Topik Utama »

May 7, 2013 – 10:18 am | 7 Comments | 1,785

Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.
Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Pengelolaan

Masalah dan Tujuan Penerapan Standar

Submitted by on March 6, 2011 – 3:32 pmNo Comment | 1,518

Terdapat tiga masalah utama yang sekolah hadapi dalam menerapkan dan memenuhi  standar nasional pendidikan (SNP) pada saat ini.  Pertama, bagaimana cara sekolah menerapakan standar pendidikan? Kedua, Bagaimana sekolah memilih indikator yang relevan dan adaptif dengan perkembangan iptek dalam konteks  lokal, nasional dan global? Dan, bagaimana sekolah menjamin bahwa penyelenggaraan yang dilakasanakannya  akuntabel?

Penerapan standar sebagai kondisi yang dinamis. Idealnya target yang ditetapkan makin lama, makin tinggi. Dalam beberapa waktu belakangan ini masalah  yang sedang sekolah hadapi makin jelas. Ternyata, menerapkan standar nasional pendidikan di Indonesia bukan perkara mudah.  Sebagian sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan  memiliki keterbatasan pemahaman dan  keterampilan  menerapkan standar. Dengan bergulirnya kebijakan  untuk menerapkan standar mutu sumber daya pendidikan  tidak berkembang dengan sendirinya.

Pendidik dan tenaga kependidikan memerlukan peningkatan pemahaman dan keterampilan menyusun visi-misi, tujuan, indikator yang terukur, melaksanakan program dengan yang memenuhi  prosedur operasional, melaksnakan pengukuran dan mengolah hasil pengukuran keberhasilan melaksnaakan  tugasnya.

Tiap keunggulan yang dicita-citakan perlu didukung dengan keterampilan mengembangkan  dokumen perencanaan, data atau bukti pelaksanaan kegiatan sehari-hari, maupun dalam pelaksanaan supervisi yang terintegasi dalam sistem belum tercermin dalam aksi nyata. Penjaminan mutu  menjadi isu penting dalam pelaksanaan kegiatan di sekolah yang perlu didukung dengan struktur informasi yang terkelola baik sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan perbaikan mutu.

Edward Sallis menyatakan bahwa peningkatan mutu harus dilaksanakan secara konsisten agar konsumen mendapat jaminan mutu pada  prosedur dan produk. Pernyataan ini menegaskan bahwa  mutu dan penerapkan standar itu  melekat pada proses dan produk. Keterlaksanaan kegiatan sesuai  yang memenuhi prosedur dan terwujudnya produk yang memenuhi kriteria harus benar-benar dipahami sebagai prinsip dasar dalam peningkatan mutu pendidikan.

Target mutu harus didefinisakan dengan jelas. Mewujudkan SKL (standar kompetensi lulusan) yang meraih prestasi kompetisi internasional sebagai puncak prestasi perlu dijabarkan dalam rumusan yang lebih spesifik dan  digambarkan pentahapannya. Sekolah harus  pandai menggambarkan pentahapan pencapaian target SKL dan pentahapan proses untuk meraih keunggulan yang disesuaikan dengan sumber daya yang sekolah miliki. Menetapkan target terlalu tinggi tanpa dukungan sumber daya yang memadai, bisa sekolah menjebak warga sekolah menjadi apatis.

Konsekuensi dari itu sekolah harus terampil menggambarkan target mutu dalam proses. Seperti halnya dalam proses pembelajaran sekolah perlu mendefinisikan lebih lanjut tentang pembelajaran yang  efektif, aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan; meningkatkan penguasaan informasi melalui siklus pembelajaran eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi; dan dalam kolaborasi dan kompetisi. Dari definisi yang sekolah kembangkan akan diperleh berbagai indikator yang  menunjukkan keunggulan yang harus diwujudkan.

Indikator pengalaman belajar  dan hasil belajar perlu digambarkan dalam kriteria kecukupan minimalnya sampai batas keunggulannya. Dalam hal ini sebaiknya sekolah memilih indikator yang paling penting dan dipastikan pula melalui penetapan berbagai standar tetap memberikan ruang kepada warga sekolah mengembangkan daya inovasinya. Hal ini penting untuk diperhatikan karena salah satu  kelemahan penerapan standar adalah kekakuan yang dapat membatasi kreasi dan inovasi.

Untuk mewujudkan kecukupan minimal mutu hingga keunggulan, sekolah perlu menyusun perencanaan, melaksanakan dengan prosedur yang terukur, serta  mengevaluasi secara berkala.

Peta proses peningkatan mutu pendidikan yang bertahap dan berkelanjutan, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global masih perlu dipikirkan lebih lanjut oleh para pemangku kebijakan karena secara empirik proses peningkatan mutu pada prosedur dan produk belum efektif.

Dalam prakteknya penerapan standar sebagai upaya penjaminan mutu tidak berjalan mulus. Banyak pihak yang seharusnya bertanggung jawab di bidang pendidikan bersikap skeptis terhadap efektivitas penerapan standar.  Akreditasi yang seharusnya dapat menjamin mutu pendidikan, tidak dapat membedakan dengan jelas antara sekolah yang benar-benar berprestasi dan yang hanya memenuhi bukti fisik dokumen sehingga seolah-olah satuan pendidikan benar-benar telah memenuhi seluruh kriteria mutu.

Karena kinerja wajib dibuktikan dengan bukti fisik, maka banyak asesor yang terperdaya dengan kelengkapan administrasi dan kehilangan daya pembeda antara sekolah yang memenuhi administrasi dengan sekolah yang akuntabel karena  dapat mewujudkan produk belajar yang bermutu.

Model Penerapan Standar dalam Prosedur dan Produk Belajar Pendekatan Inquiry:

Tujuan Penerapan Standar

Martabat suatu bangsa pada saat ini ditentukan kehandalan ahlak, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta inovasi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan berbagai produk industri yang kompetitif.

Penerapan standar nasional pendidikan bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

Penerapan standar menjadi isu penting dalam sistem penjaminan mutu agar proses penggelolaan pendidikan mengarah pada tujuan dan penerapan standar dapat memastikan bahwa pendidikan dapat meningkatkan daya kolaborasi dan kompetisi bangsa di tengah perkembangan global.


Referensi:

  1. Douglas B Reeves,  2002. The Leader’s Guide To Standards: A Blueprint for Educational Equity and Excellence, Jossey-Bass, A Wiley Imprint USA.
  2. Edward Deming, 1994.  W. The New Economics: For Industry, Government, Education, Cambridge, Mass: MIT Centre for Advanced Educational Services.
  3. Edward Sallis. 2002. Total Quality Management in Education, Third Edition, Taylor & Francis e-Library
  4. Iris R. Weiss, Michael S. Knapp, Karen S. Hollweg, and Gail Burrill, 2001. Investigating the Influence of Standards, A Framework for Research in Mathematics, Science, and Technology Education, Committee on Understanding the Influence of Standards in K-12 Science, Mathematics, and Technology Education, NATIONAL ACADEMY PRESS Washington, DC
  5. Permendiknas No 78/2009 tentang Pengelolaan Pendidikan Bertaraf Internasional
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tentang Standar Nasional Pendidikan
  7. Thomas L Weelen dan J. David Hunger, 1995. Stratgic Management and Business Policy, Addison-Wesley Publishing Company.Inc.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments