TOPIK UTAMA »

September 7, 2014 – 9:25 pm | One Comment | 709

Difusi konsep kurikulum 2013 pada tahap awal pelaksananaan sudah selesai. Hampir seluruh pendidik telah terdampak oleh program pelatihan dan bergegas untuk menguasai konsep pembelajaran saintifik dan penilaian autentik. Program pelatihan telah memungkinkan sebaran konsep  kurikulum …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » PEMBELAJARAN, TOPIK UTAMA

Catatan Pelaksanaan Lesson Studi: Kesulitan dalam Menyiapkan RPP

Submitted by on February 22, 2013 – 10:04 pmNo Comment | 541

Keterampilan menerapkan pendekatan ilmiah dan keterampilan  siswa berkolaborasi untuk meningkatkan kapasitas belajar individu melalui kerja sama kelompok merupakan  kompetensi yang semakin perlu guru kuasai. Keterampilan tersebut akan menjadi bagian strategis dalam persiapan melaksanakan kurikulum 2013 terutama dalam memfasilitasi siswa terampil berpikir kritis level tinggi dan ilmiah. 

Keterampilan berpikir dan pengetahuan siswa tersembunyi di dalam diri siswa. Namun demikian hal tersebut dapat guru amati melalui aktivitas belajar berupa aktivitas mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta. Guru dapat memperhatikan kedalaman diri siswa melalui sikap dan keterampilannya.

Pada tahap awal diskusi menyepakati judul kegiatan sebagai berikut;

MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENDIDIK DALAM MENERAPKAN METODE STAD DAN TGT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ILMIAH SISWA DALAM MENULIS TAJUKRENCANA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA X TAHUN 2013

Hasil diskusi lanjutan dan pengamatan pra-observasi dengan guru bahasa Indonesia, terhimpun data yang menunjukkan adanya beberapa kendala dalam menggunakan metode belajar kooperatif learning, pembelajaran kompetetitif, maupun dalam menggunakan pendekatan sains.

Kelemahan utama guru-guru yang utama adalah:

  • Guru belum terampil menerapkan strategi pembelajaran “ kooperatif learning”
  • Guru belum berpengalaman menggunakan metode STAD proses pembelajaran.
  • Guru belum berpengalaman mengintergrasikan penerapan STAD (Student Team Achievement Division) dengan TGT (Team Games Tournament)
  • Guru belum yakin dapat mengguakan pendekatan sains sesuai dengan kaidah penerapan prinsip-prinsip berpikir ilmiah.

Atas dasar data yang teridentifikasi dalam pra-observasi, maka didapat sejumlah masalah yang dipandang perlu untuk dipecahkan bersama.

  1. Bagaimana gurumenerapkan strategi pembelajaran “kooperatif learning” atau belajar bersama dalam kelompok.
  2. Bagaimana menggunakan metode STAD proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa?
  3. Bagaimana guru mengintergrasikan penerapan STAD (Student Team Achievement Division) dengan TGT (Team Games Tournament) agar tumbuh persaingan kelompok untuk mencapai hasil belajar yang terbaik.
  4. Bagaimana guru menggunakan pendekatan sains sesuai sehingga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.

Dengan memperhatikan sejumlah pertanyaan tersebut, selanjutnya guru-guru mengidentifikasi  sejumlah tantangan  untuk meningkatkan kesiapan guru dan siswa  sebelum pelaksanaan pembelajaran yang akan diobservasi dengan menggunakan sejumlah pertanyaan eksploratif di bawah ini.

Apakah guru sudah memahami istilah, menguasai konsep yang akan digunakan serta telah menguasai teknik menerapkannya?

Jawaban:

Berdasarkan hasil dialog dengan guru yang dilakukan dalam diskusi tanggal 14 Januari 2013 tercatat bahwa

  • guru mendapatkan data bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis tajuk rencana menggunakan metode tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Mengembangkan kolaborasi dalam kelompok untuk menulis sangat jarang dilakukan.
  • guru belum memahami istilah pendekatan sains, dan metode STAD, TGT.
  • guru belum terampil menerapkan  pendekatan sains maupun metode STAD dan TGT.
  • guru berkeinginan untuk memperbaiki keterampilannya melalui kegiatan lesson study.

Dalam diskusi dibahas pula tentang kesiapan siswa jika proses lesson study dilaksanakan melalui pertanyaan berikut;

  • Apakah siswa memiliki bekal ajar yang cukup baik tentang prosedur kegiatan belajar bersama dalam kelompok, meningkatkan kemampuan individu dalam kelompok, dan mengembangkan prestasi kelompok melalui peningkatan pencapaian individu?
  • Apakah level bepikir yang akan ditetapkan sebagai target?
  • Bagaimana pendekatan sains akan dilaksanakan melalui langkah mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta?

Berdasarkan hasil pengamatan guru, siswa perlu mendapat penjelasan berikut;

  • Sebelum pelaksanaan pembelajaran siswa perlu mempelajari langkah kegiatan belajar, menentukan hasil  yang siswa harus capai, cara mencapainya,
  • Siswa perlu diberitahu bahwa hasil belajar yang dinilai, termasuk kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta dalam kelompok dan menjadi subyek penilaian.
  • Siswa perlu memiliki bekal ajar awal tentang tajuk rencana, fakta, dan opini.

Berdasarkan analisis itu, guru-guru bersepakat untuk mengobservasi aktivitas:

  • mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan beda antara fakta dan opini dalam mencipta tajuk rencana melalui kerja sama dalam kelompok.
  • mengisi lembar kerja, membahas masalah-masalah bersama-sama,  membandingkan jawaban, dan menganalisis kesalah-pahaman yang mungkin terjadi.
  • Mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan  media visual
  • menjawab  kuis individu. Selama bekerja siswa tidak boleh saling membantu.

Kegiatan pada tahap pertama pembelajaran akan ditutup dengan menghargai pekerjaan siswa yang memenuhi taget keterampilan berpikir, dan hasil kerja yang memenuhi kriteria. Untuk mewadahi seluruh hasil analisis ini guru bersepakat untuk menindaklanjuti dengan dengan mereviu RPP yang akan digunakan dalam pelaksanaan Lesson Study.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan dua kali yaitu pada hari senin tanggal 21 dan tanggal 28 Januari 2013 disusi telah melakukan perbaikan RPP. Kesulitan yang muncul di antaranya adalah menyeleraskan idikator hasil belajar,  menentukan instrumen penilaian, dan merumuskan tahap-tahap proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Menyeleraskan berbagai faktor itu yang dituangkan dalam perumusan RPP ternyata memerlukan waktu yang lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya.

RPP yang sedang dalam proses perbaikan terlampir.

Demikian catatan yang dapat saya sajikan dengan harapan materi yang tersaji ada manfaatnya untuk teman-teman.
Salam

Artikel terkait :

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments