Topik Utama »

May 7, 2013 – 10:18 am | 6 Comments | 1,701

Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.
Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Pengelolaan

Analisis Sistem Standar Evaluasi Kinerja

Submitted by on October 24, 2009 – 4:09 am2 Comments | 417

Sistem sekolah yang efektif adalah sistem sekolah yang efisien. Sekolah efisien adalah sekolah yang dapat menggunakan sumber daya sehemat mungkin, namun menghasilkan lulusan yang bermutu.  Sekolah efektif dan efisien adalah sekolah  yang inputnya bermutu  tinggi dengan menghasilkan mutu  lulusan yang lebih tinggi.Membicarakan tentang komponen  input  dan output artinya bicara membicarakan sistem. Itulah sebabnya yang distandarkan dalam pendidikan nasional adalah sistemnya. Pernyataan ini mengandung makna bahwa dalam menerapkan standar berarti menetapkan kriteria mutu pada input-proses-dan output.

Keterkaitan antara ketiga komponen itu dapat didiagramkan seperti pada gambar di bawah ini.

siklus sistem2

Pada kelompok input terdapat komponen isi, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta biaya. Pada kelompok proses terdapat standar pengelolaan, proses, dan penilaian. Pada kelompok output terdapat komponen SKL.

Yang berpengaruh pada mutu lulusan secara teoritik tidak hanya delapan komponen standar sebagaimanan yang terdapat dalam standar nasional pendidikan. Masih banyak hal yang dapat berpengaruh. Satu hal yang mengundang banyak pertanyaan adalah standar kepemimpinan kepala sekolah tidak menjadi salah satu bagian utama dalam SNP.

Hal itu tentu tidak menjadi masalah jika tiap satuan pendidikan menyatakan bahwa strandar keterampilan kepemimpinan merupakan salah satu satu komponen lain yang menjadi standar tambahan. Bisa jadi karena itu merupakan tambahan, maka berpeluang menjadi salah satu standar plus yang berkeunggulan. Ini berarti sekolah dapat menambah berbagai komponen lain yang dipandang penting meningkatkan kinerja belajar siswa.

Jika  nilai input dan nilai output diukur dan dibandingkan, maka kemungkinan terdapat empat variasi  klasifikasi sekoalh berdasrkan nilai   input-output. Komposisi yang mungkin adalah:

  • sekolah yang memiliki input tinggi – output tinggi (TT) pada kuadran satu ini sangat rasional karena sekolah memiliki input yang tinggi dengan menghasilkan input yang tinggi. Pada kuadran ini juga tersebar sekolah yang memiliki tingkat efektivitas yang tinggi.
  • sekolah yang memiliki input rendah – output tinggi (RT) pada kuadran dua tersebar sekolah yang memiliki input yang rendah dengan output yang tinggi,  termasuk sekolah yang sangat efektif.
  • sekolah yang memiliki input tinggi – output rendah (TR), pada kuadran ketiga tersebar sekolah yang memiliki input tinggi dengan output rendah atau kurang efektif.
  • sekolah yang memiliki input redah – output rendah (RR), pada kuadran keempat tersebar sekolah yang memiliki input rencah dengan output yang rendah.

Deskripsi di atas dapat digambarkan dalam berikut:

New Picture

Merujuk pada hal di atas, evaluasi kinerja pada dasarnya untuk mengetahui kinerja sekolah  dalam mewujudkan target peningkatan mutu input, proses, dan output.

Perbandingan kinerja input dan output selanjutnya dapat digunakan untuk menilai tingkat kemajuan sekolah dalam menerapkan standar nasional pendidikan sekaligus dapat digunakan sebagai ukuran kinerja pada satuan waktu tertentu.

Contoh analisis sederhana perhitungan; jika kriteria input yang memenuhi standar 75 dan ouput ditetapkan kriteria 80, hasil penilaian kinerja menunjukkan bahwa output satau sekolah menghasilkan nilai 70. Data menunjukkan bahwa sekolah ini menempati kuadran 4 yaitu output lebih rendah daripada input. Input tidak memenuhi target minimal 80. Berarti sekolah tidak efektif.

Hasil penilaian dengan membandingkan input dan dan output sekolah dapat menggambarkan peta mutu sekolah.  Jika hasil perhitungan hasil kinerja baik, maka rekomendasinya peningkatan mutu. Jika hasilnya tidak baik, maka rekomendasinya adalah peningkatan mutu. Hal ini memberi gambaran bahwa evaluasi kinerja adalah upaya untuk mendeskripsikan kekuatan dan kelemahan sekolah.

Karena sekolah yang diobservasi cukup banyak, maka berdasarkan hasil evaluasi, tim pengelola kegiatan mengklasifikasikan sekolah pada empat kuadran.

Sebaran sekolah pada tia kuadran mencerminkan tingkat kekuatan sekolah dalam menghasilkan lulusan sebagaimana yang oleh masyarkat harapkan.

2 Comments »

  • slamet maryanto says:

    secara teoritis mudah,sangat diperlukan team work yang solid dan konsistensi pelaksanaan terutama ketika menemui masalah atau hal yang tidak sesuai rencana

  • Sun Keelin says:

    This post seems to get a good ammount of visitors. How do you promote it? It offers a nice individual spin on things. I guess having something real or substantial to say is the most important factor.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments