Topik Utama »

June 17, 2013 – 6:57 am | 68

Kurikulum boleh berubah berulang-ulang, namun apabila guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah tidak berubah maka hasilnya akan sama saja. Seperti yang telah kita alami sebelumnya, perubahan kurikulum hanya sebatas dokumen. Pergeserannya tidak mengubah banyak prilaku …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Pembelajaran

Mengapa Sekolah Kami Belum Sebaik Yang Lain?

Submitted by on August 3, 2009 – 11:41 pm2 Comments | 120

Proses memperbaiki  atau membangun struktur pengetahuan bermula dari pertanyaan. Jika Anda bertanya, mungkin karena belum mengetahui sesuatu atau ingin menggali pemahaman orang agar mengetahui sesuatu. Pertanyaan dapat mengeksplorasi informasi. Pertanyaan ada karena ada harapan atau kegagalan. Kegagalan dapat memaksa kita betanya, tapi harapan dan kegagalan boleh jadi bukan satu-satunya pendorong bertanya.  Tatkala kita duduk pun  bisa muncul pertanyaan  sebagai masalah baru. Masalahnya sederhana,” Mengapa sekolah kami belum sebaik yang lain?” Jawabannya, panjang dan berliku. Kalau kita tidak pernah bertanya sesungguhnya kita tidak tahu atau tidak mau tahu.

Sekolah bermutu?

Mutu itu memenuhi kriteria atau persyaratan. Mutu itu  proses yang baik. Mutu adalah kebisaan unggul sehingga menjadi tradisi yang baik. Sekolah bermutu memiliki keunggulan produk yang lebih baik dan melaksanakan proses pengelolaan sesuai dengan standar sehingga memberikan kepuasan lebih pengguna layanan. Sekolah bermutu selalu memastikan bahwa proses dan produk belajar siswa sesuai dengan target kinerja pendidik. Sekolah yang bermutu selalu yakin bahwa pendidik dan siswa berpotensi  tinggi sehingga berpeluang meraih  prestasi  yang tertinggi. Dan, menghargai setiap prestasi dengan cara yang tepat. Fenomena ini bagian dari pengembangan budaya mutu.

Harapan Ideal

Pengelola sekolah berharap memiliki sekolah sebagai tempat belajar yang sehat, rindang, didukung dengan bangunan yang kokoh, indah dan  megah.

Memiliki murid berakhlak baik, berpakaian rapih, sehat, dinamis, pandai, rajin belajar dan bekerja, berdisiplin serta terampil mengembangkan kerja sama. Sekolah juga diminati oleh kelompok masyarakat ekonomi kuat, partispatif, dan memiliki cita-cita yang tinggi. Lulusannya terintegrasi pada perkembangan ilmu pengetahaun dan teknologi, berada pada lini terdepan pada dinamika kehidupan, mendapat kedudukan terhormat di masyarakat, mampu bersaing hidup di dalam maupun di  luar negeri.

Pengelola sekolah adalah guru-guru dan staf TU yang sehat, ceria, suka bercanda, terikat pada rasa kekeluargaan, selalu belajar, berdisiplin, ihlas bekerja keras. Memiliki keyakinan bahwa sekolahnya, pendidiknya, tenaga kependidikannya, serta siswanya dapat mewujudkan prestasi terbaik  dalam memenangkan persaingan.  Mereka berjuang meningkatkan citra  bersama-sama serta bangga dan selalu mensyukuri setiap kebaikan yang dapat mereka wujudkan.

Keberhasilan sekecil apa pun mereka hargai dan mereka rayakan dengan cara yang membesarkan semangat untuk meraih prestasi berikutnya yang  lebih baik. Juga, saling menghibur tatkala mendapatkan kegagalan. Kepala sekolahnya memiliki cita-cita yang tinggi dan selalu berusaha bersama-sama  mengubah visi jadi aksi mengukir cita-cita menjadi fakta.

Sekolah berkembang menjadi tempat semua orang dapat belajar, semua orang bekerja untuk merencanakan, mengendalikan proses kegiatan,  memonitor proses, serta mengevaluasi yang didukung dengan sistem informasi yang dikembangkan dan  disempurnakan dari waktu ke waktu sesuai dengan tumbuhnya kecakapan penggunanya yang selalu terbarukan belajar tanpa henti. Pelaksanaan tugas sehari-hari menjadi pelajaran terbaik dalam menyempurnakan hasil dan perbaikan berikutnya.

Sekolah dapat menciptakan suasana sekolah sebagai tempat semua orang belajar, mengembangkan proses pembelajaran yang mendorong semua orang aktif dan kreatif dengan mengerahkan seluruh daya yang sekolah miliki untuk meningkatkan potensi dan prestasi belajar siswa. Idaman yang tidak kalah penting adalah terbentuknya kultur sekolah yang mampu meningkatkan daya guna bahasa Inggris dan dan internet tidak sekedar atribut formal untuk memenuhi kriteria administrasi, namun nyata hidup dalam aktivitas sehari-hari.

Mewujudkan harapan semacam itu sangat tidak mudah. Buktinya masih banyak sekolah yang memiliki program pembaharuan, namun strategi yang dipilihnya tumpul, tidak membuat sekolahnya berkembang. Hasil yang diperoleh dari proses perubahan malah menjadi konflik semua dengan semua. Penggunaan uang menjadi sumber kecurigaan antar kelompok dan sanggup mengganjal tumbuhnya semangat kerja sama. Program yang telah tersusun cukup menjadi dokumen pajangan, menjadi syarat administrasi pengawasan. Sekolah tak banyak berubah sekali pun  memiliki guru sama banyaknya, sama latar belakang pendidikannya, sama gajinya, sama kotanya, sama besar kesulitan yang dihadapinya. Tapi apa yang membuatnya menjadi berbeda? Ini menjadi masalah yang selalu menarik untuk dicari jawabannya.

Apa Kata Teori?

Hasil studi College of Education Universitas Maryland (2009) menyatakan bahwa sekolah efektif meningkatkan mutu sehingga dapat mewujudkan harapan sesuai dengan targetnya memiliki beberapa karakteristis yang khas. Ada pun indikator sekolah efektif sebagai berikut:

  • Memiliki pernyataan visi-misi dan tujuan yang jelas. Indikator pencapaian visi-misi dan target keberhasilannya tidak hanya hidup pada angan-angan. Pernyaataan visi-misi sekolah tulis. Sekolah memahmi pula strategi meraihnya. Cita-cita besar dijabarkan pada aktivitas kecil dalam kehidupan sehari-hari, ke dalam aktivitas siswa dan guru dalam kelas dan di luar kelas, aktivitas seluruh warga di dalam maupun ketika berada di luar sekolah.  Seluruhnya daya dan aktivitas sekolah diarahkan untuk mewujudkan visi dan misi dalam kerangka mewujudkan tujuan sekolah.
  • Memiliki sumber dana yang kuat, melakukan investasi berkelanjutan, dan memanfaatkan sumber daya secara efektif. Seluruh aktivitas pendidikan memerlukan biaya. Seluruh aktivitas pendidikan  adalah proses adaptasi berkelanjutan, tanpa henti, karena kehidupan selalu berubah tiap saat. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang mempengaruhi beragam  aktivitas hidup. Sekolah adalah investasi.  Mengelola sekolah memerlukan investasi dalam bentuk tanah, bangunan, peralatan dan sumber daya manusia. Sekolah efektif melakukan investasi secara efisien.
  • Menciptakan peluang tiap hari untuk mewujudkan ketuntasan belajar dan prestasi siswa. Peluang belajar dikembangkan melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur melalui pentahapan. Kegiatan utama sekolah adalah memfasilitasi siswa mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan target yang sekolah tetapkan. Sekolah yang efektif memiliki standar ketuntasan yang tinggi. Tiap hari membangun kebersamaan mencapai target mutu. Seluruh . Seluruh warga memenuhi kewajiban, bekerja keras, dan  memenuhi ketentuan, ini bukti tanggung jawab. Selebihnya, memperoleh hasil terbaik sebagai bagian dari akuntabilitas sekolah.
  • Melaksanakan evaluasi program dengan menggunakan berbagai alat ukur. Evaluasi berkaitan dengan proses pengukuran produk kegiatan dibandingkan dengan target mutu yang diharapkan. Yang diukur adalah proses pekerjaan dan hasil pekerjaan.  Proses pekerjaan dilihat dari dimensi manajemen meliputi proses perencanaan, kegiatan, dan evaluasi.  Kegiatan utamanya pada seputar pengumpulan informasi dan penafsiran. Penilaian proses  berkaitan dengan pengukuran terhadap prosedur operasional. Penafsiran berkitan dengan penentuan tingkat keberhasilan. Sekolah yang efektif memiliki data terpercaya.  Perbaikan  program bermula dari data. Perangkat evaluasi, dokumen hasil evaluasi, dan  data hasil evaluasi menjadi sistem informasi pengambilan keputusan.
  • Mendapat dukungan orang tua siswa, keluarga, masyarakat, dan ada keterlibatan pelaku bisnis. Pada saat ini banyak sekolah terbelenggu  sistem yang membatasi kewenangan sekolah untuk mendapatkan dukungan orang tua siswa, masyarakat, dan pelaku bisnis karena sekolah dilarang meminta sumbangan. Sekolah efektif selalu memiliki peluang mendapatkan dukungan. Dukungan selama ini hanya diartikan dengan bagaimana sekolah memperoleh bantuan dana atau material. Yang belum digali kekuatannya adalah sekolah mendapat bantuan program yang didukung dengan sistem tata kelola masyarakat dan pelaku bisnis. Pada sekolah tertentu yang berperan sebagai pusat pergerakan kegiatan adalah orang tua. Contoh, siswa diminta untuk mengirim siswa mengikuti program bina antar budaya melalui pertukaran pelajar.
  • Melakukan pengembangan staf berkelanjutan. Mengembangkan sistem sekolah sebagai masyarakat pembelajar merupakan intinya. Membangun struktur belajar dari semua dan dapat mengajari semua merupakan salah satunya. Tenaga pendidik belajar dari yang lain, bukan sesuatu yang istimewa, namun menjadi kewajiban untuk dilaksanakan. Bisa terja pula, guru mendapat pelajaran dari siswa, sekali pun tidak dalam bentuk interaksi pembelajaran formal. Sekolah yang efektif membuat seluruh warga tak berhenti belajar, menyediakan sumber informasi belajar, mengembangkan program pelatihan, dan belajar dari pelaksanaan tugas merupakan faktor penting yang warga sekolah perlukan.
  • Menggantungkan harapan yang tinggi kepada para siswa serta seluruh staf dengan didukung dengan  interaksi, komunikasi, dan kolaborasi yang berproses secara efektif antara seluruh anggota komunitas. Sekolah yang efektif memiliki warga yang memiliki harapan yang tinggi. Menggantungkan harapan yang tinggi pula terhadap siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan. Warga sekolah mewujudkan harapan yang tinggi melalui interaksi, komunikasi, dan kolaborasi yang bergulir untuk menyempurnakan dan mempertinggi derajat bangun sosial sekolah yang kompak dalam meningkatkan prestasi.
  • Memiliki dukungan pelayanan seperti minuman, makanan, dan pelayanan kesehatan. Sekolah yang efektif memiliki program yang dapat mendorong orang tua siswa memberikan makanan yang sesuai dengan standar. Pada sekolah yang dapat mengintegrasikan pemberian makanan langsung dapat mengatur pola makan siswa pada sekolah berasrama, memperlakukan manakan sebagai bagian dari sumber daya untuk menunjang peningkatan kesehatan untuk berprestasi. Sekolah yang tidak memiliki kewenangan langsung mengatur makanan, membuat kebijakan khusus agar makanan yang siswa konsumsi, minuman yang siswa serap sesuai dengan standar untuk mendukung tingkat kesehatan fisik yang prima.
  • Lingkungan yang kondusif, tak ada toleransi terhadap peredaran obat terlarang, narkotika, dan respek terhadap keragaman budaya dan masyarakat. Sekolah yang efektif  memiliki daya tahan mencegah berdarnya obat terlarang. Lingkungan yang diciptakan berkarakter religius, penuh dengan aktivitas yang terkait langsung pada penguatan keimanan dan akhlak mulia,  Aktivitas yang mengembangkan daya kreasi dan inovasi merupakan salah satu kiat lain untuk mengembangkan daya tahan sekolah. Sebaliknya semakin longgar waktu siswa untuk menentukan kegiatan sendiri-sendiri makin besar peluang berkembanya narkoba. Oleh karena itu daya tahan itu ada pada integritas bangun sosial yang religius, padatnya aktivitas kolaboratif, membangun kebanggaan berprestasi, dan kebersamaan sehingga dapat mencegah anggota yang tercecer sehingga berintegrasi pada komunitas  di luar sekolah.
  • Memiliki  ruangan yang nyaman, fasilitas yang mendukung proses belajar efektif, dan teritegrasi pada  berbagai perangkat teknologi. Kenyamanan tidak selalu berarti mewah. Kenyamanan tidak selalu ruang yang ber-AC. Kenyamanan adalah terjaganya ruangan sebagai tempat belajar siswa yang bersih. Ruang kelas yang memiliki sistem pencahayaan yang mendukung efektifnya penglihatan, yang mendukung ketersediaan oksigen, yang memungkinkan konsentrasi siswa terpusat pada rangsangan yang diperagakan karena pendengaran siswa tidak diganggu suara yang tidak dikendalikan. Fasilitas penting yang perlu siswa gunakan adalah membangun ruang kelas dunia, langit-langit kelas diterobos teknologi. Dengan menggunakan sistem pembelajaran berbasis internet secara otomatis siswa terintegrasi pada sistem informasi dunia, namun tetap dekat dengan pohon, keindahan taman, dan interaksi sosial yang damai dan harmonis.
  • Memiliki komite sekolah dan  orang tua siswa yang memberikan dukungan kritis dalam pengambilan keputusan. Sekolah yang efektif memiliki program sosialisasi dan publikasi. Meningkatkan peran orang tua siswa mejadi salah satu targetnya. Sebagian kegiatan diserarahkan pada orang tua campur tangan sekolah.  Dasar pemikirannya adalah orang tua siswa berhak memberikan apa pun kepada anak-anaknya untuk berkembang, termasuk biaya tambahan untuk melakukan kegaitan apa  pun yang mereka setujui, sekolah tak usah mencampuri urusan mereka dalam hal pembiayaan, yang sekolah arahkan adalah bagaimana orang tua dapat mengarahkan siswanya  untuk mencapai target mutu yang diharapkannya.
  • Kepala sekolah bertindak sebagai pimpinan pembelajaran. Kepala sekolah yang efektif adalah yang berhasil memfasilitasi siswa belajar dan guru mengajar.  Kompetensi guru dikembangkan melalui program pengingkatan profesi yang  fokus pada meningkatnya penguasaan ilmu pengtahuan dan keterampilan terbaik yang membuat siswa meningkatkan potensi dirinya. Kepala sekolah membangun suasana sekolah sebagai tempat siswa belajar dan menjadikan sekolah sebagai masyarakat pembelajar.
  • Pelaksanaan pembelajaran tepat waktu dan mengoptimalkan penggunaan waktu yang  diarahkan guru. Sekolah efektif menggunakan waktu secara efisien. Mengarahkan prioritas programnya untuk mengembangkan melek baca dan melek ilmu pengetahuan. Sekolah membudayakan  penggunaan waktu sebanyak-banyaknya secara penuh, aktivitas utamanya adalah membaca, menulis, dan berkreasi. Datang dan pulang tepat waktu. Menggunakan waktu yang telah ditentukan dengan penuh tanggung jawab,  selalu on time dan full time.

Referensi:

www. education. umd.edu/k-16/effectiveSchools/summary.html

Tags: ,

2 Comments »

  • Lida Hasanah says:

    Assalamualaikum, pa rahmat alhamdulilah akhirnya sempat juga browsing website bapa, terima kasih ya pa, insya Allah sudah ada sedikit jawaban dari PR yang bapak berikan pada saya dan Bu Lia..

  • I’d be inclined to play ball with you here. Which is not something I typically do! I enjoy reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to speak my mind!

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments