Topik Utama »

March 17, 2012 – 3:14 pm | 803

Saat ini sedang sedang berproses identifikasi  indikator pemenuhan standar pendidikan dan tenaga kependidikan. Produk dari proses adalah indikator operasional yang bermakna dan menjadi dasar penentuan kebijakan peningkatan mutu kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil identifikasi …

Read the full story »
Berita

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Pembelajaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Pengelolaan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Daya Insani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Supervisi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Home » Supervisi, Uncategorized

Program Semester Pengawas Sekolah

Submitted by on February 18, 2012 – 6:22 pmOne Comment | 1,354
Program Semester Pengawas Sekolah

Baik program tahunan maupun program semesteran idealnya disusun oleh masing-masing pengawas. Untuk itu setiap pengawas memerlukan program Peningkatan dan Penjaminan Mutu Dinas Pendidikan,  sebagai landasan. Dasar pemikirannya adalah pengawas bekerja untuk meningkatkan penjaminan mutu yang memiliki sekolah binaan dengan karakter yang berbeda-beda.

Kondisi yang ada saat ini, sebagian Dinas Pendidikan Kabupaten Kota belum memiliki program yang layak jadi acuan kerja pengawas. Demikian pula sebagian kordinator pengawas belum menetapkan program tahunan kepengawasan tingkat kabupaten kota. Pekerjaan pengawas menjadi kurang fokus, sasarannya dibangun sendiri-sendiri, bahkan tanpa kordinasi. Namun, karena dinas pendidikan yang lebih kuasa dan punya kebijakan maka dampak negatifnya menimpa pengawas, sebagian pengawas dipandang kurang jelas hasil kerjanya.

Pengawas dalam sistem peningkatan dan penjaminan mutu ibarat lebah madu. Tiap hari melanglang hutan pendidikan, menghimpun nektar dari bunga-bunga yang mekar. Nektar kemudian disimpan di sarang. Dalam sarang telah terstuktur sistem yang mengolahnya menjadi madu untuk bekel kelangsungan hidup generasi berikutnya. Sarang ini ibarat struktur sistem yang menampung infomrasi, mengolah, dan menjadikannya bahan pengambilan kebijakan.

Hasil pekerjaan pengawas pada saat ini belum terintegrasi menjadi sistem informasi pada tingkat dinas. Proses pengolahan belum terjadi karena sarang informasi yang seharusnya ada belum terbangun.

Dalam kondisi seperti itu, beberapa rekan pengawas melalui forum GP bertanya, perihal program semesteran pengawas. Ada persoalan karena menurut buku kerja pengawas sekolah tahun 2011 hal 27 dinyatakan bahwa program semester pengawasan disusun setiap sekolah binaan. Rekan kita ini, mendapat tugas pengawas akademik sebanyak 42 orang yang tersebar pada 15 sekolah.

Persoalan berikutnya adalah :Apakah saya harus menyusun program semester pengawasan setiap sekolah yang ada guru binaan tersebut sehingga memiliki program semester sebanyak 15 dokumen. Ataukah ada solusi lain yang bisa meringankan beban kerja dalam penyusunan administrasi penunjang?

Sebelum pertanyaan itu muncul pernah saya lontarkan keinginan agar  program semester cukup satu dokumen untuk semua sekolah binaan.  Dasar argumennya adalah dokumen yang wajib pengawas penuhi sangat banyak. Tujuan penyederhanaan itu  tiada lain agar sistem administrasi seorang pengawas tidak memerlukan kertas terlalu banyak sehingga jangan sampai untuk memenuhi bukti fisik  administasi seorang pengawas menghabiskan kertas untuk  keperluan satu kecamatan di daerah terpencil.

Jika pengawas mendapat beban administrasi terlalu banyak, kita khawatir pengawas hanya akan sibuk dengan penyusunan dokumen demi terpenuhinya syarat untuk angka kredit, sementara realisasi kinerja yang berdampak terhadap perbaikan kinerja sekolah kurang terperhatikan.

Untuk menjawab persoalan itu terdapat beberapa landasan kerja yang perlu pengawas perhatikan. Pertama, Permenpan 21/2010 tentang  mengenai kewajiban pengawas pada pasal 7 dinyatakan bahwa menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan dan membimbing dan melatih profesional Guru;

Kedua, unsur dan sub unsur kegiatan sebagaimana tertuang dalam pasal 12 masih di Permenpan menyatakan bahwa kegiata pengawas mencakup pegawasan akademik dan manajerial,yang meliputi:

  • penyusunan program;
  • pelaksanaan program;
  • evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan;
  • pembimbingan dan pelatihan profesioal Gurul; dan
  • pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus.

Ketiga, instrumen penilaian kinerja pengawas menandaskan bahwa yang menjadi syarat keterpenuhan komponen penilaian kinerja pengawas meliputi unsur enam unsur berikut:

  1. Identitas sekolah
  2. Visi dan misi
  3. Identifikasi  masalah
  4. Deskripsi kegiatan:
    • tujuan kegiatan
    • sasaran
    • target keberhasilan
    • indikator
    • metode kerja
    • jadwal

Pertimbangan berikutnya adalah jumlah komponen program  yang wajib pengawas implementasikan serta dengan  memperhatikan pengalaman melaksanakan tugas melaksanakannya, maka  kegiatan pembinaan secara umum diputuskan terbadi menjadi enam aspek kegiatan yang bersiklus dengan rincian sebagai berikut:

  • Pembinaan Guru
  • Pembinaan Kepala Sekolah
  • Pemantauan SNP
  • Penilaian Kinerja Guru
  • Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
  • Program Pengawasan Evaluasi Kinerja Tengah Tahun/Akhir Tahun

Dengan pembagian itu jadwal kegiatan menjadi mudah ditetapkan, tiap bulan pengawas melaksanakan satu jenis pembinaan, pemantauan, dan penilaian, yang diakhiri dengan evaluasi.

Di bawah ini GP lampirkan model program semesteran yang terintegrasi dalam progarm tahunan. Duh …..tebal jadinya.

Program Semesteran Pengawas (245)

Bersamaan dengan penyajian model program ini GP mengharapkan saran pendapat untuk penyempurnaan program dan usul agar para perumus tingkat pusat tidak hanya berpikir bagaimana idealnya administrasi pengawas perlu ada, namun bagaimana perangkat yang wajib pengawas penuhi supaya efisien. Ramping tetapi berdampak baik terhadap efektivitas pembinaan. Terlalu tebal dokumen adminsitasi pengawas dapat berdampak negatif terhadap usaha meningkatkan penjaminan mutu sekolah.

Salam.

Artikel Terkait:

Program Pengawas 2011/2012

Kolaborasi Pengawas dalam Pelaksanaan Tugas

Guru Pembaharu

One Comment »

  • Anom Wiratnoyo says:

    Selain pendekatan formal-administratif tugas kepengawasan sekolah hendaknya menggunakan pula pendekatan praktis-edukatif, mengingat hubungan antara pengawas dan pihak sekolah di Indonesia lebih bersifat kekeluargaan. Pengawas dan Sekolah harus bisa mengambil segi keunggulan dari sifat hubungan kekeluargaan ini.

    Untuk itu dibutuhkan : 1) niat yang sama yaitu untuk kepentingan pendidikan yang lebih besar dan lebih berkesinambungan; 2) keterbukaan antara pihak pengawas dan sekolah; 3) berbagi informasi seluas-luasnya; 4) fokus pada komponen pengelolaan yang dibutuhkan untuk pengembangan sekolah binaan; 5) pengawas menjadi mediasi pertukaran informasi antar sekolah

    Contoh langkah sederhana yang bisa dilakukan Pengawas adalah :
    1) mengidentifikasi komponen pengelolaan sekolah yang menjadi fokus pengembangan/perbaikan
    2) pengawas memberikan informasi sesuai pengalaman praktis yang diperolehnya dari sekolah lain dalam mengembangkan/memperbaiki komponen dimaksud
    3) memastikan sekolah telah menerima dan mencatat masukan dari pengawas
    4) melakukan pendampingan atas pelaksanaan dan dampak dari proses pengembangan/perbaikan
    5) melakukan penilaian apakah pelaksanaan dan hasil pengembangan/perbaikan berjalan sesuai rencana

    Langkah tersebut bisa jadi terasa sederhana dan klise, tetapi ada baiknya untuk dilakukan survey kecil-kecilan apakah langkah sederhana ini telah berjalan dengan baik di sekolah-sekolah kita. Jika belum, agak sulit untuk berharap tugas kepengawasan dapat berjalan secara praktis-edukatif. Dengan kata lain yang terjadi di lapangan adalah tugas kepengawasan formal-administratif. Tidak ada yang salah dengan pendekatan formal-administratif, tetapi untuk mencapai peningkatan mutu sekolah yang signifikan, melalui kontribusi tugas kepengawasan, masih cukup jauh panggang dari api.

    Terima kasih

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.