Topik Utama »

March 17, 2012 – 3:14 pm | 662

Saat ini sedang sedang berproses identifikasi  indikator pemenuhan standar pendidikan dan tenaga kependidikan. Produk dari proses adalah indikator operasional yang bermakna dan menjadi dasar penentuan kebijakan peningkatan mutu kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil identifikasi …

Read the full story »
Berita

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Pembelajaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Pengelolaan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Daya Insani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Supervisi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Home » Opsi

Pengembangan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional di Indonesia

Submitted by on May 9, 2009 – 8:48 amOne Comment | 739

Era globalisasi ditandai dengan persaingan sangat kuat dalam bidang teknologi, manajemen, dan sumber daya manusia (SDM). Untuk memenuhi hal tersebut diperlukan penguasaan teknologi agar dapat meningkatkan nilai tambah, memperluas keragaman produk (barang/jasa), dan mutu produk. Keunggulan manajemen akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses peningkatan mutu pendidikan di tanah air. Sedangkan keunggulan SDM akan menentukan kelangsungan hidup, perkembangan, dan pemenangan persaingan pada era global ini secara berkelanjutan dengan dukungan teknologi dan manajemen yang kuat, sebagai ciri khas sekolah efektif.

Terkait dengan tiga hal di atas, Pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab mengembangkan sistem pengelolaan serta menggunakan kewenangannya menyiapkan SDM unggul lewat pembenahan sistem pendidikan nasional. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi sistem pendidikan nasional. Pasal 50 ayat 3 menyatakan bahwa ”Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang Bertaraf Internasional”.

Pada lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi berwenang sebagai penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan dan/atau program studi bertaraf internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pemerintah Kabupaten/kota berkewenangan sebagai penyelenggara dan/atau pengelolaan satuan pendidikan sekolah dasar bertaraf internasional.

Dalam melaksanakan kewenangan Pemerintah menetapkan Visi pendidikan nasional yaitu terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Visi pendidikan nasional selanjutnya dijabarkan dalam misi pendidikan nasional, yaitu:

  • meningkatkan mutu pendidikan sehingga memiliki daya saing di tingkat nasional, regional, dan internasional;
  • meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global;
  • membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
  • meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasar kan standar yang bersifat nasional dan global.

Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi pendidikan nasional, diperlukan acuan dasar (benchmark) bagi setiap penyelenggara satuan pendidikan. Terkait dengan itu, terdapat tujuh kriteria penyelenggaraan pendidikan yang harus menjadi pedoman agar tujuan dapat terwujud. Ada pun kriteria yang dimaksud adalah sebagai berikut: (1) pendidikan yang berisi muatan yang seimbang dan holistik; (2) proses pembelajaran yang demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreativitas, dan dialogis; (3) hasil pendidikan yang bermutu dan terukur; (4) berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan; (5) tersedianya sarana dan prasarana belajar yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik secara optimal; (6) berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan; dan (7) terlaksananya evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Sesuai dengan amanat perundang-undangan, Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, akan mengembangkan SMA yang berpotensi untuk melaksanakan proses layanan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang memiliki potensi dan prestasi berdaya saing secara nasional maupun internasional.

Pelayanan pendidikan yang berkualitas tersebut diawali dengan program rintisan SMA Bertaraf Internasional yang dikembangkan dengan memberikan jaminan kualitas kepada stakeholders. Keberhasilan penyelenggaraan program Rintisan SMA Bertaraf Internasional dapat pula menjadi bahan rujukan bagi lembaga penyelenggara pendidikan lain untuk memberi jaminan kualitas. Jika jaminan kualitas ini diimplementasikan secara luas, maka kualitas pendidikan secara nasional akan meningkat, sehingga pada akhirnya, peningkatan kualitas pendidikan akan berdampak pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia secara nasional. Hal tersebut sangat penting mengingat dewasa ini kita dihadapkan pada berbagai kesempatan dan tantangan yang bersifat nasional maupun global. Kesempatan dan tantangan itu dapat diraih dan dijawab oleh SDM yang berkualitas.

Indikator mutu pendidikan secara sistem dapat teramati pada komponen masukan, proses, dan keluaran. Komponen masukan meliputi kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, siswa, bahan ajar, alat bantu pembelajaran, teknologi, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, kondisi lingkungan fisik maupun psikis, managemen sekolah, serta kendali mutu. Adapun komponen proses pengadaan dan pemberdayaan sarana dan prasarana pendidikan dalam meningakatkan efektivitas pembelajaran untuk mencapai tujuan. Komponen keluaran di atas kriteria nasional pendidikan pada standar kompetensi lulusan serta berkeunggulan dalam penggunaan bahasa Inggris, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta memiliki prestasi dalam kompetisi bertaraf internasional, berkolaborasi dalam kegiatan bertaraf internasional, melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi bertaraf internasional.

Agar kualitas pendidikan itu sesuai dengan apa yang seharusnya dan yang diharapkan oleh masyarakat maka perlu ada suatu standar atau acuan, sehingga setiap sekolah secara bertahap dapat mencapai standar yang telah ditentukan. Acuan tersebut harus bersifat nasional dan upaya pembinaan sekolah diarahkan untuk mencapai standar nasional. Apabila sekolah telah mampu mencapai standar nasional, selanjutnya dapat dikembangkan untuk mencapai standar internasional. Dengan kata lain, standar nasional pendidikan adalah target minimal yang harus dicapai dalam peningkatan mutu pendidikan.

Landasan Hukum

Pengembangan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional di Indonesia menggunakan landasan hukum sebagai berikut:

Tujuan Pengembangan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional

Tujuan Umum

Pengembangan program rintisan SMA bertaraf internasional bertujuan meningkatkan mutu kinerja sekolah agar dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional secara optimal dalam mengembangkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab; dan memiliki daya saing pada taraf internasional.

2. Tujuan khusus

Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dalam menyiapkan lulusan SMA yang memiliki kompetensi seperti yang tercantum di dalam Standar Kompetensi Lulusan yang memenuhi standar kompetensi lulusan berdaya saing pada taraf internasional yang memiliki karakter sebagai berikut.

1. Meningkatnya keimanan dan ketaqwaan; serta berakhlak mulia

2. Meningkatnya kesehatan jasmani dan rohani.

Meningkatnya mutu lulusan dengan standar yang lebih tinggi daripada standar kompetensi lulusan nasional

Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi

Siswa termotivasi untuk belajar mandiri, berpikir kritis dan kreatif, dan inovatif.

Mampu memecahkan masalah secara efektif

Meningkatnya kecintaan pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Menguasai penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Membangun kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab.

Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan atau bahasa asing lainnya secara efektif.

Siswa memiliki daya saing melanjutkan pendidikan bertaraf internasional.

Mengikuti sertifikasi internasional

Meraih medali tingkat internasional.

Dapat bekerja pada lembaga internasional.

Untuk mempersiapkan lulusan sesuai kriteria di atas, sekolah melakukan proses seleksi terhadap calon siswa program Rintisan SMA Bertaraf Internasional.

Kriteria Rintisan SMA Bertaraf Internasional

  • Sekolah Menengah Atas yang dapat mengikuti program rintisan SMA bertaraf internasional harus memiliki kriteria minimal sebagai berikut:
  • Sekolah menengah atas negeri atau swasta yang telah memenuhi Sekolah Kategori Mandiri (SKM) dan terakrediatasi A.
  • Memiliki kepala sekolah definitif yang mampu mengoperasikan komputer dan dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
  • Tersedia tenaga pengajar yang mampu mengajar fisika, Kimia, biologi dan Matematika serta mata pelajaran lainnya menggunakan ICT dengan pengantar bahasa Inggris
  • Tersedia sarana prasarana yang memenuhi standar untuk menunjang proses pembelajaran bertaraf internasional antara lain:
  • Memiliki tiga laboratorium IPA (Fisika, Kimia, Biologi)
  • Memiliki perpustakaan yang memadai
  • Memiliki laboratorium komputer
  • Ada akses internet
  • Memiliki web sekolah
  • Memiliki kultur sekolah yang kondusif (bersih, bebas asap rokok, bebas kekerasan, indah, dan rindang)
  • Memiliki dana yang cukup untuk membiayai pengembangan program rintisan SMA bertaraf internasional.
  • Penyelenggaraan sekolah dalam satu shift (tidak double shift).
  • Jumlah rombongan belajar minimal 9 (sembilan) atau setara dengan 288 siswa.
  • Memiliki lahan minimal 10.000 m2
  • Memiliki akses jalan masuk yang mudah dilalui oleh kendaraan roda empat.

Guru Pembaharu

One Comment »

  • Alex Rosell says:

    This site seems to get a great deal of visitors. How do you promote it? It gives a nice individual twist on things. I guess having something real or substantial to give info on is the most important factor.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.