Hasil Studi Banding Guru-guru ke Finlandia

finlandia

Hasil studi banding dari kunjungan sekelompok guru dari USA ke Finlandia yang dilaporkan oleh  Sophia Faridi tentang rahasia sukses pendidikan Finlandia pada tahun 2013 dapat kita gunakan sebagai pelajaran untuk guru Indonesia. Rumusan hasil studi dikembangkan dalam bentuk pointer agar dapat menjadi bahan kajian yang lebih mudah.

  1. Orang yakin bahwa siswa belajar melalui kegiatan bermain, berimanjisi, dan menemukan sendiri. Guru tidak Cuma mengijinkan siswa bermain, akan tetapi mendukung belajar sambil bermain.
  2. Tak ada tes standar, sekolah meyakini bahwa semakin banyak tes yang ketat maka semakin banyak mengurangi waktu siswa berpikir dan menemukan sesuatu. Akuntabilitas adalah pengukuran dalam kelas menjadi tanggung jawab guru sepenuhnya.
  3. Percaya, pemerintah percaya kepada sekolah, sekolah percaya kepada guru, guru percaya kepada siswa, dan orang tua siswa percaya kepada guru.
  4. Sekolah tidak lengkap jika tidak ada dukungan dari yang lain, tes dihilangkan sejak semua pihak percaya kepada sekolah.
  5. Seleksi untuk memilih guru menentukan syarat yang sangat ketat dan prestisius (Gaji guru sama dengan gaji dokter). Hanya lulusan terbaik dari yang dapat diterima menjadi guru.
  6. Waktu setiap orang sangat bernilai. Setiap 45 menit siswa berhak untuk menggunakan 15 waktu santai. Pendidikan Finlandia yakin bahwa sukses belajar jika siswa dapat mengikuti pelajaran dengan ketat, namun mereka juga memilliki waktu bersantai.
  7. Lambat lebih baik, siswa di Finlandia baru mulai balajar jika telah berumur tujuh tahun.
  8. Berbasis kualitas hidup, pendidikan ditangani guru yang berbahagia dan guru-guru yang baik, mereka berangkat dari rumah untuk mengajar dengan sungguh-sungguh selama 20 jam per minggu.
  9. Sekolah memantau kapasitas belar. Setelah 16 siswa memilih akademik atau kejuruan, sekolah vokasional ditangani sebaik universitas di Amerika.
  10. Standar nasional merupakan patokan yang sangat bernilai. Guru bertanggung jawab sepenuhnya untuk memenuhi stadar.
  11. Evaluasi pada level pendidikan di bawah lebih fokus pada mengukur kemampuan metakognisi (kecakapan berpikir tinggi) dan bagaimana mereka belajar tentang cara belajar.
  12. Menerapkan etika sangat penting ditanamkan dengan sangat ketat
  13. Lingkungan diciptkan untuk meningkatkan daya kolaborasi guru dengan guru, siswa dengan siswa, dan guru dengan siswa. Kerja sama siswa multi level biasa mereka lakukan.

Semoga dengan penyajian singkat ini dapat menjadi pelajaran.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments