Model Belajar Dinamis (BD)
Seiring dengan makin canggihnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta dengan menguatnya peran teknologi dalam pengembangan mutu pendidikan, berbagai metode mengajar dan teknik belajar yang baru terus bertambah. Salah satunya adalah Belajar Dinamis (DB), istilah ini merujuk pada model Dynamic Learning (DL), yaitu model belajar-mengajar yang memanfaatkan kecanggihan internet.
Pembelajaran berproses secara online dengan mengintegrasikan strategi penguatan (reinforcement), peningkatan mutu materi pelajaran, meningkatkan kemudahan menggunakan perangkat teknologi, dan dukungan pendidik dalam meningkatkan mutu proses dan mutu hasil belajar siswa.
Model Belajar Dinamis mengintegrasikan siswa melalui akses internet sehingga pembelajaran berproses;
- Kapan saja dan di mana saja
- Pemantauan progres dan diagnosis umpan balik secara otomatis.
- Materi pelajaran bermutu dan selalu terbarukan.
- Akses mata pelajaran terjangkau siswa secara luas.
- Memberikan solusi secara interaktif dan integratif
- Pelaksanaannya mudah dan memberi dukungan pada belajar siswa secara berkelanjutan (http://www.dynamic-learning.co.uk/What-is-dynamic-learning-.aspx)
Keunggulan Belajar Dinamis dapat menghemat waktu, sumber belajar tersedia sepanjang waktu, dan siwa dapat dengan bebas memilih dan menentukan waktu belajarnya, kapan pun sesuai dengan pilihannya.
Belajar Dinamis mendukung strategi pembelajaran secara individual maupun melalui pengembangan Dinamika Belajar Berkelompok. Dalam dinamika berkelompok siswa dapat berinteraksi satu sama lain, elaksanakan kegiatan bersama-sama, membangun kebiasaan untuk meningkatkan mutu pribadinya dalam kerja sama, membangun kesepakatan, membangun kemandirian untuk mengembangkan konsep, menyempurnakan konsep melalui interaksi pikiran sehingga perbaikan mutu berposes dalam kondisi dinasmis saling bergantung pada kekuatan pikiran bersama. (http://carbon.ucdenver.edu/~mryder/dlc.html)
Model pembelajaran kolaboratif dengan memanfaatkan TIK ini berbeda dengan strategi pembelajaran tradisional. Kelompok belajar pada model tradisional terpusat di banyak ruang kelas. Dalam model baru kelompok lebih dinamis, semua anggota berbagi kontrol, semua orang belajar, termasuk guru. Dinamika Belajar Berkelompok lebih transformative karena pengirim dan penerima informasi lebih interaktif dengan lebih banyak berbagi ide. Produk belajar tidak hanya dalam bentuk nilai hasil evaluasi tetapi dapat berkembang dalam bentuk produk keterampilan yang dapat diapresiasi oleh stake holders.
Keuntungan model Belajar Dinamis Berkelompok yang diintegrasikan pada sistem online berpeluang baik dalam membangun komunitas pembelajar karena;
- Semua mengontrol semua.
- Menumbuhkan komitmen kebersamaan dan saling berbagi pengetahuan baru.
- Fleksibel dalam pertukaran informasi dalam aktivitas belajar.
- Masing-masing anggota kelompok tetap independen.
- Dialog dapat dilakukan secara lisan dan tertulis sehingga dapat meningkatkan mutu interaksi dan kolaborasi.
- Membangun tujuan bersama, memecahkan masalah bersama, serta dapat mengembangkan proyek yang fokus pada kepentingan bersama serta lebih menghargai kerja sama.
Sekali pun model Belajar Dinamis maupun Belajar Dinamis Berkelompok memberikan manfaat sebagai strategi pembelajaran, namun pasti pula memiliki keterbatasan, karena sekali pun guru dekat dari sisi teknologi, dalam realita guru dan siswa bisa tidak berada dalam tempat yang sama sehingga, model ini ;
- Tidak efisien jika dilaksanakan dalam waktu yang pendek.
- Pendidik yang berada pada pusat kendali sistem mengontrol siswa sangat longgar.
- Produk belajar yang dapat diwujudkan sangat sulit diprediksi.
Teknologi yang dapat sekolah gunakan untuk mensejajarkan mutu pembelajaran dengan teknik pembelajaran di negara-negara maju, di antaranya sekolah dapat menggunakan Moodle.
Moodle (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment) adalah paket software yang dirancang untuk mengembangkan kegiatan belajar berbasis internet dan website. Moodle merupakan tempat belajar dinamis.
Tantangan yang sekolah hadapi adalah sekolah perlu terus meningkatkan keterampilan warganya mengelola dan menyajikan informasi. Meningkatkan dan menyediakan waktu membaca dan menulis. Menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk dokumen sistematis sehingga layak saji dalam media.
Yang tidak kalah penting adalah menjadikan penggunaan teknologi menjadi makanan sehari-hari, dalam pelaksanaan tugas. Seluruh warga sekolah terintegrasi pada internet dengan menggunakan berbagai media, termasuk menggunakan hand phone. (Dr. Rahmat)
Artikel Terkait:
- Tip menyimpan video di Youtube, http://gurupembaharu.com/tik/tips-menyimpan-video-di-youtube/
- Manajemen pembelajaran, http://gurupembaharu.com/tik/4103/
- http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/12/e-learning-dengan-moodle-modular-object-oriented-dynamic-bag-01/
One Comment »
Leave a comment!












asalamualaikum bapak, saya setuju sekali bila pembelajaran tidak monoton berada di dalam kelas.pada saat ini saya selaku guru bahasa indonesia mencoba melakukan terobosan kecil di sekolah yaitu melakukan kegiatan pembelajaran lewat internet salah satunya yaitu membuka blogspot yang berisi materi, penugasan bahkan evaluasi..namun kendalanya siswa belum terbiasa menggunakan internet. Bahkan ironisnya banyak pengajar yang belum bisa menggunakan internet. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan skill dan fasilitas.Saya minta dukungan bapak bahwa suatu proses pembelajaran bisa dilakukan secara mandiri oleh siswa melalui internet.Berhubung di sekolah kami hal ini masih langka dilakukan oleh guru seperti saya.