan.
  10. Menyajikan kesimpulan.
  11. Menguasi teknologi dalam presentasi.
  12. Menyampaikan inforamsi secara lisan dengan efektef.
  13. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam memecahkan msalah.
  • Rayakan Pencapaian Mutu Belajar Siswa
  1. Pada saat penutupan belajar rayakan prestasi yang siswa capai.
  2. Sebarluaskan informasi sukses belajar siswa melalui media publikasi seperti web sekolah.

Selamat mencoba menerapkannya.


[1] John R. Anderson, 2002. Problem Solving and Learning, Department of Psychology, Carnegie Mellon University, Pittsburgh, PA 15213, USA, http://www.sciencedirect.com/science?

[2] Wikipedia; en.wikipedia.org/wiki/Problem_solving

[3] http://www.gdrc.org/decision/problem-solve.html

[4] Ni Made Suci, 2008. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntasi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Undiksha, JPPP, Lembaga Penelitian Undiksha. Bali.

One Comment »

  • dian says:

    pengen dapetin referensi nya yang john anderson,,
    susah dapetin nya, harus bayar..

    kebetulan skripsi saya tentang analisis keterampilan problem solving siswa.
    *moohoon bantuannya

    ni artikel bagus banget,,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments