Ekuivalensi Kekurangan Jam Mengajar Guru

Terbitnya Permendikbud no 4 tahun 2015 tentang Ekuivalensi  telah menajadi solusi atas permasalahan yang menjadi dampak atas terbitnya Permendikbud No.160 tahun 2014 tentang pemberlakukan KTSP 2006 dan K13.  Pemberlakuan K13 dibatasi  pada 6221, sekolah selebihnya kembali ke KTSP 2006 sehingga terdapat guru-guru yang mengajar kurang dari 24 jam pelajaran.

Ekuivalensi berlaku bagi guru SMP/SMA/SMK yang mengajar mata pelajaran (mapel) tertentu antara lain  Bahasa Indonesia,Matematika,Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,Ketrampilan Komputer dan lain lain, Peluang ini akan dimanfaatkan oleh sekitar  94.308 guru SMP dan 10.300 guru SMA/SMK.

Menurut Pak Pranata, ada lima jenis kegiatan ekuivalensi atau penyamaan pembelajaran atau pembimbingan yang dapat dipilih guru sesuai kebutuhannya, yaitu guru menjadi wali kelas ekuivalen dengan dua jam pelajaran,membina osis satu jam pelajaran,guru piket satu jam pelajaran, membina ekstrakurikuler seperti kepramukaan,Palang Merah Remaja (PMR),kegiatan ilmiah ,olahraga dan kesenian ekuivalen satu jam pelajaran,serta menjadi tutor Paket A,B,atau. C sesuai dengan alokasi jam pelajaran perminggunya.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments