<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru Pembaharu &#187; Info</title>
	<atom:link href="http://gurupembaharu.com/home/category/ks/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gurupembaharu.com/home</link>
	<description>Forum komunikasi, interaksi dan kolaborasi pendidik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 May 2013 03:23:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pelatihan Perbaikan RKAS</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/pelatihan-perbaikan-rkjm-dan-rkas-berkelanjutan/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/pelatihan-perbaikan-rkjm-dan-rkas-berkelanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 03:18:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=13449</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.
Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/pelatihan-perbaikan-rkjm-dan-rkas-berkelanjutan/guru-2/" rel="attachment wp-att-13450"><img class="alignleft  wp-image-13450" style="margin: 6px;" title="guru" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2012/04/guru.jpg" alt="" width="151" height="112" /></a>Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.<span id="more-13449"></span></p>
<p>Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada penguasaan ilmu dan keterampilan yang baik dalam merencanakan program sekolahnya sehingga dapat  meraih <strong>keunggulan</strong>. Dalam mewujudkan cita-cita kepala sekolah hendaknya menempuh empat langkah stategis; yaitu <strong>pertama</strong> menganalisis konteks eksternal dan internal; <strong>kedua </strong>merumuskan visi, misi, tujuan dan strategi, <strong>ketiga </strong>menerapkan strategi dalam pelaksanaan program, dan <strong>keempat</strong> memonitor dan mengevaluasi program (Thomas L. Wheelen and I David Hungger:1995).</p>
<p>Keempat langkah strategis itu, ujungnya adalah mewujudkan keunggulan mutu siswa atau lulusan. Lulusan  berkeunggulan adalah yang memiliki dapat menguasai materi pelajaran, terampil menerapakan ilmu yang diperolehnya,  menguasai cara belajar sehingga penguasaannya dapat siswa gurunakan dalam memecahkan masalah kehidupannya.</p>
<p>Pengembangan kapasitas sekolah untuk mewujudkan mutu lulusan merupakan proses yang tidak pernah berakhir selama sekolah berdiri dan proses pembelajaran berjalan. Oleh karena itu, peningkatan mutu merupakan proses yang bersiklus tanpa henti dari tahun ke tahun. Targetnya pun harus berubah karena segala sesuatuyang ada sekitar hidup siswa terus berubah.</p>
<p>Untuk menuntun kepala sekolah meraih mimpinnya sebaiknya  kepala sekolah merumuskan visi-misi yang disertai dengan tujuan yang jelas. Jelas artinya  harus diuraikan dalam sejumlah target yang <strong>realistis</strong> dan <strong>terukur</strong>. Penegasan tersebut mengarahkan kepala sekolah  agar dapat menjamin pelaksanaan keempat langkah strategis di atas mengarah pada tujuan yang direalisasikan dalam target yang selalu diukur pencapaiannya dari waktu ke waktu.</p>
<p>Selain empat langkah strategis, terdapat empat langkah utama menjamin mutu yang wajib kepala sekolah tunaikan. <strong>Pertama</strong> merumuskan strategi atau metode dalam perencanaan (plan) berdasarkan pencapaian program sebelumnya. Dalam perencanaan kepala sekolah perlu memperhitungkan kekuatan sumber daya yang sekolah miliki sehingga target selalu disesuaikan dengan kemampuan nyata untuk mewujudkannya.  <strong>Kedua, </strong>menerapkan strategi atau melaksanakan kegiatan sesuai dengan program<strong>. Ketiga</strong>, memonitor dan mengevaluasi proses dan hasil pekerjaan, melaksanakan perbaikan proses pekerjaan untuk memperbaiki pencapaian. <strong>Keempat</strong>, menggunakan hasil monitoring datan evaluasi sebagai dasar untuk melaksanakan perbaikan berkelanjutan. Siklus kegiatan itu sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh Edward Sallis (1993) yang sangat terkenal dengan model <em>plan, do, check, act</em>.</p>
<p><strong>Target kompetensi  </strong></p>
<p>Pelatihan ini memiliki target agar kepala sekolah mampu memperbaiki Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan/RKAS  secara berkelanjutan sehingga program berkembang sesuai kebutuhan pembaharuan mutu. Target kompetensi umum tersebut selanjutnya dijabarkan dalam target khusus, yaitu agar kepala sekolah mampu</p>
<ol>
<li>Memetakan pemenuhan standar berdasarkan analisis konteks.</li>
<li>Merumuskan dokumen RKJM dan RKAS secara sistematis.sesuai dengan kebutuhan pengembangan sekolah yang realistik dan terukur.</li>
<li>Penentuan skala prioritas</li>
<li>Mengembangkan RKJM dan RKAS yang mengintegrasikan seluruh program  pemenuhan delapan SNP.</li>
<li>Mengembangkan program RKJM dan RKAS secara inovatif sehingga memenuhi prinsip pembaharuan mutu berkelanjutan.</li>
<li>Menggunakan instrumen evaluasi program sekolah</li>
</ol>
<p><strong>Bentuk Tagihan yang diharakan dapat dihimpun seusai pelatihan adalah menyempurnakan templet RKAS terlampir</strong></p>
<p>[<strong>download id="3109"]<a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3109" title=" downloaded 117 times" >Rencana Kegiatan Tahunan dan Rencana Anggaran Sekolah (117)</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/pelatihan-perbaikan-rkjm-dan-rkas-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RSBI Dibubarkan, Bagaimana Selanjutnya&#8230;?</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/rsbi-dibubarkan-bagaimana-selanjutnya/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/rsbi-dibubarkan-bagaimana-selanjutnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2013 11:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=14450</guid>
		<description><![CDATA[Selasa tanggal 8 Januari 2013, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan kasus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang telah diajukan pada Desember 2011 lalu., setelah menimbang dan melihat bukti serta keterangan, MK mengabulkan permohonan para penggugat (Kompas).
Ada dua ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/rsbi-dibubarkan-bagaimana-selanjutnya/stopp/" rel="attachment wp-att-14453"><img class="alignleft  wp-image-14453" style="margin: 5px;" title="Stopp" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2013/01/Stopp-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Selasa tanggal 8 Januari 2013, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan kasus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang telah diajukan pada Desember 2011 lalu., setelah menimbang dan melihat bukti serta keterangan, MK mengabulkan permohonan para penggugat (Kompas).<span id="more-14450"></span></p>
<p>Ada dua alasan utama yang mendasari keputusan tersebut. Program RSBI tidak sesuai dengan konstitusi karena biaya di RSBI mahal sehingga mengakibatkan adanya diskriminasi pendidikan dan menimbulkan adanya kastanisasi pendidikan.</p>
<p>Kedua, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam tiap mata pelajaran pada sekolah RSBI-SBI dianggap dapat mengikis jati diri bangsa dan melunturkan kebanggaan generasi muda terhadap penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.</p>
<p>Atas dasar alasan tersebut maka  status RSBI harus dihapus dan penyelenggaraan satuan pendidikan berkurikulum internasional juga tak lagi diperbolehkan.</p>
<p>Dengan adanya kepastian hukum tersebut, maka pemerintah  perlu mengembangkan kebijakan agar keunggulan mutu yang telah tumbuh pada beberapa sekolah terkemuka sebagai hasil dari perjuangan seluruh pihak dalam meningkatkan keunggulan sekolah sebagai modal meningkatkan daya saing bangsa dalam ruang lingkup global.</p>
<p>Mutu pendidikan yang berdaya saing internasional yang berjatidiri bangsa tetap diperlukan sekali pun RSBI dibubarkan. Untuk membangun mutu untuk menunjang daya saing bangsa tetap memerlukan biaya. Jika sekolah tidak boleh menggunakan sumber anggaran dari masyarakat, maka pertanyaan selanjutnya adalah dari mana biaya dapat sekolah peroleh?</p>
<p>Tentu untuk mengikis kastanisasi pendidikan memerlukan campur tangan pemerintah untuk menanggung pembiayaannya. Dan, sekolah didorong agar lebih akuntabel dalam meningkatkan mutu secara nyata dan terukur.</p>
<p>Ihwal tentang pelarangan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah, muncul  pertanyaan, apakah hal itu berlaku juga untuk sekolah yang selama ini tidak termasuk dalam kelompok RSBI namun telah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu memerlukan pemikiran yang lebih jernih dengan tanpa mengabaikan keputusan MK mengingat pada saat ini telah tumbuh banyak sekolah yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Dan, di sekolah seperti ini belajar banyak anak-anak Indonesia.</p>
<p>Rahmat, Published on: <strong>Jan 8, 2013 @ 18:04</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/rsbi-dibubarkan-bagaimana-selanjutnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uji Kompetensi dan Penilaian Kinerja Guru</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/uji-kompetensi-dan-penilaian-kinerja-guru/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/uji-kompetensi-dan-penilaian-kinerja-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2012 18:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=13898</guid>
		<description><![CDATA[Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang telah direncanakan untuk mengukur kemampuan guru dalam menguasai ilmu pengetahuan tentang keguruannya telah menjadi fokus perhatian guru pada saat ini.  Pelaksanaan pengujian menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/uji-kompetensi-dan-penilaian-kinerja-guru/2012-08-01-14-43-42/" rel="attachment wp-att-14365"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-14365" style="margin: 5px;" title="2012-08-01 14.43.42" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2012/07/2012-08-01-14.43.42-150x112.jpg" alt="" width="150" height="112" /></a>Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang telah direncanakan untuk mengukur kemampuan guru dalam menguasai ilmu pengetahuan tentang keguruannya telah menjadi fokus perhatian guru pada saat ini.  Pelaksanaan pengujian menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan danPenjaminan Mutu Pendidikan, Prof. Syawal Gultom diperlukan untuk menakar kualitas guru.<span id="more-13898"></span></p>
<p>Kebijakan Kemendikbud dalam sistem pembinaan dan pengembangan mutu sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan bertumpu pada tiga pilar mutu. Dari sisi dimensi sumber daya manusia ketiga pilar itu adalah guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Dilihat dari dimensi sistem pembinaan ketiga pilar itu meliputi uji kompetensi UK, penilaian kinerja (PK), dan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).</p>
<p>UK berfungsi untuk mengukur kemampuan guru dalam penguasaan ilmu pengetahuan  yang diperlukan untuk melaksanakan tugas keprofesiannya. Instrumen pengujian kompetensi berupa sejulah soal dan guru, kepala sekolah, dan pengawas akan mengikuti ujian dengan menjawab soal. PK berfungsi untuk mengukur kinerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Penilaian kinerja dilaksanakan cara menilai penampilannya dalam melaksanakan tugas pada kegiatan yang sesungguhnya di lapangan. Peta kekuatan guru, kepala sekolah, dan pengawas dari hasil pengujian dan penilaian itulah menjadi bahan pelaksanaan pembinaan melalui kegiatan PKB.</p>
<p>Dengan demikian hasil pengukuran merupakan dasar untu menggambarkan  kapasitas dan kepabelitas guru sehingga menjadi dasar  penentuan strategi dan pemilihan materi pembinaan dan pengembangan kompetensinya. Hasil UK dan PK sekaligus menjadi dasar untuk memberikan penghargaan, kenaikan pangkat, maupun promosi, atau demosi sesorang.</p>
<p>Ketika program ini disosialisasikan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan uji kompetensi guru akan  dilaksanakan pada Juli 2012, terdapat pihak yang kurang setuju terhadap kebijakan ini dan menyerukan penolakan. Hanya saja Kemendikbud menyatakan bahwa program ini tetap akan dijalankan sehingga dalam beberapa tahun ke depan bisa didapat data profil 2,6 juta guru.</p>
<p>Alasan penolakan berkaitan dengan kekhawatiran guru tentang hasil Uji Kompetensi akan terkait langsung dengan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional guru dan Angka kreditnya yang menyatakan bahwa guru yang tidak dapat memenuhi kinerja yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat dan jabatan, padahal yang bersangkutan telah diikutsertakan dalam pembinaan pengembangan keprofesian, beban kerjanya dikurangi sehingga kurang dari 24  jam tatap muka atau dianggap melaksanakan beban kerja kurang dari 24 jam tatap muka. Guru yang mempunyai kinerja rendah wajib mengikuti pembinaan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2), apabila telah dapat menunjukkan kinerja baik, diberi beban kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Dalam pernyataan itu, jelas tersurat bahwa apabila UK dilaksanakan dan menjadi salah satu indikator kinerja guru, di samping Penilaian Kinerja (PK) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), maka hasil UK akan berpengaruh pada tinggi rendahnya nilai kinerja seseorang guru. Jika demikian, maka sepanjang peraturan tersebut tidak diubah maka hasil UK akan menentukan bisa  atau tidaknya seorang guru memerolah tunjangan sertifikasi. Hal inilah yang  menjadi sumber kekhawatiran.</p>
<p>Memang belum ada aturan yang eksplisit yang menyatakan bahwa jika seseorang guru tidak lulus UK maka tunjangan sertifikasinya dihentikan. Namun jelas jika kinerjanya rendah karena UK belum lulus maka ia tidak bisa mengikuti PK sehingga harus memperoleh diklat PKB dan guru yang bersangkutan dipandang beban kerjanya dikurangi sehingga kurang dari 24  jam tatap muka atau dianggap melaksanakan beban kerja kurang dari 24 jam tatap muka.</p>
<p>Karena pertaruhan itu, pada saat ini kisi-kisi soal uji kompetensi guru banyak dicari. bahkan prediksi soal pun banyak yang membuatnya. Semoga saja  berbagai prediksi itu pun membantu guru meningkatkan pengetahuan yang sebenarnya guru perlukan untuk lulus uji kompetensi.</p>
<p>GP</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/uji-kompetensi-dan-penilaian-kinerja-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instrumen Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-pengawas-sekolah/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-pengawas-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jul 2012 18:31:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Pengawas]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=13839</guid>
		<description><![CDATA[Jabatan fungsional pengawas sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang  mencakup menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-pengawas-sekolah/penilaian-kinerja/" rel="attachment wp-att-13840"><img class="alignleft size-full wp-image-13840" style="margin: 5px;" title="Penilaian Kinerja" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2012/07/Penilaian-Kinerja.jpg" alt="" width="140" height="140" /></a>Jabatan fungsional pengawas sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang  mencakup menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. <span id="more-13839"></span></p>
<p>Pengawas merupakan salah satu pilar penjamin mutu pendidikan di samping guru dan kepala sekolah. Lebihnya dari du pilar penjaminan adalah pengawas mendapatkan tugas khusus untuk mengawal dan mamastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran dan pengelolaan sekolah memenuhi prosedur dan target hasil yang sesuai dengan standar.</p>
<p>Dalam melaksanakan perannya itu, seperti halnya guru dan kepala sekolah, pengawas harus teruji pengetahuannya. Pengetahuan yang harus dikuasinya meliputi pengetahauan tentang kompetensi guru, kepala sekolah, dan pelaksanaan tugas sebagai pengawas. Yang kalah penting pada sosok penampilan pengawas adalah mampu menerapkan pengetahuan yang dikuasainya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pembina guru dan kepala sekolah. Ketangguhannya ditunjukkan dengan kemampuannya memenuhi standar.</p>
<p>Seperti halnya penilaian kinerja guru, dan kepala sekolah, penilaian kinerja pengawas tidak mencakup kompetensi kepribadian dan sosial. Hal itu berarti bahwa penilaian meliputi dimensi kompetensi supervisi manajeriel, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, serta penelitian dan pengembangan.</p>
<p>Sebagaimana yang dijelaskan dalam Permenpan 21 tahun 2010, penilaian kinerja pengawas disesuaikan dengan kepangkatanya.</p>
<p>Pengawas Sekolah Muda kemampuannya dalam  dalam  8  jenis tugas berikut:</p>
<ol>
<li>menyusun program pengawasan;</li>
<li>melaksanakan pembinaan Guru;</li>
<li>memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar penilaian;</li>
<li>melaksanakan penilaian kinerja Guru;</li>
<li> melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program</li>
<li>pengawasan pada sekolah binaan; menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya;</li>
<li>melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru; dan</li>
<li>mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru.</li>
</ol>
<p>Pengawas Madya dinilai kinerjanya dalam pemenuhan  standar pada 10 kegiatan di bawah ini.</p>
<ol>
<li>menyusun program pengawasan;</li>
<li>melaksanakan pembinaan Guru danlatau kepala sekolah;</li>
<li>memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan;</li>
<li>melaksanakan penilaian kinerja Guru dan/atau kepala sekolah;</li>
<li>melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan;</li>
<li>menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru danlatau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya;</li>
<li>melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah;</li>
<li>melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen;</li>
<li>mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru danlatau kepala sekolah; dan</li>
<li>membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok.</li>
</ol>
<p>Pengawas Utama dinilai dalam pemenuhan standar dalam 12 pekerjaan seperti di bawah ini.</p>
<ol>
<li>menyusun program pengawasan;</li>
<li>melaksanakan pembinaan Guru dan kepala sekolah;</li>
<li>memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan;</li>
<li>melaksanakan penilaian kinerja Guru dan kepala sekolah;</li>
<li>melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan;</li>
<li>mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat kabupatenlkota atau provinsi;</li>
<li>menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGM/IMGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya;</li>
<li>melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah;</li>
<li>melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen;</li>
<li>mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional  guru dan kepala sekolah;</li>
<li>mernbimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok; dan</li>
<li>melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan.</li>
</ol>
<p>Untuk keperluan menilai kinerjanya Kemendikbud telah merumuskan perangkat penilaian sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><strong><a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3051" title=" downloaded 1435 times" >Instrumen Penilaian Kinerja Pengawas Muda 2012 (1435)</a></strong></li>
<li><strong><a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3052" title=" downloaded 1778 times" >instrumen Penilaian Kinerja Pengawas Madya (1778)</a></strong></li>
<li><strong><a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3053" title=" downloaded 1088 times" >instrumen Penilaian Kinerja Pengawas Utama (1088)</a></strong></li>
<li><strong><a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3054" title=" downloaded 2212 times" >Rubrik Penilaian (2212)</a></strong></li>
<li><strong><a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3055" title=" downloaded 2892 times" >Pedoman Penilaian (2892)</a></strong></li>
<li><strong>Instrumen Penilaian Kinerja Pengawas bentuk excel</strong></li>
</ul>
<div>Instrumen dalam bentuk excell akan kami rilis kemudian.</div>
<div></div>
<div>Salam.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-pengawas-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-kepala-sekolah/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-kepala-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2012 09:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=13795</guid>
		<description><![CDATA[Pada  hari Senin tanggal 9 Juli 2o12 instrumen penilaian kinerja kepala sekolah hasil revisi tahun 2012 telah mendapat persetujuan Kepala Badan PSDM Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Syawal Gultom. Pada hari ini pula  instrumen segera dibawa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-kepala-sekolah/pelatihan-penilaian-kepala-sekolah/" rel="attachment wp-att-13807"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-13807" style="margin: 5px;" title="Pelatihan Penilaian Kepala Sekolah" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2012/07/Pelatihan-Penilaian-Kepala-Sekolah-150x112.jpg" alt="" width="150" height="112" /></a>Pada  hari Senin tanggal 9 Juli 2o12 instrumen penilaian kinerja kepala sekolah hasil revisi tahun 2012 telah mendapat persetujuan Kepala Badan PSDM Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Syawal Gultom. Pada hari ini pula  instrumen segera dibawa ke dalam forum pelatihan yang diikuti oleh para widiaiswara sebagai penanda bahwa instrumen sudah mulai dapat digunakan untuk mengukur kinerja kepala sekolah.<span id="more-13795"></span></p>
<p>Bersamaan dengan didifusikannya instrumen tersebut  GP menyajikan  untuk para pembaca gunakan dalam ruang lingkup yang lebih luas. Di bawah ini terdapat perangkat Instrumen, Pedoman Penilaian Kinerja, dan Overview yang dapat diunduh.</p>
<ul>
<li><strong><a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3046" title=" downloaded 6508 times" >Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (6508)</a></strong></li>
<li><strong><a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3048" title=" downloaded 4554 times" >Pedoman Penilaian Kinerja (4554)</a></strong></li>
<li><strong><a class="downloadlink" href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3047" title=" downloaded 3903 times" >Bahan Overview Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (3903)</a></strong></li>
</ul>
<div>Instrumen penilaian kinerja kepala sekolah yang digunakan untuk memetakan kinerja kepala sekolah pada 50 item dalam dua dimensi yaitu manajerial dan supervisi seperti di bawah ini.</div>
<div></div>
<div><a href="http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-kepala-sekolah/new-picture-21/" rel="attachment wp-att-13810"><img class="aligncenter size-medium wp-image-13810" title="New Picture" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2012/07/New-Picture-300x158.png" alt="" width="300" height="158" /></a></div>
<div>Terdapat 38 item yang mengukur kinerja kepala sekolah dalam bidang manajerial dan 12 item yang mengukur kinerja dalam bidang supervisi. Fokus utama pengukuran adalah tentang apa yang sesungguhnya yang kepala sekolah laksanakan dalam memenuhi standar  sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah.</div>
<div></div>
<div>Sesuai dengan Permendiknas Nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah pasal 12 menyartakan bahwa  penilaian kinerja tahunan dilaksanakan oleh pengawas sekolah/madrasah dan Penilaian kinerja empat tahunan dilaksanakan oleh atasan langsung dengan mempertimbangkan penilaian kinerja oleh tim penilai yang terdiri dari pengawas sekolah/madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah di mana yang bersangkutan bertugas.</div>
<div></div>
<div>Perangkat utama penilaian terdiri atas dua jenis, yaitu instrumen dan rubrik penilaian. Pada setiap item penilai medapat tantangan untuk memenutuskan ya dan tidak. Ya berarti kepala sekolah telah memenuhi standar dengan batas minimal telah memenuhi 70% dari kriteria yang seharusnya dipenuhi. Kurang dari itu maka kinerja dinyataan tidak memenuhi kriteria standar.</div>
<div></div>
<div>Salah satu teknik untuk menentukan pemenuhan 70% ialah penilai menghimpun sejumlah pernyataan yang menggambarkan adanya kesesuaian antara kriteria yang seharusnya dengan kenyataan yang sesungguhnya. Contoh pernyataan seperti di bawah ini menunjukkan sejumlah indikator operasional yang spesifik sehingga dapat dinilai ya atau tidak; seperti contoh di bawah ini.</div>
<div></div>
<div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="54">
<p align="center"><strong>No.</strong></p>
</td>
<td rowspan="2" width="200">
<p align="center"><strong>Indikator Operasional</strong></p>
</td>
<td colspan="2" width="143">
<p align="center"><strong>Penilaian</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="68">
<p align="center"><strong>Ya</strong></p>
</td>
<td width="75">
<p align="center"><strong>Tidak</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" valign="top" width="677"><strong>Kepala sekolah</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54">1</td>
<td valign="top" width="480">Menjelaskan tujuan pelaksanaan EDS dengan benar</td>
<td valign="top" width="68">
<p align="center"><strong>X</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="75"></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54"> 2</td>
<td valign="top" width="480">Menerbitkan surat keputusan membentuk tim pelaksanaan EDS</td>
<td valign="top" width="68">
<p align="center"><strong>X</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="75"></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54"> 3</td>
<td valign="top" width="480">Memiliki instrument EDS</td>
<td valign="top" width="68">
<p align="center"><strong>X</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="75"></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54"> 4</td>
<td valign="top" width="480">Mengarahkan tim menggunakan instrumen untuk menghimpun data kinerja sekolah dalam pemenuhan  8 SNP</td>
<td valign="top" width="68">
<p align="center"><strong>X</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="75"></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54"> 5</td>
<td valign="top" width="480">Mengolah  data hasil EDS bersama dengan tim pelaksana</td>
<td valign="top" width="68">
<p align="center"><strong>X</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="75"></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54">6</td>
<td valign="top" width="480">Merumuskan kesimpulan  hasil EDS</td>
<td valign="top" width="68">
<p align="center"><strong>X</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="75"></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54"> 7</td>
<td valign="top" width="480">Merumusan rekomendasi berdasarkan hasil EDS</td>
<td valign="top" width="68">
<p align="center"><strong>X</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="75"></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54"> 8</td>
<td valign="top" width="480">Mengecek keterlaksanaan rekomendasi untuk perbaikan program</td>
<td valign="top" width="68"></td>
<td valign="top" width="75">
<p align="center"><strong>x</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54"> 9</td>
<td valign="top" width="480">Menggelar pertemuan dengan seluruh pemangku kepentingan mengevaluasi hasil EDS</td>
<td valign="top" width="68"></td>
<td valign="top" width="75">
<p align="center"><strong>x</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" valign="top" width="54"> 10</td>
<td valign="top" width="480">Menggunakan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan program tahunan  berikutnya.</td>
<td valign="top" width="68"></td>
<td valign="top" width="75">
<p align="center"><strong>x</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div></div>
<div>Tabel di atas menunjukkan terdapat tujuh pernyataan spesifik yang terpenuhi dan tiga yang belum terpenuhi. Jika bukti fisik yang diperoleh seperti itu, maka penilai dapat menyatakan ya. Konsekuensi dari ketentuan tersebut penilai wajib menghimpun bukti fisik yang membuktikan bahwa kepala sekolah  melaksanakan tugas sesuai dengan standar dengan memenuhi batas minimal.</div>
<div></div>
<div>Untuk menentukan pernyataan spesifik yang memuat indikator operasional bahan pertimbangan, penilai perlu menggunakan rubrik sebagai acuan.  Dalam hal ini rubrik sangat penting untuk menentukan fisik yang seharusnya terjaring.</div>
<div></div>
<div>Teknik penjaringan data yang membuktikan bahwa kepala sekolah melaksanaan kegiatan dapat menggunakan teknik  pengamatan, wawancana, dan studi dokumen. Sumber data yang dapat menunjang kelancaran ini dapat berupa penjelasan kepala sekolah mengenai profil sekolah, bahan presentasi kepala sekolah, dokumen yang mendukung pengakuan kepala sekolah, hasil wawancara dengan pendidik atau tenaga kependidikan, hasil wawancara dengan orang tua siswa atau komite sekolah, serta hasil pengumpulan informasi dari siswa.</div>
<div></div>
<div>Contoh catatan bukti otentik yang dapat pengawas jaring  dalam membuktikan  bahwa kepala sekolah &#8220;Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan&#8221; dapat dilihat pada contoh instrumen di bawah ini.</div>
<div></div>
<div>
<table width="499" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<colgroup>
<col width="174" />
<col width="325" /> </colgroup>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="5" width="174" height="230">Dokumen RKJM, RKT/RKAS yang disepakati pemangku kepentingan,  tujuan kegiatan terukur, memenuhi skala prioritas, pengalokasian anggaran jelas, meliputi 8 SNP, instrumen evaluasi program dan/atau EDS.</td>
<td width="325">Mengolah data hasil evaluasi diri sekolah sebagai bahan perumusan RKJM dan RKAS yang dibuktikan dengan data  EDS dan hasil evaluasi program.</td>
</tr>
<tr>
<td width="325" height="53">Mengenali lingkungan eksternal sekolah untuk menentukan kebutuhan belajar siswa sebagai bahan pengarahan penyusunan program.</td>
</tr>
<tr>
<td width="325" height="53">Memimpin rapat kerja  tahunan mereviu tujuan, indikator, target pencapaian, dan strategi dokumen RKJM dan RKAS [Ya, jika semua terpenuhi]</td>
</tr>
<tr>
<td width="325" height="35">Menyepakati program yang menjadi prioritas bersama pendidik dan tenaga kependidikan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="325" height="36">Mengembangkan instrumen evaluasi program sesuai dengan tujuan RKJM dan RKAS</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div></div>
<div>Untuk menyatakan ya dan tidak pada instrumen di atas pengawas mengeksplorasi bukti fisik berupa catatan seperti ini.</div>
<ul>
<li>Kepala sekolah menyatakan bahwa ia telah  &#8221;Mengolah data hasil evaluasi diri sekolah sebagai bahan perumusan RKJM dan RKAS yang dibuktikan dengan data  EDS dan hasil evaluasi program&#8221;</li>
</ul>
<p>Selanjutnya pengawas melakukan eksplorasi bukti fisik dengan menghimpun dan mencatat data sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Sekolah mememilki  instrumen evaluasi diri.</li>
<li>Ada pelaksana kegaitan evaluasi diri dan surat tugas.</li>
<li>Terdapat  jadwal kegiatan, catatan kegiatan, foto kegiatan dan dokumen laporan pelaksanaan kegiatan,</li>
<li>Ada bukti pertemuan mengolah, menyimpulan hasil evaluasi diri dengan fokus utama menggambarkan kekuatan dan kelemahan sekolah, namun belum diperoleh bukti bahwa hasilnya dibahas bersama dengan  pemangku kepentingan.</li>
<li>Ada rekomendasi bersama dengan tim untuk perbaikan tindak lanjut yang dibuktikan dengan adanya rumusan rekomendasi.</li>
<li>Ada bukti  rekomendasi perbaikan mutu yang digunakan untuk perbaikan program.</li>
</ul>
<p><strong>Hasil wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa</strong></p>
<ul>
<ul>
<li>Tiga orang guru menyatakan bahwa kepala sekolah tidak menyertakan guru yang bersangkutan dalam membahas persipan pelaksanaan EDS.</li>
<li>Tidak ada catatan tentang pelaksanaan  rapat kerja  mengolah hasil EDS yang melibatkan dewan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.</li>
<li>Tidak diperoleh bukti bahwa kepala sekolah menyusun  rekomendasi hasil EDS sebagai bahan perbaikan program.</li>
<li>Tidak ada bukti bahwa kepala sekolah mengecek kembali bahwa rekomendasi ditindaklanjuti.</li>
</ul>
</ul>
<p>Berdasarkan catatan itu pengawas menyimpulkan bahwa</p>
<div>1)  Terdapat dokumen  instrumen, jadwal pelaksanaan 2) Ada data hasil EDS,  kesimpulan, dan  rekomendasi. 3) Kepala sekolah belum mengolah hasil EDS dengan seluruh pemangku kepentingan  dalam memetakan pemenuhan 8 standar melalui EDS. 4) Rekomendasi hasil EDS belum menjadi bahan penyusunan program berikutnya.&#8221;</div>
<div>Selanjutnya pengawas mengisi kolom bukti otentik kualitas kinerja seperti contoh berikut:</div>
<p>Dokumen RKJM, RKT/RKAS yang disepakati pemangku kepentingan, tujuan kegiatan terukur, memenuhi skala prioritas, pengalokasian anggaran jelas, meliputi 8 SNP, instrumen evaluasi program dan/atau EDS.1)  ada instrumen, jadwal pelaksanaan 2) Ada hasil EDS,  kesimpulan, dan  rekomendasi. 3)  belum mengolah hasil dengan pemangku kepentingan 4) Rekomendasi hasil EDS belum menjadi bahan penyusunan program.&#8221;</p>
<div>Berdasarkan analisis itu pengawas menyatakan dengan meyakinkan bahwa kepala sekolah tidak memenuhi standar dalam &#8220;</div>
<div>Dokumen RKJM, RKT/RKAS yang disepakati pemangku kepentingan, tujuan kegiatan terukur, memenuhi skala prioritas, pengalokasian anggaran jelas, meliputi 8 SNP, instrumen evaluasi program dan/atau EDS&#8221;  karena fungsi utama sebagai alat untuk  memetakan kinerja sekolah serta perbaikan mutu berkelanjutan belum tercapai.</div>
<div></div>
<div>Dengan diperolehnya kesimpulan itu terdapat dua pernyataan yang tidak menunjang pembuktian pelaksanaan dan dua pernytaan yang yang menunjang pembuktian bahwa kepala sekolah melaksanakan kegiatan. Dengan hasil itu, pengawas mengisi kolom bukti otentik seperti di bawah ini.</div>
<div></div>
<div><a href="http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-kepala-sekolah/new-picture-1-13/" rel="attachment wp-att-13818"><img class="aligncenter  wp-image-13818" title="New Picture (1)" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2012/07/New-Picture-11.png" alt="" width="750" height="250" /></a></div>
<div>Keputusannya telah ditetapkan dan penilai mengkomunikasikan kepada kepala sekolah atas hasil yang dicapainya.</div>
<div>Demikian informasi ini GP sampaikan, semoga bermanfaat.</div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/instrumen-penilaian-kinerja-kepala-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konferensi Kepala Sekolah ASEAN :  Sistem Merit dan Traffic Light</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/kado-konferensi-kepala-sekolah-dari-bali/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/kado-konferensi-kepala-sekolah-dari-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 13:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=13714</guid>
		<description><![CDATA[Delegasi Brunei menyajikan kisah sukses  menerapkan  Sistem Merit dalam memicu prestasi siswa. Model ini terkenal di Amerika dengan menggunakan Time Token Ekonomi. Penyaji berikutnya mendeskripsikan kisah sukses  mengembangkan kecepatan belajar siswa melalui penerpan Pendekatan Lampu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/kado-konferensi-kepala-sekolah-dari-bali/seaspf/" rel="attachment wp-att-13735"><img class="alignleft  wp-image-13735" style="margin: 5px;" title="Seaspf" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2012/05/Seaspf-150x91.jpg" alt="" width="172" height="104" /></a>Delegasi Brunei menyajikan kisah sukses  menerapkan  Sistem Merit dalam memicu prestasi siswa. Model ini terkenal di Amerika dengan menggunakan Time Token Ekonomi. Penyaji berikutnya mendeskripsikan kisah sukses  mengembangkan kecepatan belajar siswa melalui penerpan Pendekatan Lampu Lalulintas . Model ini jelas dikembangkan dari ide inovatif yang didukung kebolehan mempresesntasikan keunggulan mengelola sekolah.<span id="more-13714"></span></p>
<p>Delegasi dari Brunei Darussalam Hj Susilawati dan  Hjh Sarifah menyajikan best practice tentang bagaimana mengintegrasikan dua pendekatan untuk membangun karakter siswa yang kompetitif melalui penerapan sistem merit dan pendekatan lampu lalulintas.</p>
<p>Sistem merit disajikan oleh Hj Susilawati yang mengangkat pengalaman sukses di sekolahnya, Secondary School-sekolah menengah Mengkalait, yang telah sukses mengembangkan karakter  siswa melalui pemberian penghargaan yang dirancang secara bersistem dengan siklus tahunan.</p>
<p>Sementara Hj. Sarifah menyajikan pengalaman sukses melalui pendekatan lampu lalu lintas. Secara berkala di sekolahnya siswa dikelompokan dalam tiga kategori.  Kelompok hijau adalah siswa yang secara faktual mencapai hasil belajar yang melebihi harapan. Kelompok kuning adalah siswa yang mendapatkan hasil belajar memenuhi batas minimal atau standar, dan kelompok merah  meliputi sejumlah siswa yang mendapatkan hasil belajar kurang memuaskan alias belum memenuhi standar.</p>
<p>Penerapan keduanya memerlukan komitmen kepala sekolah dan guru secara berkelanjutan. Sekolah memantau perkembangan secara berkala. Dalam penerapan sistem merit sistem pemantauan focus pada perkembangan  prilaku siswa yang memenuhi target yang diharapkan. Setiap perkembangan positif diberi penghargaan. Setiap penghargaan terhadap siswa dicatat dan dihitung dalam setiap waktu tertentu.  Pada tiap bulan, penghargaan yang siswa peroleh dihitung. Siswa yang memperoleh penghargaan  yang melebihi target diberi medali emas, yang masuk dalam kelompok di bawahnya diberi medali perak, dan selanjunya perunggu, sampai yang belum memperoleh medali.</p>
<p>Agar peluang mendapatkan medali terbuka untuk seluruh siswa, maka criteria keberhasilan yang diberikan variatif. Dimulai dari partisipasi siswa dalam bentuk kehadiran, berpakaian, kerja sama dengan teman, disiplin, sampai pada kegiatan akademik –nonakademik menjadi bahan pengamatan guru. Dengan cara ini setiap siswa mendapat pelung untuk memenuhi prilaku yang berpeluang mendapatkan penghargaan. Secara empiric menurut  Hj Susilawati, teknik ini telah meningkatkan semangat siswa memperbaiki prilakunya berbagai aspek kehidupan sehingga dapat membentuk pribadi yang baik.</p>
<p>Sistem merit yang biasanya diterapkan dalam sistem pembinaan pegawai  suatu lembaga, ia buktikan efektif untuk mengembangkan pribadi siswa. Model ini sebenarnya dapat diintegrasikan dengan metode yang populer di Amerika, yaitu time token ekonomi. Dalam pendekatan time token ekonomi, penghargaan diberikan kepada siswa tidak sekedar  sertifikat, namun dapat diberikan dalam bentuk hadiah yang memiliki nilai ekonomi. Misalnya, setelah sekolah  menentukan siswa yang mengumpulkan penghargaan terbanyak , ia mendapatkan bea siswa.</p>
<p>Dalam periode tertentu siswa mendapatkan hadiah dalam bentuk buku, alat tulis, seragam, atau bentuk penghargaan lain yang bernilai.</p>
<p>Sistem merit, menurut pengalaman H. Susilawati telah meningkatkan nilai kepedulian, kerja sama, tanggung jawab, perhatian, bahkan dukungan  di antara pelajar sehingga semangat itu dapat ia manfaatkan untuk mendorong prestasi dalam bidang akademik dan nonakademik.</p>
<p>Menurut catatannya sistem merit telah meningkatkan pencapaian hasil belajar dalam banyak bidang dan sekaligus berdampak pada menguatnya nilai-nilai yang sekolah dambakan. Stragegi  penerapan merit telah  meningkatkan semangat siswa untuk medapatkan penghargaan yang terukur, semua siswa berpeluang untuk mendapatkan penghargaan atas setiap prilaku yang sekolah harapkan. Menurut pengalamannya, setiap siswa terbaik dapat meraih penghargaan hingga 450 jenis. Mereka yang mendapatkan yang terbanyak  mendapat predikat “anugrah pelajar terbaik”</p>
<p><strong></strong>Hjh Sarifah Binti Hj Matsawali kepala sekolah dari Rimba Secondary School mengungkap pengalaman sukses yang berbeda dalam menerapkan sistem lampu lalu lintas.</p>
<p>Pengkategorian siswa hijau,kuning, dan merah berdasarkan pelung mereka untuk memperoleh keberhasilan dalam ujian akhir telah membangkinkan karakter siswa yang pembelajar. Kelompok katergori hijau mendapat perlakuan belajar untuk mendapatkan keunggulan tertinggi yang paling mungkin mereka raih, kelompok kuning mendapatkan perlakuan belajar untuk meningkatkan pencapaiannya, dan kelompok merah mendapat peringatan untuk belajar lebih bersungguh-sungguh..</p>
<p>Beda perlakuan telah meningkatkan kesadaran siswa untuk mendapatkan hasil terbaik dalam ujian. Oleh karena itu  beda perlakuan tidak dipersepsikan sebagai bentuk diskriminasi, melainkan sebagai pemecahan dari masalah kebutuhan belajar yang berbeda.</p>
<p>Menurut pengalamannya, program ini dapat dijalankan dengan baik jika melalui empat langkah utama, yaitu:</p>
<ul>
<li>Sosialisasi</li>
<li>Implementasi</li>
<li>Analsis, reviuew, dan perbaikan berkelanjutan</li>
<li>Penghargaan atas prestasi yang dicapai.</li>
</ul>
<p>Dalam implementasi menurut pengalaman Syarifah memerlukan langkah yang berhati-hati, artinya memerlukan data yang akurat tentang  (1) profil prestasi belajar siswa ( 2) target yang proporsional untuk tiap kelompok (3) bentuk intervensi belajar yang sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok.</p>
<ul>
<li>Profiling students</li>
<li>Target setting</li>
<li>Intervention</li>
</ul>
<p>Dalam intervensi pembelajaran, menurut pengalamannya perlu memperhatikan:</p>
<ul>
<li>Klasifikasi siswa yang dikategorikan kelompok hijau, kuning, dan merah.</li>
<li>Refleksi diri siswa dan meningkatkan kebutuhan pelayanan belajar,</li>
<li>Penentuan target setiap individu pada setiap mata pelajaran</li>
<li>Menetapkan target bersama dalam tiap kelompok dengan focus orientasi pada pencapaian mutu hasil belajar.</li>
<li>Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran ekstra dari tiap kelompok untuk mencapai target tertinggi.</li>
</ul>
<p>Menutup prsentasinya yang  menarik, menurutnya, semua itu dapat berhasil jika semua warga sekolah konsisten dalam memperjuangkan targetnya. Yang lebih utama, kepala sekolah harus menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran yang tangguh.</p>
<p>Tentu kita tidak bisa menyatakan bahwa mungkin hal itu dapat mereka lakukan karena jumlah siswa pada sekolah mereka terbatas. Ternyata tidak, menurut keterangan mereka, pada tiap sekolah yang mereka kelola, tidak kurang dari 1200 siswa. Jadi, betapa banyak data yang mereka olah. Semua bisa lebih mudah karena mereka menggunakan teknologi.</p>
<p>Penulis : Rahmat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/kado-konferensi-kepala-sekolah-dari-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sikap Pemerintah Belanda Terhadap Sekolah Asing</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/sikap-belanda-terhadap-sekolah-asing/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/sikap-belanda-terhadap-sekolah-asing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 18:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=9765</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat ini banyak sekolah asing beroperasi di Belanda. Karenanya, Kementerian Pendidikan  Kebudayaan dan Sains negara ini akan memberlakukan aturan penyelenggaraan sekolah asing. Kesungguhan Pemerintah Belanda ditunjukkan dengan adanya telah terkirim surat kepada 17 sekolah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2011/01/New-Picture-2.bmp"><img class="alignleft size-full wp-image-9766" style="margin: 5px;" title="New Picture (2)" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2011/01/New-Picture-2.bmp" alt="" width="144" height="108" /></a>Pada saat ini banyak sekolah asing beroperasi di Belanda. Karenanya, Kementerian Pendidikan  Kebudayaan dan Sains negara ini akan memberlakukan aturan penyelenggaraan sekolah asing. Kesungguhan Pemerintah Belanda ditunjukkan dengan adanya telah terkirim surat kepada 17 sekolah asing  (termasuk di antaranya SIN wassenar, atau sekolah Indonesia di Belanda). <span id="more-9765"></span>Surat tersebut mengantarkan draft Peraturan Menteri Pendidikan  yang akan mengatur pengelolaan sekolah asing yang beroperasi di Belanda.</p>
<p>Pada peraturan tersebut mengklasifikasikan sekolah asing menjadi : Sekolah Kedutaan, Sekolah Asing, dan Sekolah Internasional. Sekolah-sekolah tersebut harus diakreditasi oleh lembaga akreditasi yang direkomendasikan untuk menentukan klasifikasi /status sekolah.</p>
<p>Menurut draft perundangan tersebut itu pula dinyatakan bahwa sekolah internasional adalah adalah sekolah yang didirikan dan beroperasi di Belanda dan disupervisi oleh badan akreditasi internasional. Sekolah asing adalah  sekolah yang didirikan dan beroperasi di Belanda dan disupervisi oleh lembaga yang berwenang dari Negara yang bersangkutan atau oleh badan akreditasi internasional. Sekolah kedutaan adalah sekolah asing yang  siswanya adalah putra/putri staf kedutaan dan  tidak diperkenankan untuk merekrut siswa berkewarganegaraan Belanda.</p>
<p>Peraturan  tersebut akan diberlakukan dalam 4 tahap:</p>
<ol>
<li>Diberlakukan dan dipublikasikan di Government Gazette   sebelum 1 Februari 2011.</li>
<li>Pada 1 April 2011, Kementrian Pendidikan akan mengirim surat ke sekolah-sekolah tersebut untuk pengajuan usul akreditasi.</li>
<li>Sebelum 1 Juli 2011, sekolah sudah harus mengajukan usul akreditasi untuk status sekolah yang dilampiri dengan bukti evaluasi diri.</li>
<li>Tenggang waktu pemenuhan  persyaratan status sekolah yang dimaksud adalah 1 tahun  ( sampai dengan 1 Agustus 2012). Apabila pada 1 Agustus 2012, status sekolah yang ditaregetkan tidak terpenuhi,maka status sekolah tersebut akan diturunkan.</li>
</ol>
<p>Untuk sekolah asing dan sekolah internasional, bahasa pengantar adalah bahasa  Inggris atau Jerman atau Prancis dan wajib mencantumkan pengajaran bahasa Belada yang  muatannya sesuai dengan yang ditentukan oleh standar Belanda. Hal tersebut  dan akan disupervisi secara berkala oleh Inspektorat Pendidikan Belanda.</p>
<p>Peraturan yang akan mulai diberlakukan ini juga sangat memperhatikan  pemenuhan layanan bagi anak-anak berkewarganegaraan Belanda yang bersekolah di sekolah asing dan sekolah internasional.</p>
<p>Dari draft peraturan tersebut, tampaknya mereka sangat peduli terhadap pemenuhan layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa berkewarganegaraan Belanda. Masalahnya adalah, Apakah hal demikian juga diberlakukan di negara kita?</p>
<p>Informasi ini merupakan usaha berbagi informasi dari saya yang telah  setahun bertugas di Belanda yang sebelumnya berkiprah dalam komunitas rsbi. (Arbayah Kumalawati, Kepala Sekolah Indonesia di Belanda)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/sikap-belanda-terhadap-sekolah-asing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Finlandia : Negara dengan Pendidikan Terbaik di Dunia</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/finlandia-negara-dengan-pendidikan-terbaik-di-dunia/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/finlandia-negara-dengan-pendidikan-terbaik-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 23:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=9316</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Bukan Amerika dengan Harvard-nya, bukan Jerman atau Perancis, atau juga Indonesia dengan ITB-nya…
Negara itu adalah FINLANDIA ! Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/07/Finlandia.jpg"><img class="size-full wp-image-9317 alignleft" title="Finlandia" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/07/Finlandia.jpg" alt="" width="118" height="124" /></a>Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Bukan Amerika dengan Harvard-nya, bukan Jerman atau Perancis, atau juga Indonesia dengan ITB-nya…</p>
<p>Negara itu adalah FINLANDIA ! Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa.<span id="more-9316"></span></p>
<p>Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.</p>
<p>Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.</p>
<p>Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi nomor satu di pentas dunia?</p>
<p>Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa, tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes.</p>
<p>Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.</p>
<p><strong>Apa gerangan kuncinya?</strong></p>
<p>Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis.</p>
<p>Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke Fakultas Hukum bahkan Fakultas Kedokteran!</p>
<p>Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.</p>
<p>Pada usia 18 tahun seorang siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi, dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.</p>
<p>Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!</p>
<p>“Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri”, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.</p>
<p>Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.</p>
<p>Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.</p>
<p>Berdasarkan penemuan PISA, pada sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki.</p>
<p>Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dan lain sebagainya. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.</p>
<p>Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar.</p>
<p>Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.</p>
<p>Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.</p>
<p>Sumber:</p>
<p><em>http://roumink.wordpress.com/2010/01/29/luar-biasa-negara-dengan-pendidikan-terbaik-dunia/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/finlandia-negara-dengan-pendidikan-terbaik-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMA Fatih Bilingual BS Aceh dan SMA Kumbang Palembang Meraih Emas dan Perak</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/emas-dan-perak-dalam-kompetisi-internasional-olimpiade-penelitian-proyek/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/emas-dan-perak-dalam-kompetisi-internasional-olimpiade-penelitian-proyek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 01:26:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=8512</guid>
		<description><![CDATA[Pelajar Indonesia meraih medali emas dan perak dalam kompetisi  bertajuk Internasional Environmental Project Olympiad Euroasia ke-4,  yang digelar di Baku, Azerbaijan, 7-11 April 2010. Penelitian yang  dilakukan pelajar Indonesia berhasil mencuri perhatian ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelajar Indonesia meraih medali emas dan perak dalam kompetisi  bertajuk Internasional Environmental Project Olympiad Euroasia ke-4,  yang digelar di Baku, Azerbaijan, 7-11 April 2010. Penelitian yang  dilakukan pelajar Indonesia berhasil mencuri perhatian dewan juri dan  menjadi terbaik dalam olimpiade penelitian proyek  tingkat internasional yang diikuti oleh 36  negara.<span id="more-8512"></span></p>
<p>Juru bicara Pacific Countries Social and Economic  Solidarity Association, Demir Timurtas, menginformasikan bahwa medali emas diraih Amalul Auni dan  Teuku Muhammad Farhan Dermawan dari SMA Fatih Bilingual Boarding School  Banda Aceh. Sedangkan medali perak dipersembahkan M Khifzon Azwar dari  SMA Kusuma Bangsa Palembang meraih medali perak.</p>
<p>&#8220;Indonesia  meraih prestasi yang membanggakan, mengalahkan pelajar dari 36 negara,&#8221;  katanya.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan Amalul Auni dan Teuku Muhammad  Farhan Dermawan adalah tentang penentuan kadar timbal dan merkuri pada  rambut manusia dan tanaman kangkung di tanah tsunami Provinsi Aceh .</p>
<p>Mereka  menyampaikan penelitiannya bahwa tanah merupakan tempat yang penting  untuk tempat hidupnya tumbuhan. Polusi tanah mengakibatkan tanah menjadi  tidak subur dan tidak dapat dijadikan tempat hidupnya organisme.</p>
<p>Logam  berat seperti timbal (Pb) dan merkuri (Hg) adalah polutan yang  berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan organisme. Maka, tanah harus  dijaga kestabilannya dari polutan-polutan berbahaya tersebut.</p>
<p>Tanaman  kangkung (<em>Ipomoea reptans</em>) dapat digunakan untuk mengurangi  kadar logam berat yang terkandung di dalam tanah, sehinga tanah menjadi  lebih aman.</p>
<p>Sedangkan penelitian M Khifzon Azwar tentang membuat  biodegradable plastik dari pati singkong. Film plastic biodegradable  yang telah dikondisikan dalam suhu kamar selama 2 hari, hasilnya berubah  menjadi plastik bening. Polimer adalah sesuatu yang utama pada semua  plastik. Umumnya plastik mempunyai rantai polimer yang panjang, yang  membuatnya kuat dan fleksibel.</p>
<p>Pati dibagi menjadi dua komponen  dasar, yaitu amylase dan amylopectin. Amylopectin merupakan polisakarida  yang tersusun dari monomer alpha-glukosa. Penambahan sedikit ethanol  bertujuan untuk memutuskan beberapa cabang amylopectin yang sebaliknya  akan menjadi rapuh.</p>
<p>Gliserin merupakan variable bebas, makin  banyak gliserin yang dimasukkan akan semakin fleksibel plastik yang  dihasilkan dan sebaliknya. Teknologi biodegradable plastic ini adalah  suatu upaya pengurangan minyak untuk membuat plastic. Indonesia sebagai  negara yang kaya sumber daya alam terutama hasil pertanian, berpotensi  menghasilkan berbagai bahan biopolymer yang mudah didapat.</p>
<p>Demir  Timurtas menjelaskan, kedua tim yang meraih medali emas dan perak itu  merupakan para juara dari Indonesia Science Project Olympiad (ISPO)  2010. ISPO sendiri telah diadakan untuk kedua kalinya di Indonesia.  Dalam ISPO 2010 ada 543 proyek penelitian yang ikut berpartisipasi  dengan melibatkan sebanyak 543 pelajar.</p>
<p>Menjadi organisastor ISPO  adalah Pasiad Indonesia, didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional  RI, LIPI, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas  Islam Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung,  Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret Surakarta,  Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan IAIN Ar Raniry Banda Aceh.</p>
<p>Menurut  catatan, prestasi yang membanggakan Indonesia yang diraih Bilingual  Boarding Schools untuk Indonesia, bukan kali pertama di kompetisi  internasional. Sebelumnya, tahun 2007, dari 16 pelajar Indonesia peraih  medali emas dalam ajang olimpiade internasional, 13 di antaranya adalah  pelajar Bilingual Boarding Schools.</p>
<p>&#8220;Ini bukan prestasi yang  kondisinya tiba-tiba ada, melainkan merupakan hasil dari upaya yang  terus menerus dilakukan oleh sekolah. Melalui kegiatan pembelajarannya  yang menempatkan siswa sebagai subyek, sekolah terus mendorong dan  memfasilitasi para pelajarnya untuk belajar dan berprestasi,&#8221; papar  Demir Timurtas.</p>
<p>Dikutip dari Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/emas-dan-perak-dalam-kompetisi-internasional-olimpiade-penelitian-proyek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMAN 1 Bogor Berjaya Pada Konferensi Internasional Ilmuwan Muda</title>
		<link>http://gurupembaharu.com/home/konferensi-internasional-ilmuwan-muda/</link>
		<comments>http://gurupembaharu.com/home/konferensi-internasional-ilmuwan-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 13:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gurupembaharu.com/home/?p=8504</guid>
		<description><![CDATA[Prestasi pelajar Indonesia dalam ICYS yang melombakan penelitian siswa  SMA bidang ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi cukup  membanggakan. Pada ICYS di Polandia tahun lalu, tim Indonesia  berhasil meraih gelar juara umum. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/04/icys1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-8509" style="margin: 5px;" title="icys1" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/04/icys1.jpg" alt="" width="82" height="82" /></a>Prestasi pelajar Indonesia dalam ICYS yang melombakan penelitian siswa  SMA bidang ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi cukup  membanggakan. Pada ICYS di Polandia tahun lalu, tim Indonesia  berhasil meraih gelar juara umum.  Presiden ICYS Zsuzsanna Rajkovits  bahkan mengatakan, baru kali ini penyelenggaraan ICYS dilaksanakan di  luar Eropa.<span id="more-8504"></span>Indonesia terpilih sebagai negara Asia pertama yang  menjadi tuan rumah penyelenggaraan ICYS, yang awalnya digagas Eotvos  Loran University Budapest, Hongaria dan Belarusia State University  Minks, Belarus.  Pada penyelenggaraan kali ini, pesertanya berasal dari  13 negara, yakni Belarus, Brasil, Kroasia, Jerman, Georgia, Hongaria,  Indonesia, Belanda, Polandia, Romania, Rusia, Turki, dan Ukraina. Adapun  enam negara lainnya mengikuti sebagai pengamat, yakni Iran, Inggris,  Thailand, Nigeria, Laos, dan Kamboja.</p>
<p>Pelajar yang ikut dalam  ICYS akan mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan juri  dalam bahasa Inggris selama 15-30 menit. Peserta yang mewakili tiap  negara itu terpilih melalui seleksi ketat di negaranya dalam lomba  penelitian berskala nasional. Penelitian itu nanti disajikan dalam ajang  ICYS.</p>
<p>Indonesia mengirimkan 12 pelajar SMA. Mereka  dipilih dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI),  kompetisi penelitian remaja pengganti Lomba Penelitian Ilmiah Remaja  (LPIR).</p>
<p>Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah  Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto di Sanur, Bali, Selasa  (13/4/2010), mengatakan, kesempatan ini dipakai untuk unjuk gigi kepada  dunia internasional tentang kemampuan pelajar Indonesia bersaing dalam  bidang penelitian.</p>
<p><a href="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/04/oki-novendra.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-9044" style="margin: 5px;" title="oki novendra" src="http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/04/oki-novendra-150x150.jpg" alt="" width="205" height="205" /></a>Salah satu yang sukses meraih penghargaan tertinggi  adalah Oki Novendra, siswa SMAN 1 Bogor, ia  meraih Medali Emas. Oki menyumbang 1 Medali dari 7 Medali Emas yang di peroleh Tim Indonesia. Pada Lomba Penelitian Ilmiah ini Oki Novendra mengetengahkan hasil  penelitian dengan judul <em><strong>“Mathematical Explaination on the Death of Michael Jackson”.</strong></em></p>
<p>Indonesia ikut ICYS sejak tahun 2005 dan  prestasi pelajar Indonesia terus meningkat.  Pelajar Indonesia yang ikut  dalam ICYS kali ini di antaranya Dita Nurtjahya (SMAN 1 Sungai Liat,  Bangka Belitung), Dwiky Rendra Graha Subekti (SMA Theresia 1 Semarang),  Florencia Vanya Vaniara (SMA Santa Laurensia, Serpong), M Kautsar (SMAN 6  Yogyakarta), Andreas Widi Purnomo (SMA Santa Laurensia Serpong), dan  Miftah Yama Fauzan (SMAN 1 Sidoarjo).  Selain itu, Fauqia Tambunan (SMA  Mutiara Bunda Bandung), Rizal Panji Islami (SMAN 3 Bandung), Ilham  Naharudinsyah (SMA Lab School Kebayoran), Sonny Lazuardi N (SMAN 5  Bandung), Aria Dhanang Dewangga (SMAN 5 Bandung), dan Oki Novendra (SMAN  1 Bogor).</p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p>Sumber : Kompas.com  dan Web SMAN 1 Bogor</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gurupembaharu.com/home/konferensi-internasional-ilmuwan-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
