Topik Utama »

May 7, 2013 – 10:18 am | 7 Comments | 1,792

Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.
Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Pembelajaran, Uncategorized

Konteks KTSP : Menjawab Tantangan Abad-21

Submitted by on September 18, 2011 – 2:34 pm3 Comments | 1,110

Penyelenggaraan pendidikan nasional sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional “ harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.”

Dinyatakan pada pasal 36 ayat 3 bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan (1) tuntutan dunia kerja; (2)  perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; ( 3) dinamika perkembangan global;

Pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja.  (Panduan Penyusunan KTSP BSNP).

Prinsip-prinsip dasar penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi standar sebagaimana yang ditetapkan dalam Pemendiknas Nomor 23 tahun 26 tentang SKL (186).

Keterampilan Abad 21

Keterampilan belajar abad-21 merupakan produk kolaborasi tim kerja tingkat dunia yang mengidentifikasi sejumlah keterampilan penting yang diperlukan dalam dunia ekonomi berbasis pengetahuan.

Tim beranggotakan lebih dari 250 orang peneliti dari 60 lembaga dari seluruh dunia dengan tugas “membuat model keunggulan pembelajaran yang dapat menjawab tantangan abad milenium.” Konsep yang mereka rumuskan dalam keterampilan Abad 21 (Partnersip for 21- P21) yang diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan Amerika.

Tim tim kerja P-21 merupakan tim yang unik, terdiri dari unsur Departemen Pendidikan Amerika, International Society for Technology in Education (ISTE), Microsoft, Apple, DELL dan Cisco. DoE yang mengorganisasikan kegiatannya mulai tahun 2002.

Hasil karya mereka selanjutnya digunakan untuk memperbaiki pendidikan USA terutama pada pendidikan formal dalam perbaikan pedagogis, pengembangan kurikulu dan penilaian yang lebih komprehensif. Konsep reformasi ini difokuskan pada perbaikan mutu pembelajaran Keterampilan Abad 21 (459) dengan lebih menekankan pada fungsi pendidikan sebagai wahana untuk meningkatkan keterampilan siswa beradaptasi pada kehidupan di jamannya.

Adapun keterampillan itu meliputi empat kategori besar yaitu (1) meningkatkan  akademik (2) meningkatkan keterampilan belajar dan berinovasi, (3) Meningkatkan keterampilan mendayagunakan informasi, media, dan teknologi informasi komunikasi (TIK) (4) meningkatkan keterampilan hidup dan berkarir.

Anasilis Komparatif SKL dengan Keterampilan Abad-21

Perbandingan antara SKL Menurut Permendiknas nomor 23 tahun 2006 dengan berbagai komponen yang wajib dipenuhi dalam penyelenggaraan pendidikan formal Amerika dapat dilihat dalam Perbandaingan SKL SMA dengan Keterampilan Abad Ke-21 (133)

Indonesia memiliki karakter khusus yaitu memasukkan unsur keimanan sebagai nilai dasar sedangkan Amerika memasukan nilai ekonomi sebagai tujuan. Bagi Indonesia nilai-nilai di luar keimanan ditempatkan sebagai faktor penunjang untuk mencapai kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.

Hal tersebut berpengaruh kuat pada sasaran pengembangan karakter. Amerika lebih mementingkan pengembangan keterampilan berinteraksi dengan dunia sementara Indoneisa lebih berkonsentrasi pada kepentingan internal bangsa. Amerika menetapkan target itu karena mereka telah berhasil membangun nilai dasar kebangsaannya.

Apabila sistem pendidikan Indonesia dapat ditingkatkan kecerdasannya maka nilai dasar itu telah  berkembang lebih baik sehingga dapat segera menyetarakan dalam pengembangan keterampilan interaksi dalam lintas budaya internasional

Dalam bahasa yang berbeda SKL dan keterampilan P-21 memiliki kesamaan untuk mengembangkan keterampilan mengarahkan diri, belajar mandiri. Untuk itu dalam keterampilan P-21 lebih tegas melalui penetapan keterampilan belajar sebagai salah satu fokus yang perlu ditingkatkan.

Dengan demikian fokus utama pengembangan keterampilan dalam belajar sekurang-kurangnya meliputi (1) keterampilan belajar meliputi aspek kreasi, berpikir kritis, inovasi, dan pemecahan masalah (2) keterampilan menggunakan pengetahuan atau infomasi (3) keterampilan mendayagunakan media, (4) keterampilan mendayagunakan TIK (5) keterampilan mengarahkan diri (6) keterampilan berkolaborasi dan  (7) keterampilan memimpin.

Apa Yang Perlu Sekolah Lakukan?

Apabila sekolah dapat memenuhi amanat undang-undang untuk meningkatkan kesiapan siswa masuk dunia kerja pada konteks internasional, maka tak ada pilihan lain selain meningkatkan kesiapan sekolah untuk mengadopsi berbagai keterampilan yang telah dirumuskan menjadi bagian dari penyempurnaan KTSP.

Masalahnya, jika siswa tidak disiapkan pun, mereka mau tidak mau akan menghadapi tantangan hidup abad milenium itu  dalam dunia kerja.

Kini secara realistik sekolah menghadapi tantangan untuk mengembangkan kebijakan terutama mereviu SKL yang disesuikan dengan keterampilan Abad 21. Salah satu langkah penting adalah memasukan itu dalam perumusan KTSP, mengembangkan SKL dengan pengayaan keterampilan Abad 21 secara bertahap.

Untuk itu perlu ditetapkan pula kebijakan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, dan penilaian.

Keterampilan guru perlu dikembangkan agar lebih adaptif terhadap banyaknya penemuan baru, perkembangan teknologi, “revolusi pengetahuan”, “ekonomi global serta “perubahan lingkungan”, yang perlu sekolah pikirkan. Sekolah perlu mendorong guru untuk mengembangkan ide-ide baru dalam merekayasa sistem pembelajaran, dan pelatihannya agar dapat melayani kebutuhan siswa pada abad ini.

Ruang lingkup pemikiran mengenai penyiapan keperluan belajar pada abad ke-21 telah mendorong “bentuk dan fungsi pendidikan dan pembelajaran” dalam ruang lingkup sistem pendidikan yang sangat luas.

Pengembangan gagasan ini semakin penting agar sekolah dapat mengembangkan program dan mengubahnya menjadi tindakan nyata yang didasari dengan keyakinan bahwa belajar harus memanfaatkan teknologi yang terintegrasi dengan operasional pedagogies serta didukung pula dengan hasil penelitian terbaru tentang bagaimana orang belajar yang dapat  membangun  karakteristik generasi muda yang lebih terampil. Hal ini mendorong sekolah untuk lebih mempertajam fungsi guru sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih.

Kebijakan sekolah dalam hal ini perlu lebih tegas dalam menentukan program peningkatan mutu  dalam (1)  Penentuan dan pemenuhan standar (2) Pengembangan kurikulum dan Pembelajaran (3) Pengembangan kemampuan profesi guru dan (4) lingkungan belajar.

Berkenaan dengan itu maka langkah awal yang penting adalah  menentukan indikator, menentukan target pencapaian. dan menentukan instrumen pengukuran ketercapaian untuk memenuhi standar.

Langkah persiapan melalui pengembangan KTSP yang direview dalam tiap tahun untuk menyesuaikan dengan kebuhan pengembangan kompetensi siswa agar dapat beradaptasi dengan  perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dinamika ekonomi, dan dunia kerja.

Hal yang tidak kalah penting adalah menyiapkan pembelajaran yang efektif. Efektivitasnya diukur dengan pencapaian kompetensi lulusan sebagaimana target yang sekolah tetapkan.

Pembaharuan yang diharapkan sekecil apa pun perlu didukung dengan meningkatnya keterampilan guru untuk melasanakannya. Proses penyempurnaan KTSP untuk menjawab tantangan abad-21, mengandung konsekuensi bagi sekolah untuk memprogramkan peningkatan mutu profesi guru yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Pada SMA RSBI penyempurnaan KTSP agar memenuhi standar mutu lulusan yang setara dengan mutu lulusan sekolah unggul taraf internasional, keterampilan Abad-21 dapat menjadi salah satu model materi pemerkaya sifat keinternasional sekolah terutama dalam mewujudkan target SKL yang berdaya saing pada tingkat internasional.

Jika itu dilakukan maka sekolah perlu memilih terlebih dahulu sejumlah keterampilan yang sesuai dengan keperluan siswa belajar pada satuan pendidikan masing-masing. Prestasi sekolah akan ditentukan dengan seberapa banyak komponen yang dapat diadosi dan seberapa tinggi mutu dapat disetarakan dengan kriteria mutu keterampilan abad 21.

Mutu keinternasional sekolah terletak pada tingat kesesuaian mutu lulusan sekolahnya yang memenuhi Kompetensi Lulusan sebagaimana yang sekolah targetkan dibandingkan dengan kriteria keterampilan Abad-21. Mutu lulusan terbaik adalah yang memenuhi keterampilan dunia kerja dan perkembangan ekonomi Indonesia dalam konteks perkembangan ekonomi global.

Referensi:

Published on: Sep 18, 2011

3 Comments »

  • vanderbloor says:

    kurikulum dikembangkan mengacu pada perkembangan Iptek dan karakter.budaya bangsa itu bagus, tetapi yang terjadi meskipun sudah di upgrade pelaksana kurikulum dan pemangku kibijakan nampaknya juga belum berubah, masih prilaku dan budaya lama yang berkembang, bahkan yang baru berkembang itu cenderung yang negatif. Yang perlu dikembangpikirkan adalah bagaimana mengawal sebuah produk agar sinkron antara konsep dan pelaksanaan dilapangan sehingga menghasilkan produk baru yang kecil masalah. Trim

  • admin says:

    Setuju dengan pikiran itu, bukan cuma menggagas, namun menjamin pelaksanaan gagasan sesuai dengan yang diharapkan.

  • A.Ridallah says:

    Ass.Yang dibutuhkan oleh Indoneia saat ini adalah bagaimana bangsa ini dapat segera keluar dari kemiskinan. Salah satu penyebab kemiskinan bangsa ini karena sistem pendidikan kita belum mampu menjawab tuntutan masyarakat yaitu menyiapkan anak-anak yang terampil berwirausaha,calon pengusaha,dan mengembangkan kemandirian. Pendidikan saat ini lebih mementingkan mengembangkan keterampilan menjadi pekerja sehingga mengarahkan bangsa ini menjadi pekerja atau buruh. Sudah saatnya kini pendidikan yang berbasis kewirausahaan/inteurpreneurship ditingkatkan sejak sekolah dasar dalam rangka mengubah mindset anak-anak kita dari cara berpikir buruh menjadi wirausahawan. Kalau jumlah wirausahawan/ pengusaha kita bisa mencapai 8% saja, Insya Allah, negara ini akan keluar dari belenggu kemiskinan….

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments