Topik Utama »

March 17, 2012 – 3:14 pm | 826

Saat ini sedang sedang berproses identifikasi  indikator pemenuhan standar pendidikan dan tenaga kependidikan. Produk dari proses adalah indikator operasional yang bermakna dan menjadi dasar penentuan kebijakan peningkatan mutu kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil identifikasi …

Read the full story »
Berita

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Pembelajaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Pengelolaan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Daya Insani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Supervisi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Home » Pembelajaran

Pengukuran Keterampilan Berpikir Kritis

Submitted by on December 30, 2009 – 4:37 pm5 Comments | 2,468

Bagian utama tugas pendidik adalah meningkatkan keterampilan siswa berpikir  dan memperkaya pengetahuannya. Keunggulan berpikir dan penguasaan ilmu pengetahuan berkembang melalui pelatihan dan  pengulangan. Pembiasaan berpikir runtut,  menambah pengetahuan dan menerapkan pengetahuan menentukan efektivitas belajar. Strategi meningkatkan keterampilan berpikir dan menerapkan ilmu pengetahuan, dapat pendidik lakukan melalui kegiatan melatih peserta didik memecahkan masalah yang didahului dengan  kegiatan analisis dan evaluasi.  Untuk mengetahui hasilnya, pendidik dapat menggunakan Instrumen Keterampilan Berpikir Kritis (2427) sebagai alat menghimpun informasi tingkat kinerja belajar siswa. Pengembangan keterampilan berpikir kritis idealnya tidak diperlakukan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri. Kegiatannya harus terintegrasi pada peningkatan pengetahuan dan menerapkan ilum pengetahuan. Diintegrasikan pada kegiatan belajar sehari-hari.

Menurut Manali Oak (http://www.buzzle.com/ 30/12/2009) menyatakan bahwa keterampilan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui pengolahan kebiasaan berpikir analisis dan berpikir stratejik. Kemampuan itu ditingkatkan dengan membangun kebiasaan untuk mengalisis situasi yang kritis. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan mengembangkan keterampilan berargumentasi sejak usia dini merupakan strategi yang unggul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis.

Pendidik idealnya memiliki kompetensi merumuskan rencana, melaksanakan, dan mengevaluasi efektivitas peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa di samping mengevaluasi efektivitas siswa dalam menguasai ilmu pengetahuan. Menurut Douglas & Nancy  (2007) menjelaskan bahwa yang mendasari pengembangan kemampuan siswa adalah kecakapan berpikir kritis sebagai keterampilan tertinggi dan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan. Monitoring terhadap  kedua fokus yaitu peningkatan berpikir dan penguasaan ilmu pengetahuan itu memerlukan instrumen yang khusus dengan dasar pertimbangan ilmu pengetahuan.

Taksonomi Bloom merupakan salah satu model yang mengintegrasikan antara pengembangan kemampuan berpikir kritis dengan peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan. Model tersebut sangat populer terutama dalam menentukan level berpikir yang meliputi: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi, dan kreasi.

Strategi lain pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dapat pendidik lakukan melalui pendekatan pemecahan masalah (problem solving). Model pendekatan ini dapat dirumuskan dalam beberapa  variabel berikut: (1) Tujuan; (2) Kata Kunci Permasalahan; (3) Menyikapi Masalah; (4) Sudut Pandang; (5) Informasi; (6) Konsep (7) Asumsi; (8) Alternatif pemecahan masalah; (9) Interpretasi; (10) Implikasi.

Instrumen dapat pendidik, kepala sekolah atau pengawas gunakan untuk memetakan kemampuan siswa menggunakan pikiran kritis. Jika waktunya memungkinkan pendidik dapat menilai kemampuan individu. Jika waktunya terbatas, maka instrumen dapat digunakan untu mengukur tingkat kemampuan siswa secara kolektif.

Selamat menilai.

Artikel terkait:

Berpikir Kritis

Referensi:

Douglas Fisher& Nancy Rrey. 2007. Checking for Understanding: Formative Assessment Techniques for Your Classroom. Association for Supervision & Curriculum Development. USA

http://www.roguecom.com/interview/critical.html

http://www.buzzle.com/articles/developing-critical-thinking-skills.html

Guru Pembaharu

Tags:

5 Comments »

  • Sri Rejeki says:

    Tolong dong download di Pengukuran Keterampilan Berpikir Kritis linknya diperbaiki. Artiel ini sangat membantu saya dalam mengumpulkan informasi yang saya cari. teria kasih.

  • arief says:

    saya sangat senang ada artikel yang menarik seperti ini dan sangat membantu saya untuk mencari dan mengembangkan instrumen untuk pengukuran berpikir kritis, bila ada yang lain boleh juga dikirim, dan teori teori yang mendukungnya, salam hormat,arief

  • nikmat says:

    tlg donk instrumen berpikir kritis settingan materi suhu dan kalor.

  • mei says:

    Tolong dikirimi instrumen untuk mengukur keterampilan berpikir kritis bidang ipa khususnya biologi

  • admin says:

    Mamik, kami akan coba menyusun pada saatnya di masa depan, persediaan belum ada…

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.