Potret Dinamika SMAN 1 Surakarta
Solo/ 10-4-2010- SMA Negeri 1 Surakarta yang didirikan sejak 17 Agustus 1949 terus beradaptasi dengan perkembangan jaman. Kini sedang bergiat melaksanakan pembaharuan dengan dilandasi visi Mewujudkan sekolah yang mampu menghasilkan insan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, disiplin, cerdas, berbudi luhur, dan berwawasan luas. Cita-cita itu dilandasi dengan nilai nilai siap melayani dengan keihlasan, manajemen yang transparan, responsive, inovatif, dan menghargai penggunaan bahasa asing melalui pengembangan kultur berbahasa Inggris.
Mengundang Masalah Lebih Awal
Sebagai sekolah penyelenggara program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional sekolah ini telah menetapkan sasaran mutu strategis yang utama yang mengingatkan pada semboyan Bill Gate mengundang masalah lebih awal sebelum menjadi masalah. Contoh penerapan strategi ini dalam menghadapi penilaian laporan pertanggung jawaban anggaran program. Jauh sebelum pelaksanaan kegiatan evaluasi , sekolah mengundang ahli administrasi keuangan untuk mempelajari kelemahan dan masalah administrasi sehingga sekolah bebas masalah saat penilaian yang sesungguhnya dilakukan.
Mengundang pihak yang berkompeten dalam berbagai bidang sekolah lakukan, selain bidang keuangan, namun meliputi pengembangan standar pengelolaan, peningkatan mutu pembelajaran, sistem penjaminan mutu dan peningkatan kultur penggunaan bahasa asing bersama dengan native speaker dari Australia.
Pemantapan strategi mengundang masalah lebih awal sekolah lakukan pula dengan mewajibkan pendidik dan tenaga kependidikan berada di sekolah pada pukul 06.40. Selama 20 menit mereka berkumpul untuk membicarakan masalah, mengevaluasi pengelolaan sekolah, dan merumuskan rekomendasi perbaikan mutu, dan memastikan bahwa target harian berjalan efektif. Ajang silaturahmi ini bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan komunikasi sehingga sekolah mengembangkan forum komunikasi dan koordinasi seperti ini dengan siswa, sekali pun prekuensinya tidak sesering dengan pendidik.
Cita-cita Sekolah
Perbaikan berkelanjutan menjadi landasan nilai dalam membangun semangat melakukan perubahan. Fokus utamanya adalah membangun karakter bangsa yang bermartabat. Sekolah diprogramkan untuk memberi pelayanan kepada siswa semaksimal mungkin, membuat siswa menggunakan lebih banyak waktu di sekolah. Layanan ini diharapkannya dapat mengurangi penyerapan informasi buruk dari dunia luar, termasuk informasi yang disebar melalui media masa. Sekolah harus lebih berdaya untuk mengarahkan siswa pada penyerapan informasi yang lebih bermaslahat yang mendukung berkembangnya pribadi yang berahlak, berbudi pekerti, cerdas, dan amanah.
Kepala sekolah- Drs. HM Thoyibun, SH. MH.- juga menyampaikan pandangannya (Jumat 9/4/2010) bahwa sekolah harus menjamin siswa yang kurang mampu secara ekonomi agar dapat bersekolah di sekolah ini. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada pemerintah agar berhati-hati menyikapi arus pemikiran besar tentang sekolah gratis.
Menurutnya, arus pemikiran sekolah gratis telah disikapi dengan cara yang kurang cerdas. Membangun rumah bermilyar-milyar dipandang murah, makan di restoran menghabiskan ratusan ribu dipandang murah, beli mobil ratusan juta murah, beli tanah ratusan juta murah, tapi menyekolahkan anak tiga juta dengan iuran dua ratus ribu rupiah mahal. Cara pikir itu tidak cerdas. Mereka tidak menyadari bahwa investasi dalam pengembangan anak berilmu itu jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan semua itu. Keuntungan dari investasi anak-anak cerdas dan berahlak itu bermilayar-milyar nilainya, lebih dari itu nikmatnya terbawa hingga di akhirat.
Sebaliknya kegagalan mendidik anak harganya jauh lebih mahal. Anak bermasalah itu menggerogoti hati, hidup orang tuanya, membuat susah, dan memerlukan biaya selamanya. Dalam prespektif yang lebih jauh anak bermasalah tidak menjadi bekal di alam kekal.
Karena itu, orang tua seharusnya dapat bekerja sama dengan sekolah menjadikan anak yang lebih berahlak, lebih cerdas dan terampil, dan lebih bermartabat berapa pun harganya.
Memulai Peningkatan Mutu Sekolah dari Kultur
Untuk mencapai sasaran mutu sebagaimana yang telah ditetapkan, SMAN I Surakarta giat melakukan usaha perbaikan kultur yang didukung dengan peningkatan mutu berbagai sarana, meliputi fisik, maupun keyakinan dan nilai-nilai. Dalam pengembangan fisik sekolah berhasil peningkatan mutu labolatorium, meliputi, lab kimia, fisika, biologi, bahasa, pusat informasi dan penelitian guru, perpustakaan digital, ruang auditorium tempat pendidik dan tenaga kependidikan melakukan lokakarya. Sekolah juga menyediakan jaringan internet dengan akses melalui kabel dan wireless. Harapannya agar guru dan siswa dapat manfaatkan dukungan itu secara optimal untuk menghasilkan prestasi yang semakin meningkat.
Kebersihan sekolah terjaga baik. Dr. Gunarso, salah satu alumni SMA ini menyatakan “ kepemimpinan Pak Thoyibun sangat efektif meningkatkan kebersihan sekolah dan penambahan sarana. Perkembangannya luar biasa. Harapan selanjutnya adalah peningkatan berpengaruh pada peningkatan mutu belajar siswa.
“Membaiknya kebersihan sekolah dan bertambahnya baiknya sarana membuat siswa lebih betah di sekolah. Kegiatan mereka tidak hanya di hari belajar, minggu pun sekolah tetap penuh dengan kegiatan siswa.”
Salah satu siswa ketika menyatakan sangat menghartai usaha sekolah membangun suasana sekolah yang menyenangkannya, ketika ditanya soal cita-cita, sambil tersenyum ia menyatakan … ingin dapat diterima di ITB’.
Jawaban singkat itu mencerminkan cita-cita yang tinggi siswa di sekolah ini. Dan kebanggan ini dikuatkan oleh Bu Yulia, guru matematika, menyatakan bersyukur dan bangga karena anaknya juga alumni dari sekolah ini. Anaknya kini sedang melanjutkan studi di Amerika.
Menjadi Lembaga Pemberi Layanan Prima Terbaik
Iklim sekolah yang semakin kondusip berkembang baik. Penampilan sekolah ini snagat bersih dan warganya yang ramah. Senyum, salam, sapa bukan sekedar slogan. Kultur penghormatan kepada tamu kuat tertanam pada pendidik dan tenaga kependidikan, pada keramahan warga sekolah.
Yang cukup unik tampak beberapa siswa menyapa kepala sekolah dengan kata bosss…dengan cara komunikasi yang akrab dan menandakan kedekatan yang sangat edukatif. Mendengar sapaan itu, kepala sekolah membalasnya dengan senyum. Di sisi lain keakraban itu tidak menghilangkan ketegasannya sebagai pemimpin. Kepala sekolah tampak dominan sekali dalam banyak hal, tetapi dalam banyak hal ia juga tidak mendominasi.
“Fleksibel…” begitulah para siswa menilai cara kepala sekolah berinteraksi. Ia dapat mudah memberikan pelayanan, juga sangat disukai siswa jika sedang berperan sebagai ustad. Maklum kepala sekolah yang satu ini bukan hanya berperan sebagai ustad di Solo tetapi sebagai da’i aset nasional. Komitmen kepala sekolah dalam dalam memberi pelayanan, seperti membubuhkan tanda tangan dalam surat keterangan dapat siswa minta di mana pun. Tak terkecuali di atas kap mobil saat di halaman sekolah, saat kepala sekolah hendak melaksanakan tugas ke luar.
Buah dari fleksibelitas sistem pelayanan oleh kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, pada tahun 2010 SMAN 1 Surakarta meraih status Lembaga Pemberi Pelayanan Prima Terunggul di Kota Solo yang dianugrahkan oleh Walikota.
Standar Pembelajaran
Prioritas yang saat ini sedang dikebangkan adalah mewujudkan indikator sekolah nasional bertaraf internasional. Sosialisasi Permendiknas 78 tahun 2009 tentang penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional telah dilaksanakan agar seluruh warga sekolah memahami arah pengembangan lembaga. Dalam dokumen ISO ditetapkan pula beberagai sasaran mutu agar lebih fokus pada meningatkan mutu lulusan.
Arah pengembangan itu tampak pada program tiap MGMP. Mereka bersepakat menetapkan target tiap bidang studi yaitu siswa meraih medali tingkat nasional dan internasional dalam bidang akademik. Tiap MGMP didorong dan difasilitasi untuk melakukan pengayaan khususus kepada siswa binaannya yang paling berpotensi. Untuk menguatkan target itu, Kepala sekolah memupuk kayakinan bahwa siswa sekolah pasti dapat berbicara lebih banyak di tingkat nasional mapun internasional. Mereka memiliki potensi yang besar, pasti dapat menjadi juara, asal sekolah dan guru-guru dapat menerapkan strategi pembinaan yang tepat. Potensi itu ada juga di guru-gurunya. ” Saya yakin jika guru-guru menerapkan strategi yang lebih baik anak-anak pasti dapat berprestasi”. Untuk mendukung keyakinan itu, kepala sekolah juga meminta kepada pemerintah untuk menempatkan guru potensial di sini. Alasannya, “karena sekolah ini milik pemerintah kota, jadi sudah sewajarnya pemerintah membantu lebih banyak lagi” begitulah kepala sekolah menyatakan harapannya.
Perjuangan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang didukung dengan tumbuhnya kultur mutu, hasilnya mulai tampak. Pada tahun 2009 SMAN 1 Surakarta meraih medali perak pada olimpiade sains tingkat nasional atas nama Novi Andriyanto, medali perunggu atas nama Guntur Marganing Adi N.
Salah satu puncak kebanggaan sekolah, sebagai sekolah rintisan bertaraf internasional adalah keberasilan mendorong Jayu Pramudya sebagai juara nasional dalam karya tulis ilmiah yang diselenggarakan LIPI dengan judul riset “The Role of Pseudomonas Aeruginosa in Reducing the Concentration of Solluted Ferri Ions in Water” memenangkan LKIR dari kategori Ilmu Pengetahuan Alam. Pada tanggal 9-14 Mei 2010 Jayu akan mengikuti kegiatan Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) di San Jose, California, AS. Kegiatan itu merupakan kegiatan ilmiah pra kuliah terbesar di dunia.
Peningkatan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran seperti yang terjadi di beberapa sekolah favorit lainnya secara keseluruhan siswa menunjukkan keunggulannya. Namun demikian peningkatan kopetensi berbahasa Inggris guru terus dikuatkan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terhadap beberapa pendekatan, seperti kerja sama dengan perguruan tinggi, English Day, kerja sama dengan natif speaker hasilnya belum memuaskan. Kerja sama dengan LPIA melalui pendekatan pembelajaran model kursus saat ini masih terus berjalan. Model yang terakhir ini yang dirasakan pendidik paling efektif. Mereka mengikuti kegiatan kursus sejak pukul 15 sampai sore.
Mengembangkan Sekolah Menjadi Pusat Kegiatan
Keyakinan bahwa sekolah dapat berprestasi lebih baik digenjot pula melalui peningkatan peran sekolah dalam sistem sekolah. Kepala sekolah menjadi koordinator sekolah rintisan sekolah bertaraf internasional se-Jateng. Peran dari posisi ini telah menjadikan sekolah sebagai pusat pembaharuan sistem sekolah. Disain program pengembangan mutu telah mendorong percepatan perubahan internal. Harapannya, sekurang-kurangnya sekolah tidak lebih buruk daripada yang lain’ itulah yang ditegaskan kepala sekolah.
Lain lagi Hasyim, guru bahasa Inggris pada sekolah ini berpersepsi. Peran guru bahasa Inggris seharusnya lebih besar. Mendukung kerja sama internasional seharusnya lebih banyak diperankan oleh guru-guru bahasa Inggris. Kenyataan belum sebagaimana yang diharapkannya. Oleh karena itu, ia sangat bersemangat sebagai koordinator MGMP bahasa Inggris Jateng sangat mendukung sekolahnya menjadi pusat pengembangan pembudayaan berbahasa Inggris. Tidak hanya untuk kota, tetapi untuk Jateng.
Teknologi Informasi
Jaringan internet telah dapat dimanfaatkan siswa sebagai pendukung pembelajaran. Blog siswa mapupun guru-guru berkembang dengan cepat sebagai sumber belajar dan media belajar. Hanya saja sebagaimana pada sekolah lainnya sekolah belum menetapkan standar yang jelas dan terukur target dalam pengembangan kompetensi bidang ini, baik kompetensi pendidik maupun siswa.
Jani Kusanti menuturkan bahwa site plan dalam pengembangan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) masih sedang disempurnakan. Paket Aplikasi Sekolah (PAS) berlum berfungsi optimal walaupun sudah berjalan. Perpustakaan digital yang didukung dengan 12 komputer yang tersedia ditambah komputer di ruang pusat informasi guru, serta ditambah sejumlah laptop yang dimiliki guru dan siswa belum dapat berdaya optimal karena masih terdapat belum tuntasnya dalam program penyediaan akses.
Memperhatikan kondisi ini, kepala sekolah menyatakan dalam yang tidak lama sekolah akan meningkatkan (1) akses intenet agar tersedia setiap saat (2) meningkatkan optimalisasi fungsi jaringan (3) memperbesar fungsi server untuk mendukung fungsi e learning (4) meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam penguasaan dan pendayagunaan TIK. Penyataan itu disambut gembira guru-guru.
Dikemukakan oleh Jani bahwa diperlukan sekolah ini memerlukan restrukturisasi pengembangan dalam pengembangan TIK . Keperluan TIK meningkat. Namun kami belum site plan TIK sekolah untuk jangak menengah sehingga sistem pengembangan brain ware, hardware, dan software diakuinya masih perlu pengembangan lebih lanjut. Ke depan kewenangan itu tidak boleh lagi terpusat di bidang pengelola TIK.
Menurutnya Jani program keseluruhan sebaiknya dikembangkan pada tingkat manajemen sekolah. Kami mengelola jaringan dan softwar, sementara “disain pengembangan SDM-nya da di tangan wakil kepala sekolah bidang kurikulum’ demikian dikuatkan Pak Sri, Guru Fisika yang terlihat progresif.
Kepala sekolah menyatakan bahwa pengembangan TIK telah menjadi salah satu prioritas untuk mendukung percepatan pembaharuan bidang pembelajaran dan pengelolaan. Oleh karena itu restrukturisasi akan segera kami lakukan terutama dalam membangun pembelajaran dan pengelolaan berbasis TIK dan mengembangkan jejaring internasional.
Perpustakaan Digital
Perpustakaan sekolah menempati gedung yang sangat luas. Buku-buku berbahasa Indonesia yang cukup, namun menurut Jumirah, pengelola perpustakaan, sumber belajar berbahasa Inggris masih terbatas. Dari dialog dengannya berkembang pemikiran untuk menyesuaikan perkembangan koleksi perpustakaan dengan gramedia. Buku-buku terlaris dan terbaru dari gramedia sebaiknya tersimpan pula di sekolah. Oleh karena itu sistem pengembangan koleksi buku sebaiknya dilakukan melalui belanja buku bulanan.
Penyediaan buku, jurnal, artikel berbahasa Inggris menurutnya perlu dikembangkan dengan memanfaatkan Google free books, atau sumber belajar lain yang secara rutin disediakan dalam bentuk hard copy, terutama untuk mengimbangi kurangnya jumlah kompeter yang dapat siswa gunakan mengakses informasi.
Yang diharapkannya ke depan dalam meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan adalah bekerja sama dengan guru-guru sehingga guru-guru menjadikan perpustakaan yang secara formal ditegaskan dalam pembelajaran sebagai pusat informasi belajar siswa dan sekolah menyediakan sumber belajar yang cocok untuk meningkatkan kompetinsi siswa bertaraf internasional yang lebih kompetitif.
Peningkatan Mutu Standar Kompetensi Lulusan
Pada kunjungan kali ini GP mendapatkan penegasan dari Kepala Sekolah bahwa sekolahnya memiliki kayakinan bahwa kami telah menetapkan target mutu lulusan. Dan, seluruh peningkatan mutu pada berbagai standar sistem pendidikan kami kerahkan untuk menghasilkan mutu lulusan yang terbaik.
Semoga sukses(admin)
2 Comments »
Leave a comment!












I’d come to consent with you on this. Which is not something I usually do! I enjoy reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!
Semoga sukses selalu, aamiin…