TOPIK UTAMA »

September 7, 2014 – 9:25 pm | 468

Difusi konsep kurikulum 2013 pada tahap awal pelaksananaan sudah selesai. Hampir seluruh pendidik telah terdampak oleh program pelatihan dan bergegas untuk menguasai konsep pembelajaran saintifik dan penilaian autentik. Program pelatihan telah memungkinkan sebaran konsep  kurikulum …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » BERITA, KEPALA SEKOLAH, TOPIK UTAMA

Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

Submitted by on July 10, 2012 – 4:31 pm21 Comments | 20,649

Pada  hari Senin tanggal 9 Juli 2o12 instrumen penilaian kinerja kepala sekolah hasil revisi tahun 2012 telah mendapat persetujuan Kepala Badan PSDM Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Syawal Gultom. Pada hari ini pula  instrumen segera dibawa ke dalam forum pelatihan yang diikuti oleh para widiaiswara sebagai penanda bahwa instrumen sudah mulai dapat digunakan untuk mengukur kinerja kepala sekolah.

Bersamaan dengan didifusikannya instrumen tersebut  GP menyajikan  untuk para pembaca gunakan dalam ruang lingkup yang lebih luas. Di bawah ini terdapat perangkat Instrumen, Pedoman Penilaian Kinerja, dan Overview yang dapat diunduh.

Instrumen penilaian kinerja kepala sekolah yang digunakan untuk memetakan kinerja kepala sekolah pada 50 item dalam dua dimensi yaitu manajerial dan supervisi seperti di bawah ini.
Terdapat 38 item yang mengukur kinerja kepala sekolah dalam bidang manajerial dan 12 item yang mengukur kinerja dalam bidang supervisi. Fokus utama pengukuran adalah tentang apa yang sesungguhnya yang kepala sekolah laksanakan dalam memenuhi standar  sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah pasal 12 menyartakan bahwa  penilaian kinerja tahunan dilaksanakan oleh pengawas sekolah/madrasah dan Penilaian kinerja empat tahunan dilaksanakan oleh atasan langsung dengan mempertimbangkan penilaian kinerja oleh tim penilai yang terdiri dari pengawas sekolah/madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah di mana yang bersangkutan bertugas.
Perangkat utama penilaian terdiri atas dua jenis, yaitu instrumen dan rubrik penilaian. Pada setiap item penilai medapat tantangan untuk memenutuskan ya dan tidak. Ya berarti kepala sekolah telah memenuhi standar dengan batas minimal telah memenuhi 70% dari kriteria yang seharusnya dipenuhi. Kurang dari itu maka kinerja dinyataan tidak memenuhi kriteria standar.
Salah satu teknik untuk menentukan pemenuhan 70% ialah penilai menghimpun sejumlah pernyataan yang menggambarkan adanya kesesuaian antara kriteria yang seharusnya dengan kenyataan yang sesungguhnya. Contoh pernyataan seperti di bawah ini menunjukkan sejumlah indikator operasional yang spesifik sehingga dapat dinilai ya atau tidak; seperti contoh di bawah ini.

No.

Indikator Operasional

Penilaian

Ya

Tidak

Kepala sekolah
1 Menjelaskan tujuan pelaksanaan EDS dengan benar

X

 2 Menerbitkan surat keputusan membentuk tim pelaksanaan EDS

X

 3 Memiliki instrument EDS

X

 4 Mengarahkan tim menggunakan instrumen untuk menghimpun data kinerja sekolah dalam pemenuhan  8 SNP

X

 5 Mengolah  data hasil EDS bersama dengan tim pelaksana

X

6 Merumuskan kesimpulan  hasil EDS

X

 7 Merumusan rekomendasi berdasarkan hasil EDS

X

 8 Mengecek keterlaksanaan rekomendasi untuk perbaikan program

x

 9 Menggelar pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan mengevaluasi hasil EDS

x

 10 Menggunakan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan program tahunan  berikutnya.

x

Tabel di atas menunjukkan terdapat tujuh pernyataan spesifik yang terpenuhi dan tiga yang belum terpenuhi. Jika bukti fisik yang diperoleh seperti itu, maka penilai dapat menyatakan ya. Konsekuensi dari ketentuan tersebut penilai wajib menghimpun bukti fisik yang membuktikan bahwa kepala sekolah  melaksanakan tugas sesuai dengan standar dengan memenuhi batas minimal.
Untuk menentukan pernyataan spesifik yang memuat indikator operasional bahan pertimbangan, penilai perlu menggunakan rubrik sebagai acuan.  Dalam hal ini rubrik sangat penting untuk menentukan fisik yang seharusnya terjaring.
Teknik penjaringan data yang membuktikan bahwa kepala sekolah melaksanaan kegiatan dapat menggunakan teknik  pengamatan, wawancana, dan studi dokumen. Sumber data yang dapat menunjang kelancaran ini dapat berupa penjelasan kepala sekolah mengenai profil sekolah, bahan presentasi kepala sekolah, dokumen yang mendukung pengakuan kepala sekolah, hasil wawancara dengan pendidik atau tenaga kependidikan, hasil wawancara dengan orang tua siswa atau komite sekolah, serta hasil pengumpulan informasi dari siswa.
Contoh catatan bukti otentik yang dapat pengawas jaring  dalam membuktikan  bahwa kepala sekolah “Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan” dapat dilihat pada contoh instrumen di bawah ini.
Dokumen RKJM, RKT/RKAS yang disepakati pemangku kepentingan,  tujuan kegiatan terukur, memenuhi skala prioritas, pengalokasian anggaran jelas, meliputi 8 SNP, instrumen evaluasi program dan/atau EDS. Mengolah data hasil evaluasi diri sekolah sebagai bahan perumusan RKJM dan RKAS yang dibuktikan dengan data  EDS dan hasil evaluasi program.
Mengenali lingkungan eksternal sekolah untuk menentukan kebutuhan belajar siswa sebagai bahan pengarahan penyusunan program.
Memimpin rapat kerja  tahunan mereviu tujuan, indikator, target pencapaian, dan strategi dokumen RKJM dan RKAS [Ya, jika semua terpenuhi]
Menyepakati program yang menjadi prioritas bersama pendidik dan tenaga kependidikan.
Mengembangkan instrumen evaluasi program sesuai dengan tujuan RKJM dan RKAS
Untuk menyatakan ya dan tidak pada instrumen di atas pengawas mengeksplorasi bukti fisik berupa catatan seperti ini.
  • Kepala sekolah menyatakan bahwa ia telah  ”Mengolah data hasil evaluasi diri sekolah sebagai bahan perumusan RKJM dan RKAS yang dibuktikan dengan data  EDS dan hasil evaluasi program”

Selanjutnya pengawas melakukan eksplorasi bukti fisik dengan menghimpun dan mencatat data sebagai berikut:

  • Sekolah mememilki  instrumen evaluasi diri.
  • Ada pelaksana kegaitan evaluasi diri dan surat tugas.
  • Terdapat  jadwal kegiatan, catatan kegiatan, foto kegiatan dan dokumen laporan pelaksanaan kegiatan,
  • Ada bukti pertemuan mengolah, menyimpulan hasil evaluasi diri dengan fokus utama menggambarkan kekuatan dan kelemahan sekolah, namun belum diperoleh bukti bahwa hasilnya dibahas bersama dengan  pemangku kepentingan.
  • Ada rekomendasi bersama dengan tim untuk perbaikan tindak lanjut yang dibuktikan dengan adanya rumusan rekomendasi.
  • Ada bukti  rekomendasi perbaikan mutu yang digunakan untuk perbaikan program.

Hasil wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa

    • Tiga orang guru menyatakan bahwa kepala sekolah tidak menyertakan guru yang bersangkutan dalam membahas persipan pelaksanaan EDS.
    • Tidak ada catatan tentang pelaksanaan  rapat kerja  mengolah hasil EDS yang melibatkan dewan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.
    • Tidak diperoleh bukti bahwa kepala sekolah menyusun  rekomendasi hasil EDS sebagai bahan perbaikan program.
    • Tidak ada bukti bahwa kepala sekolah mengecek kembali bahwa rekomendasi ditindaklanjuti.

Berdasarkan catatan itu pengawas menyimpulkan bahwa

1)  Terdapat dokumen  instrumen, jadwal pelaksanaan 2) Ada data hasil EDS,  kesimpulan, dan  rekomendasi. 3) Kepala sekolah belum mengolah hasil EDS dengan seluruh pemangku kepentingan  dalam memetakan pemenuhan 8 standar melalui EDS. 4) Rekomendasi hasil EDS belum menjadi bahan penyusunan program berikutnya.”
Selanjutnya pengawas mengisi kolom bukti otentik kualitas kinerja seperti contoh berikut:

Dokumen RKJM, RKT/RKAS yang disepakati pemangku kepentingan, tujuan kegiatan terukur, memenuhi skala prioritas, pengalokasian anggaran jelas, meliputi 8 SNP, instrumen evaluasi program dan/atau EDS.1)  ada instrumen, jadwal pelaksanaan 2) Ada hasil EDS,  kesimpulan, dan  rekomendasi. 3)  belum mengolah hasil dengan pemangku kepentingan 4) Rekomendasi hasil EDS belum menjadi bahan penyusunan program.”

Berdasarkan analisis itu pengawas menyatakan dengan meyakinkan bahwa kepala sekolah tidak memenuhi standar dalam “
Dokumen RKJM, RKT/RKAS yang disepakati pemangku kepentingan, tujuan kegiatan terukur, memenuhi skala prioritas, pengalokasian anggaran jelas, meliputi 8 SNP, instrumen evaluasi program dan/atau EDS”  karena fungsi utama sebagai alat untuk  memetakan kinerja sekolah serta perbaikan mutu berkelanjutan belum tercapai.
Dengan diperolehnya kesimpulan itu terdapat dua pernyataan yang tidak menunjang pembuktian pelaksanaan dan dua pernytaan yang yang menunjang pembuktian bahwa kepala sekolah melaksanakan kegiatan. Dengan hasil itu, pengawas mengisi kolom bukti otentik seperti di bawah ini.
Keputusannya telah ditetapkan dan penilai mengkomunikasikan kepada kepala sekolah atas hasil yang dicapainya.
Demikian informasi ini GP sampaikan, semoga bermanfaat.

21 Comments »

  • Abu Hasan says:

    Instrumen PK KS sulit memenuhi prinsip objektif dan adil. Kriteria penilaian ada pada penilai dalam menjastivikasi “Ya” atau “Tidak” sesuai bukti otentik yang dia temukan dan tafsirkan. Sekali lagi…. subyektivitas sangat tinggi. Semoga instrumen ini tidak disalahgunakan oleh pihak terkait untuk mencari keuntungan tertentu yang tidak legal.

  • wayan suandi says:

    bukti otentik sangat penting untuk perbaikan bagi kepsek yang dinilai serta merupakan cerminan kualitas asesor dalam menggunakan instrumen dalam mengambil profesional jugment

  • Novi says:

    makasih banyak, semoga bisa dilaksanakan dan mendorong kasek untuk mengelola sekolah seperti yang seharusnya

  • novi says:

    ijin share ya Pak, makasih banyak

  • lisma idayati says:

    semoga kasek kinerjanya semakin meningkat

  • Hamrin says:

    Alhamdulillah, akhirnya selesai juga IPKKS setelah mengalami beberapa kali perubahan,mudah-mudahan tidak berubah lagi dan saya segera mensosialisasikan ke Sekolah bina dan akan dipakai pada bulan desember yang akan datang, terima kasih pak.

  • admin says:

    Dalam satu dua tahun ke depan, kemungkinan instrumen akan terus berubah. Jadi, yang ada dapat dipakai sekarang. tahun depan kita nantikan instrumen yang lebih baik sebagai penyederhanaan dari yang sekarang….

  • Pirangkilawari says:

    Salam sejahtera,
    Mohon maaf pak saya orang awam di bidang pendidikan, mau bertanya pengertian penilaian kinerja tahunan dan Penilaian kinerja empat tahunan Kepsek.
    1. Apakah penilaian kinerja empat tahunan itu maksudnya kepsek dinilai pd th keempat oleh atasan langsung dg rekmds tim penilai menggunakan instrumen yg ada, atau itu sdh merupakan kumulatif nilai PKKS tahunan yg telah dilakukan oleh pengawas?
    2. Apakah gunanya penilaian tahunan yang dilakukan pengawas?
    3. Boleh pak saya dikirimkan contoh studi kasus PKKS?
    Terima kasih banyak pak semoga sehat dan sejahtera selalu

  • admin says:

    Pengawas, sekolah, kepala sekolah, dan guru dalam setiap tahun. Pelaksanaan penilaian sebaiknya dimulai oleh masing-masing melalui evaluasi diri di awal tahun dan melaksanakan penilaian yang sesungguhnya di akhir tahun pelajaran. Penilaian kinerja sekolah pada tiap tahun dilakukan melalui kegiatan EDS. Penilaian kinerja pengawas, kepala sekolah, dan guru melalui pelaksanaan PK. Nilai komulatif 4 tahunan pengawas, kepala sekolah merupakan bahan penghitungan angka kredit untuk kenaikan pangkat.

  • Informasinya sangat bermanfaat. Mohon ijin untuk downloada dan kami sebarluaskan . Terima kasih.

  • Puntodewo says:

    Maunya jangan cuma guru yang pres habis-habisan dong Pak, Dosen juga dong, kan mereka juga terima dana sertifikasi, trus undang-undangnya juga sama, tapi mereka tenang-tenang aja tuh bisa ngajar sana sini lagi, kasian dong Pak sama guru, rasanya kok guru dibodo-bodohin terus tu Pak, saya kok nggak yakin ya Pak penilaian kinerja guru dapat meningkaykan mutu pendidikan di negeri kita ?

  • SUKARMO says:

    Menurut Permendiknas No 35 Tahun 2010, bahwa dalam pelaporan PKKS harus dilaporkan masing-masing komponen ( 6 Komponen ) Yaitu :
    1. Kepribadian dan Sosial
    2. Kepemimpinan Pendidikan
    3. Pengembangan sekolah
    4. Manajemen SDM
    5. Kewirausahaan
    6. Supervisi Pembelajaran.
    Apabila instrumen yang digunakan hanya memuat 2 Komponen yaitu :Supervisi dan Manajerial, bagaimana kita melaporkan nilai PKKS tersebut terkait permendiknas di atas?

  • admin says:

    Laporan penilaian kinerja kepala sekolah hanya meliputi 2 komponen. Laporannya juga mengenai materi yang dinilai saja. Yang lainnya, pemerintah dalam hal ini Kemendikbud masih perlu memikirkan sistem penilaiannnya, atau permennya yang diubah.

  • admin says:

    Penilaian kinerja sekarang berlaku untuk semua pegawai, tidak terkecuali guru dan dosen. Ketika hal sebagai guru mendapat tantang sebesar itu dalam rangka memenuhi standar, rasanya berat benar untuk dapat kita penuhi.

  • abdus sani says:

    terimakasih tulisan bapak sangat membantu pengawas dalam melaksanakan tupoksinya, terutama sekali dalam membina dan menilai kinerja kepala sekolah

  • Achmad says:

    Pak, kok instrumenya cuma sampai bab 2 saja, kemana bab yg lain? dimana bab/komponen yang lain? trims

  • Moh. Yusuf says:

    Pada rubrik PKKS indikator kinerja point 5, pada kualitas kinerja kepala sekolah tertulis: “Memberikan bimbingan pembinaan kepada guru dan siswa yang tidak tepat waktu”. apa pernyataan ini tidak keliru, karena mengambil alih tugas guru BP atau wali kelas. setahu saya kepala sekolah baru menangani siswa pelanggaran disiplin yang berat dan sudah melalui Guru BP. mungkin yang maksud adalah tenaga administasi bukan siswa. mohon penjelasan?

  • admin says:

    Kepqala sekolah mendelegasikan wewenang kepada guru bimbingan dan wali kelas dalam memimbing siswa merupakan langkah tepat. Namun, pada kasus tertentu kepala sekolah sebaiknya kepala sekolah dapat bertemu atau memberikan bimbingan langsung terhadap guru atau siswa yang kurang berdisiplin. Pengambil alihan bisa terjadi jika seluruh kasus naik menjadi bagian garapan kepala sekolah. Yang terakhir ini tentu tidak sesuai standar penunaian tugas pokok kepala sekolah. Salam

  • edy goning says:

    Alhamdulillah, akhirnya selesai juga IPKKS setelah mengalami beberapa kali perubahan,mudah-mudahan tidak berubah lagi dan saya segera mensosialisasikan ke Sekolah bina dan akan dipakai pada bulan desember yang akan datang, terima kasih pak.

  • lukman says:

    mohon penjelasan bp, sy sudah mengirimkan hasil PKKS melalui sms center tp belum ada konfirmasi pdhl sudah bbrapa hari, knpa ya?

  • admin says:

    Pak Lukman, kami belum mengetahui juga admin SMS Centre sehingga bantuan tidak dapat kami lakukan segera. terima kasih

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments