Indahnya Pemenuhan Standar di SMAN 1 Singaraja
SMA 1 Singaraja Bali terletak di Kabupaten Buleleng, wilayah paling utara Pulau Dewata berbatasan dengan Kabupaten Bangli, Tabanan dan Jembrana. Singaraja tidak seramai kabupaten lain yang menjadi objek utama pariwisata seperti Tabanan yang memiliki Pantai Tanah Lot yang amat terkenal. Karakteristik daerah ini adalah tanahnya yang landai karena ada pada lereng gunung Batur yang tumpah di laut Bali. Penghasilan masyarakatnya pada umumnya adalah pedagang, petani dan nelayan.
SMAN 1 Singaraja merupakan salah satu sekolah yang sangat dikenal masyarakat pendidikan di Bali karena berbagai keunggulannya. Keunggulan akademik yang diwujudkannya setara dengan sekolah favorit di kota-kota besar. Padahal letak sekolah ini berada jauh dari hiruk pikuk gemerlapnya perkembangan peradaban. Budaya belajarnya berkembang melebihi banyak sekolah yang memiliki sumber daya yang jauh lebih kuat karena para siswanya mendapat dukungan finansial yang cukup. Dari banyak keterbatasan sekolah ini merayap menjulangkan prestasinya mulai dari penataan fisik, pengembangan semangat berkompetisi, dan meraih prestasi hingga ke tingkat dunia.
Prestasi Akademik
Lulusan tahun 2008/2009 berhasil memfasilitasi 98,7% siswa masuk perguruan tinggi, masuk di fakultas kedokteran sebanyak 47 orang. Yang lolos masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes 87 orang yang tesebar di antaranya di UGM, UNIBRAW, dan beberap perguruan tinggi lain. Yang masuk kedokteran tanpa seleksi sebanyak 8 orang lulusan. Jumlah siswa yang berhasil ini berasal dari 6 rombel.
Pada tahun ini terdapat 10 siswa yang masuk dalam lomba olimpiade tingkat nasional, kalah satu dibandingkan dengan SMAN 4 Denpasar yang sanggup mengirim utusan sebanyak 11 siswa.
Salah satu lulusan yang menjadi kembanggaan sekolah ialah menteri Jero Wacik, kelahiran Singaraja 24 April 1949, dipercaya menjabat Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata Kabinet Indonesia Bersatu.
Di samping prestasi akademik siswa, di sini dapat disebut beberapa prestasi yang spektakuler, yaitu, tahun 2005 Keruang Darmi Astuti mengikuti olimpiade internasional biologi di Brisbane Austaralia. Arif W. tahun 2006 juara 1, pada tahun 2006 Win Mulyadi gagal berangkat karena hambatan vis di olimpiade tingkat internasional, Dalton Surya Prayoga mengikuti lomba olimpiade tingkat dunia pada bidang Kimia dalam olimpiade dunia di Polandia , juara Nasional 1 Kepala Sekolah berprestasi tahun 2007. Juara nasional ke-2 siswa berprestasi pada tahun yang sama. Tahun 2008 finalis I, II, staf tenaga administrasi sekolah tingkat nasional di Jakarta. Juara guru berprestasi tingkat nasional juga diraih oleh guru-gurunya.
Kerja Sama Internasional
Kepala sekolah, Nyoman Darta, sebanyak 20 siswa dri Singapura tahun ini belajar di Singaraja . Ini merupakna tindak lanjut kerjasama antar sekolah internasional. Kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari. Dalam masa yang singkat ini diharapkan kedua belah pihak akan mendapatkan pengalaman baru.
Para siswa dari Singapura akan berbaur dengan siswa lainnya dan mengikuti kegiatan proses belajar mengajar, juga pelajaran seni, seperti melukis, menari dan menabuh. Diharapkan pula kerja sama ini akan menguatkan rasa percaya diri Siswa Singaraja 1 dan memberi manfaat untuk siswa dari Singapura juga yaitu bertambah luasnya pergaulan internasional serta semakin memperkuat kopetensi dalam berkomunikasi secara langsung menggunakan bahasa inggris.
Pertukaran pelajar ini juga akan memberikan pengalaman khusus kepada siswa dari Singapura yaitu tentang adat istiadat dan seni di Bali, dan menikmati pengalaman belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan bersama dengan para siswa di Bali.
Kepemimpinan Kreatif, Fasilitatif, dan fokus pada target kinerja
Pimpinan sekolah yakin bahwa semua dapat belajar dan semua dapat berprestasi. Kepala sekolah memandu prestasi melalui tindakan. Mengapa siswa tidak bertanya kepada guru? Pada tahun 2005 masalah ini diangkatnya menjadi topik pembahasan karya tulis ilmiah, dan, menjadi juara I tingkat Nasional. Pada tahun berikutnya kepala sekolah mencermati masalah lain, yaitu tentang optimalisasi klinik mata pelajaran dalam rangka meningkatkan prestasai belajar. Kemabali menjadi juara nasional. Tahun berikutnya ial menulis tentang bagaimana meningkatkan optimalisasi MGMP dalam melayani siswa belajar. Juga jadi juara nasional.
Prestasi ini ia jadikan sebagai modal dasar untuk mengembangkan semangat eksplorasi dan daya kembang prestasi ilmiah. Strategi utama yang dikembangkannya dengan target yang terukur melalui berbagai strategi pembaharuan. Hal yang dapat dicatat terdapat beberapa strategi best prctice berikut:
- Menerapkan semboyan Full time dan on time. Dalam mengembangkan disiplin penggunaan waktu dan disiplin pada umumnya sekolah mengembangkan kultur yang dilembagakan. Dalam menerapkan disiplin waktu sekolah memiliki garda pendukung yaitu pasukan baret merah yang diangkat dari siswa yang paling disegani karena prilakunya yang terpuji. Pasukan ini dipilih dan dilatih khusus untuk menjadi penjamin mutu. Memastikan bahwa seluruh warga sekolah melaksanakan pekerjaan tepat waktu dan menggunakan waktu sesuai dengan jadwal. Setiap pelanggaran kena tegur. Tiap pelanggaran menjadi catatan tim baret merah. Pasukan ini amat disegani karena disiplinnya, juga menjadi pasukan yang efektif karena kekompakannya. Kebangga siswa yang menjadi pasukan ini luar biasa, sehingga setiap tahun serah terima baret merah menjadi agenda besar dan menarik perhatian seluruh warga sekolah.
- Tiap murid yang melakukan pelanggaran dipanggil khusus dan mendapat perlakuan pengadilan. Fungsi-fungsi penyidikan, pembuktian bersalah, persidangan, penjatuhan sangsi dilakukan sebagaimana pengadilan memutuskan suatu perkara. Ini menjadi miniatur pengelolaan sistem pengadilan yang sesungguhnya di sekolah, sebagai labolatorium, sehingga tiap siswa bukan cuma paham tetapi terampil melaksanakan, mengikuti, dan mengkritisi pengadilan.
- Dalam menegakkan budaya bersih sekolah juga menerapkan model penghargaan dan sangsi pemeliharaan keindahan yang unik dan tidak ditemukan di sekolah mana pun. Di sini warga sekolah bersepakat untuk mengibarkan bendera hitam pada kelas yang paling kurang terpelihara kebersihannya. Lama bendera hitam berkibar satu minggu. Yang menerima bendara adalah ketua kelas didampingi wali kelas pada upacara bendera, tampil depan forum upacara. Yang juara mendapat bendera putih.
- Disiplin On time dan full time, diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan tatap muka. Sehabis belajar pagi masih dilanjutkan dengan kegiatan kegiatan belajar petang setelah siswa istirahat selama satu jam pada tengah hari.
- Pelayanan belajar petang hari lebih kuat melayani kegiatan pembinaan kebakatan. Sejak awal kegiatan belajar minat pada pelajaran tertentu telah ditelusuri sehingga siswa dikelompokkan berdasarka minat yang sama.
- Manajemen kelas ditangani khusus. Dari enam rombongan belajar pada tiap angkatan, siswa diranking. Ranking satu sampai rangking 96 ditempatkan di kelas A sampai kelas C berdasarkan urutannya. Kelas A memiliki siswa dari ranking 1 sampai 32, kelas B ranking 33 sampai 64, dan kelas C ranking 65 sampai 96. Selebihnya ditempatkan di kelas D, E, dan F secara acak sehingga memiliki tingkat prestasi pada tiap kelas hetrogen. Kelas A, B, dan C selalu diperbaharui pada tiap semester sehingga siswa berlomba untuk memperoleh kelas A, atau sekurang-kurangnya berusaha untuk tidak tereliminasi ke kelas di bawahnya. Sebaliknya tiap siswa berhak atas penghargaan untuk naik ke kelas yang lebih tinggi jika prestasinya meningkat. Model ini, menurut kepala sekolah, telah membuat siswa selalu berada di kursi panas sehingga daya belajarnya selalu bergolak.
- Manajemen siswa dikembangkan dengan membentuk guru asuh atau guru pamong. Tiap 6 sampai 7 siswa mendapat pengasuhan intensip oleh satu orang pamong. Terdapat dua hal yang mendapat perhatian khusus. Memfasilitasi siswa yang memiliki kemampuan tinggi untuk berprestasi optimal dan memfasilitasi siswa yang bermasalah karena padatnya jadwal belajar. Pamong mejadi pendamping siswa dalam memecahkan masalah pribadinya.
- Interaksi kompetitif antar siswa dikembangkan melalui kegiatan lomba semesteran. Pada akhir semester terdapat pesta sain yang paling siswa minati dalam unjuk otak. Lomba karya ilmiah, debat, dan speech contest merupakan beberapa agenda paling diminati siswa. Pada tiap akhir semester siswa unjuk kebolehan dalam berbagai bidang yang ditentukan sekolah secara berkala, contohnya, kelas 1 semester 1 unjuk kebolehan dalam bidang matematika, semester 2 bidang biologi dst. Hasil unjuk kebolehan ini menjadi modal dasar untuk mengikuti kompetisi di luar sekolah. Karya hasil lomba di sekolah menjadi stok untuk perlombaan pada level yang lebih luas.
- Pameran karya kreatif juga dilakukan bersama dalam tiap semester. Hasil karya ditampilkan di sini. Pada saat ini sekolah sedang memfasilitasi siswa mengembangkan teknologi pembangkit listrik dengan memanfaatkan kepadatan kendaraan di jalan raya. Di jalan raya dipasang perangkat pegas yang bergerak vertikal sehingga mengubah gerak menjadi listrik. Alat ini sedang terus siswa sempurnakan agar menjadi perangkat teknologi terapan yang kompetitif untuk dilombakan.
- Daya dukung pada percepatan pengembangan sekolah bertaraf internasional sedang ditingkatkan pula penggunaan bahasa Inggris di sekolah. English day sedang ditingkatkan dari satu hari menjadi tiga hari dalam seminggu. Untuk meningkatkan daya ubah kebiasaan, didatangkan native speker ke sekolah.
Komitmen untuk mewujudkan target pada tiap sektor kegiatan bagai gelombang yang silih berganti. Pada saat tertentu terdapat kegiatan yang permukaan mutunya naik, di saat itu terdapat kegiatan yang berjalan biasa-biasa saja. Kecerdasan sekolah ini adalah dalam menata even-even puncak bagaikan gelombang memecah pantai yang silih berganti. Kesungguhan itu terlihat pada 5 tahun lalu di sini hanya ada 5 orang yang bisa mengoprasikan komputer, sekarang seluruh pendidik dan tentaga administrasi sekolah yang jumlahnya lebih dari 70 orang telah terintegrasi pada jaringan komputer untuk menciptakan berbagai prestasi.
Menyambut Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis
Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis tahun 2009 lebih mengarah pada meningkatkan kesiapan sekolah dan seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan nyata kepada seluruh siswa dari berbagai daerah dapat bersaing lebih kompetitif pada level nasional. Sekolah menjadi sumber kekuatan daerah dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia yang lebih adaptif terhadap berbagai perubahan.
Pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pada sekolah ini dibuka dengan penyampaian informasi kinerja sekolah. Instrumen penjaminan mutu kinerja yang telah disebarluaskan direktorat telah digunakan sekolah untuk melakukan evaluasi kinerja secara mandiri pada tiap semeseter sehingga tingkat perkembangan sekolah terukur.Instumen yang disusun Direktorat telah dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah dalam melaksanakan penjaminan mutu.
Diperoleh informasi dukungan nyata dari pemerintah daerah dalam bidang finansial yang diperoleh sekolah ini tidaklah besar, seperti juga yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah lainnya, biasa saja. Pemerintah provinsi yang menyediakan dana bantuan 1,2 milyar untuk sekolah yang tatakelolanya diserahkan pada provinsi. Sekolah ini belum dapat memanfaatkannya karena pemerintah kabupaten Buleleng belum rela menyerahkannya. Di Bali terdapat dua daerah yaitu Bangli dan Klungkung saat ini telah menyerahkan tata kelola SMA RSBI pada provinsi.
Sumbangan terbesar dari penyelenggara pemerintah di sini adalah memberikan otonomi kepada sekolah untuk menyelenggarakan sistem penerimaan siswa baru secara jujur dan objektif. Penghargaan pemerintah terhadap otonomi sekolah untuk mempersaingkan siswa agar dapat berkompetisi secara jujur dan objektif berdasarkan tes telah membangun kesadaran khusus kepada setiap siswa, mereka harus siap bersaing. Banyak daerah yang para pejabatnya ingin mendapat pelayanan khusus dalam sistem penerimaan siswa baru tanpa melalui jalur tes ternyata telah secara nyata berdampak buruk terhadap rendahnya daya saing generasi muda pada daerah itu.
Sikap pemerintah daerah yang peduli pada aturan dalam penerimaan siswa baru yang jujur dan objektif telah menciptakan generasi yang menjunjung tinggi daya saing. Dan, itu telah membangkitkan semangat juang belajar yang luar biasa.
Berbagai modal dasar itu yang dibahas dalam bimbingan teknis. Bagaimana sekolah meningkatkan mutu kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan siswa untuk dapat bersaing memperoleh nilai UN, memperoleh daya prestasi tingkat internasional, berkolaborasi pada tingkat internasional menjadi fokus pembahasan. Diakui para pendidik bahwa sistem penerapan standar pada perencanaan belajar, proses belajar, dan sistem evaluasi belajar memerlukan penyempurnaan lebih lanjut.
Tantangan terbesar adalah bagaimana sekolah dapat meningkatkan mutu kurikulum dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terbaik guru dalam menerapkan kurikulum yang telah disempurnakan secara berkelanjutan. Kesempurnaannya perlu mendapat dukungan dari tim yang tangguh dalam melakukan penjaminan mutu pembelajaran agar sesuai target yang ditentukan pada standar.
Target mereka dengan melakukan berbagai perbaikan kurikulum adalah menjadi sekolah terbaik di Bali. Mereka bersyukur dengan prestasi yang sudah diwujudkan, namun mereka belum puas, sebelum menjadi sekolah terkemuka di tanah air, nyata bedanya dengan sekolah-sekolah lain. Mereka juga menyadari bahwa dengan keyakinan bahwa para siswa masih dapat ditingkatkan prestasinya, cita-cita itu bakal terwujud.
Kesimpulan
SMAN 1 Singaraja telah melahirkan prestasi dalam UN dengan nilai yang lebih baik daripada standar nasional pendidikan. Mampu memfasilitasi siswa masuk berbagai perguruan tinggi terkemuka di tanah air. Melahirkan siswa yang mampu bersaing dalam bidang akademik pada level nasional dan internasional. Melahirkan siswa yang membesarkan rasa percaya dirinya bahwa mereka dapat menjadi lebih baik melalui kerja sama internasional. Dengan ukuran-ukuran yang telah warga lakukan, dengan mencai kinerja lebih dari 81%, seluruh warga sekolah yakin dapat mewujudkan sekolah bertaraf internasional yang tangguh dan lebih berprestasi daripada sekolah lainnya di Bali.
Tags: sma rsbi, sman 1 singarajaOne Comment »
Leave a comment!











Smansa The Best Best Best !
We are SMANSA !!
Nice Articel !