Model Siklus Belajar

Tinjauan kepustakaan mengenai siklus belajar yang dilakukan oleh Prof. Dennis W. Sunal, guru besar pendidikan sains dari Universitas Alabama sangat sayang jika dilewatkan. Prof. Sunnal merumuskan dan membandingkan berbagai strategi dalam konsep rekonstruksi siklus kegiatan pembelajaran pada bidang sains. Karyanya menjadi lebih bermakna jika dikaitkan dengan kepentingan bangsa Indoneisa yang sedang penerapan standar nasional pendidikan. […]

Penjaminan Mutu Pembelajaran

Survei terakhir tim pengembang instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) tahun 2009 memperoleh data bahwa perhatian sekolah dan para pembina sekolah pada tingkat kabupaten/kota sangat rendah perhatiannya pada monitoring mutu keterlaksanaan pembelajaran dalam kelas. Guru-guru pada sekolah sampel menunjukan mendapat kemerdekaan untuk menentukan tindakan profesionalnya tanpa intervensi pengkondisian yang berarti dari pihak-pihak yang seharusnya turut bertanggung […]

Elaborasi, Eksplorasi, dan Konfirmasi

Paradigma behaviorisme dan kognitivisme Behaviorisme adalah teori yang berlandaskan pada prinsip stimulus-respon. Menurut teori ini seluruh perilaku manusia muncul karena rangsangan eksternal. Tokoh yang berkontribusi pada teori ini di antaranya adalah Ivan Pavlov. Dengan menggunakan teori itu sebagai dasar pengelolaan kegiatan pembelajaran, peran utama pendidik sebagai faktor eksternal harus memberikan rangsangan kepada siswa agar siswa  […]

Memetakan Pengembangan Kecerdasan Siswa

Penyelenggaraan  pendidikan yang bermutu  memberi  ruang yang cukup kepada siswa sehingga mereka mengembangkan potensi dirinya  secara optimal.  Pendidikan yang efektif membangun peradaban  hidup yang cerdas. Karena penguatan kecerdasan  sangat bergantung pada tantangan yang siswa hadapi, maka pembelajaran yang cerdas perlu terus sekolah kembangkan sejalan dengan berbagai perubahan tantangan yang siswa hadapi. Penerapan konsep mengembangkan kecerdasan […]

Pengajaran Bilingual : Strategi Peningkatan Mutu

Pada umumnya pengajaran bilingual di Indonesia menggunakan satu orang guru yang menggunakan dua bahasa sekaligus. Hanya terdapat sedikit kelas yang ditangani oleh dua orang guru, sebagaimana halnya di Amerika dimana seorang guru sepenuhnya berbahasa Inggris dan guru lain menggunakan bahasa ibu. Model komposisi yang sangat populer dalam pengelolaan kelas bilingual adalah komposisi 90/10 yaitu pada […]

Pengajaran Bilingual : Mengapa Perlu?

Pengajaran bilingual merupakan model penggunaan dua bahasa untuk menyampaikan materi kurikulum dengan tujuan menguatkan kompetensi siswa dalam berbahasa asing. Dengan menggunakan model ini terdapat dua hal utama yang diperoleh siswa, yaitu penguasaan ilmu pengetahuan dan melek dalam dua bahasa. Hingga saat ini telah banyak negara yang melaksanakan pengajaran bilingual, seperti Filipina, Australia, Jepang, Cina, dan […]

Pengajaran Bilingual : Bagaimana Seharusnya?

Kalau kita perhatikan dengan seksama, sesungguhnya pemerintah belum mengembangkan solusi yang sistematis dalam menghadapi berbagai persoalan yang mencuat dari pelaksanaan pembelajaran bilingual. Pemerintah sampai saat ini bersikap menyerahkan urusan ke sekolah. Hal itu terlihat pada respon pemerintah terhadap dua masalah utama yaitu penyediaan guru MIPA yang pandai berbahasa Inggris dan bagaimana menyediakan sumber belajar untuk […]

Apakah Lesson study ?

Istilah lesson study diambil dari bahasa Jepang jugyokenkyuu yang digunakan oleh Makoto Yoshida yang berarti penelitian mengenai belajar atau ‘research lesson’ (RBS Currents, Spring/ Summer 2002). Pada dasarnya istilah ini digunakan Jepang dalam mengembangkan profesionalisme guru dengan tujuan tercapainya pengembangan kemampuan mengajar secara berkelanjutan agar siswa dapat meningkatkan kemampuan belajarnya. Yang menjadi fokus perhatian dalam […]

Sistem Kredit Semester

Sistem Kredit Semester (SKS) merupakan model pengaturan pendistribusian beban belajar pada penyelenggaraan satu satuan pendidikan dengan menyesuaikan pada tingkat perkembangan dan potensi tiap individu siswa agar mereka senang belajar sehingga dapat mencapai standar kompetensi sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan.