TOPIK UTAMA »

October 5, 2014 – 10:09 pm | 619

Dalam proses pergeseran dari kurikulum 2006 ke pelaksanaan kerikulum 2013 kepala sekolah memegang peran yang sangat penting. Kepala sekolah dapat menentukan bidang perubahan yang perlu segera perlu penanganan.  Dalam menjalankan peran pimpinan perubahan kepala sekolah …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » TEKNOLOGI

Evaluasi Guru Pembaharu Tahun 2009 : Model Laporan Evaluasi Kinerja dan Penjaminan Mutu Website

Submitted by on January 5, 2010 – 9:01 pmOne Comment | 150

[Download not found] tidak dapat dipisahkan dari sistem pengelolaan website sebagai strategi modernisasi pendidikan pada saat ini. Pengembangan teknologi Website  menunjang peningkatan kapasitas pembaharuan belajar dan mengajar di sekolah. Kapasitas penggunaan akses internet oleh pendidik, tenaga kependidikan, siswa, bahkan orang tua menjadi komponen strategis  peningkatan mutu belajar. Semakin tinggi mutu peradaban sekolah makin tinggi tingkat pendayagunaan internet oleh warga sekolah untuk berkomunikasi, berinterakis, berkolaborasi baik pada lingkup internal maupun eksternal. Website membuka langit-langit kelas yang sempit  menjadi kelas dunia.

Aktivitas utama pengembangan website sebagai salah satu upaya pendayagunaan akses internet dalam  peningkatan mutu pendidikan meliputi dua kegiatan utama yaitu peningkatan mutu dan penjaminan mutu yang disajikan dalam [Download not found].

Peningkatan mutu terkait pada serangkaian program perbaikan pada tiap indikator yang menjadi penanda mutu yang  terpilih. Penjaminan mutu pada dasarnya merupakan program juta untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan perbaikan mutu mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan.

Hasil pelaksanaan program penjaminan mutu  adalah data. Pembuktian dengan data  menjadi syarat utamanya. Sistem monitoring proses maupun  evaluasi dalam  pengelolaan standar merupakan cara untuk menghimpunnya. Melalui pemantuan mutu pengelolan dapat menjamin bahwa mutu yang diharapkan benar-benar terwujud atau perbaikan mutu dapat dilakukan semejak proses pekerjaan dilakukan. Keyakinan dikuatkan dengan data yang diperoleh dari proses dan hasil, bukti utamanya adalah data hasil pengukuran dan penafsiran.

Konsekuensi dari seringnya GP membicarakan sistem penjaminan mutu, maka pengelola  melaksanakan evaluasi terhadap kinerja GP tahun 2009.   Kami mencoba melakukan kegiatan pengukuran kinerja website.

Hasilnya, pekerjaan itu bukan sesuatu yang mudah, membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Memerlukan waktu berhari-hari dan tidak dapat dilaksanakan sambil lalu. Pekerjaan ini memerlukan ketekunan dan dedikasi serta kecermatan dalam mengolah data.

Mengingat pengalaman itu, wajar jika dalam usaha melaksanakan standar sering didapat realita sekolah hanya membangung wacana, dan  kata-kata  pada program. Evaluasinya sering hanya dipersepsikan pada saat ada monitoring.l

Menjawab tantang berat itulah GP akhirnya memutuskan untuk melakukan evaluasi sampai menyusun laporan kinerja 2009. Diharapkan dokumentasi penjaminan mutu yang berhalaman-halaman itu menjadi tambahan model yang dapat menjadi sebagian rujukan bagi yang memerlukannya.

Saat dokumen laporan evaluasi terwujud, terpikir juga bagaimana sekolah  melakukan  evaluasi dan menyusun dokumen laporan kinerja. Llalu, siapa yang punya waktu di sekolah untuk menyelesaikannya? Gurukah? O, tidak mudah sebab semakin banyak waktunya digunakan untuk menyelesaikan tugas seperti ini, jelas akan kontraproduktif terhadap efektivitas mengajarnya.

Berkenaan dengan masalah itu, GP menyatakan bahwa para penentu kebijakan pendidikan perlu meningkatkan mutu standardisasi dengan sistem dokumen yang ringkas dan efektif. Perlu ada model lain yang tidak menjebak sekolah dalam usaha mengingkatkan standar dengan hanya memenuhi syarat dokumen dan administrasi sehingga standardisasi  berarti pemenuhan syarat administrasi. Model yang singkat, padat, dan bermakna perlu dipikirkan lebih lanjut agar sekolah menetapkan kebijakannya berbasis data dalam rangka meningkatkan kinerja kinerja belajar siswa melalui peningkatan efektivitas pembelajaran.

Semakin banyak pendidik yang terlibat untuk menyusun administrasi dan dokumentasi program peningkatan mutu melalui penerapan standar dapat menyebabkan mutu pendidikan menurun karena guru sibuk dengan administrasi bukan mengajar.

One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments