Topik Utama »

March 17, 2012 – 3:14 pm | 663

Saat ini sedang sedang berproses identifikasi  indikator pemenuhan standar pendidikan dan tenaga kependidikan. Produk dari proses adalah indikator operasional yang bermakna dan menjadi dasar penentuan kebijakan peningkatan mutu kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil identifikasi …

Read the full story »
Berita

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Pembelajaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Pengelolaan

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Daya Insani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Supervisi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam,.

Home » Pengelolaan

Penyempurnaan KTSP pada SMA Bertaraf Internasional

Submitted by on July 9, 2009 – 6:36 pm6 Comments | 899

Tujuan pendidikan nasional mengarahkan sekolah untuk mengembangkan siswa menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.

Indikator utama dala mpendidikan nasional menjadi landasan SMA yang bertujuan meningkatkan  (1) kecerdasan, (2) pengetahuan, (3) kepribadian, (4) ahklak mulia, serta (5) keterampilan siswa dalam  menyiapkan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Menyiapkan kehidupan yang mandiri memerlukan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan  perkembangan kehidupan. Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan nyata dalam dunia kerja. Yang sekolah berikan relevan dengan perkembangan nyata di masyarakat.

Mengikuti pendidikan lebih lanjut mengandung   makna bahwa sekolah mendapat tanggung jawab untuk memfasilitasi siswa masuk perguruan tinggi atau jalur pendidikan lain. Sekolah bertaraf internasional mendapat tanggung jawab  plus yaitu memfasilitasi lulusan sekolahnya memiliki daya saing yang setara dengan lulusan dari sekolah unggul yang lain di tanah air dan sekolah unggul di berbagai negara lain.

Pengembangan penguasaan lima kompetensi  utama yang wajib  sekolah laksanakan secara terencana melalui dukungan suasana belajar dan proses pembelajaran yang bermutu. Indikator suasana belajar yang kondusif dan proses pembelajaran yang efektif wajib sekolah tentukan sehingga sekolah memiliki arah pengembangan yang jelas dan terukur.

Teori yang dipublikasikan Dr. Benjamin S. Bloom  pada tahun 1956  yang populer dengan taksonomi blooms membantu merumuskan tujuan pembelajaran secara sistematis. Taksonomi secara sederhana berarti klasifikasi.

Telaahannya membagi ranah tujuan belajar pada kognitif, apektif, dan psikomotor. Pada ranah kognitif Bloom mengidentifikasi enam level kecerdasan dari mulai level ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, hingga kecerdasan berpikir yang kompleks dan abstrak yaitu pada level evaluasi. Pada tahap selanjutnya kompleksitas ditingkatkan pada level kreasi.

Keterampilan ada pada ranah afektif menggambarkan bagaimana manusia memberikan respon secara emosional dan kecakapan untuk merasakan rasa sakit dan kebahagian yang dirasakan orang lain atau empati. Target utamanya adalah menumbuhkan kesadaran dan pertumbuahan sikap, emosi, dan perasaan. Pada teori ini terdapat  lima level  ranah afektif yaitu menerima, merespon, menilai, mengorganisasikan, dan karakteristik.

Ranah psikomotor menggambarkan keterampilan fisik dalam menggunakan alat atau instrumen. Ranah psikomotor biasanya fokus pada pengembangan prilaku atau keterampilan siswa.

Kompetensi utama siswa dalam tujuan pendidikan institusional  SMA dapat diintegrasikan dalam tiga ranah sesuai dengan taksonomi bloom’s yaitu kecerdasan dan pengetahuan pada ranah kognitif, kepribadian dan ahlaq mulia dalam ranah afektif, dan keterampilan pada ranah psikomotor.

Pelaksanaan pengembangan berbagai ranah  itu, sekali pun  dapat diurai sehingga menjadi tiga komponen, namun  dalam kenyataannya tidak dapat  dipisahkan  satu dengan yang lainnya, ketiganya merupakan bangun yang terintegrasi. Realita ini mudah dilihat dalam contoh penggunaan bahasa, siswa meningkatkan pemahaman tentang struktur  bahasa pada konteks komunikasi, keterampilan menggunakan pilihan kata, serta menampilkan sikap berbahasa yang tepat merupakan prilaku yang terintegasi dalam sistem berkomunikasi.

Masalahnya di sini adalah bagaimana sekolah yang bertaraf internasional mengembangkan, mengaplikasikan dan mengukur pencapaiannya sehingga dapat mengetahui tingkat kesesuaiannya dengan berbagai kriteria mutu yang diharapkan.

Sepuluh Langkah Peningkatan Standar Proses dan Pengukuran Hasil Pelaksanaan KTSP

Bagaimana meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan  pada lima kompetensi utama dalam standar nasional pada saat ini menjadi masalah utama untuk meningkatkan mutu pelaksanaan program pengembangan sekolah agar mutu lulusan yang dihasilkannya benar-benar memiliki mutubertaraf internasional.

Terdapat berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian pengelola sekolah dengan sungguh-sungguh agar harapan utama meningkatnya efektivitas pengembangan mutu menjadi lebih nyata peningkatannnya. Salah satu landasan kerja yang dapat digunakan adalah menetapkan profil lulusan yang dilengkapi dengan deskripsikan indikator, target dan kiteria yang terukur.

Gambar 1. Alur Perbaikan Silabus  dan RPP agar dapat Menjawab Kebutuhan siswa lulus UN, kompetitif dalam kompetisi masuk PT, dan hidup mandiri.

Berdasarkan kerangka alur kegiatan itu  sekolah  hendaknya meningkatkan proses dan output penerapan KTSP melalui sepuluh langkah berikut:

Pertama, merumuskan profil lulusan yang diharapkan dengan dilengkapi dengan indikator kompetensi, target dan kriteria yang terukur pada tiap kompetensi utama. Bandingkan target dengan sekolah lain yang lebih unggul, atau sekolah unggul di negera lain untuk menentukan tingkat daya saing. Model yang dapat sekolah kembangkan.

Kedua; Mengidentifikasi kebutuhan mutu sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan. Tinggi rendah standar kompetensi lulusan menentukan tinggi rendahnya mutu pendidik dan mutu tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan di sekolah. Jika sekolah menentukan indikator mutu meningkatnya lulusan yang masuk PTN, meningkatnya kualitas pribadi siswa sehingga dapat menjadi juara tingkat nasional, tentu sekolah memerlukan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang dapat memfasilitasi siswa berprestasi setinggi itu.

Jika sekolah menetapkan  kompetensi siswa dapat bersaing masuk perguruan tinggi yang bermutu baik, maka pastikan pula indikator pembelajaran, materi pelajaran, tingkat kesulitan materi, dan model soal yang digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa untuk bersaing. Itu semua mesti pendidik kuasai.

Ketiga, merumuskan silabus dan RPP sesuai dengan kebutuhan siswa merupakan strategi utama sekolah dalam meningkatkan standar. Deskripsi lulusan yang jelas akan memastikan bahwa silabus dan RPP yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan persaingan siswa. Identifikasi kebutuhan siswa untuk melakukan persaingan dapat dikembangkan melalui perumusan kisi-kisi silabus.

Keempat, ujilah rancangan silabus dan RPP dengan  standar kecerdasan yang  hendak diwujudkan  dalam  standar indikator pembelajaran, materi belajar, standar penilaian,  dan produk belajar perlu benar-benar dipertimbangkan. Tentukan semuanya berdasarkan kebutuhan siswa dalam menghadapi UN, masuk perguruan tinggi terkemuka, mengembangkan keterampilan   dan berkompetisi tingkat nasional dan internasioal. Dasar pengujian menggunakan intrumen pengukuran target kompetensi lulusan.

Proses selanjutnya ialah menyempurnakan silabus dan RPP yang telah tersusun sebelumnya sehingga sekolah dapat mewujudkan dokumen yang  telah teruji dapat menunjang pencapaian kinerja belajar siswa secara optimal.

Kelima, sempurnakan silabus dan RPP dengan mempertimbangkan pengaturan waktu, indikator, materi, bahan, metode, sumber, kegiatan, dan evaluasi berdsarkan kebutuhan siswa untuk hidup mandiri dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berkompetisi. Kembangkan kapasitas belajar siswa sesuai dengan potensi siswa,  penyediaan sarana dan prasarana, penggunaan sarana parasarana sekolah, sumber daya manusia pendukung agar siswa berkembang optimal.

Keenam, memastikan bahwa proses pembelajaran sesuai dengan  standar yang direncanakan. Pembelajaran yang guru lakukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan  yaitu memfasilitasi siswa memperoleh bekal hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan. Memiliki keterampilan dan penguasaan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan daya saing melalui pengembangan  suasana pembelajaran yang memenuhi standar berikut: (1) interaktif (2) kolaboratif (3) inspiratif, (4) kompetitif, (5) menyenangkan, (6) menantang, (7) memotivasi, (8) mengembangkan prakarsa, (9) mengembangkan kreatifvitas (10) memperhatikan bakat, (11) mendorong kemandirian  dan (12) berlandaskan dengan keteladan.

Proses pembelajaran berkembang berlandaskan nilai tiap individu mecapai ketuntasan belajar, tiap individu berkembang dalam kerja sama kelompok, motivasi ditingkatkan melalui kompetisi berbasis prestasi.

Ketujuh, lalukan pemantauan dan pastikan bahwa standar proses pembelajaran tercapai. Gunakan instrumen yang dapat sesuai dengan  indikator, target, kriteria yang telah ditetapkan dalam perencanaan.  Contoh penentuan standar merujuk pada  standar yang dimiliki berbagai negara. Model yang digunakan Amerika Utara mentapkan standar seperi di bawah ini.

Pembelajaran terintegrasi pada visi:

  • Tanggung jawab; siswa mengatur kegiatan belajarnya sendiri dan menentukan aturan sendiri.
  • Semangat belajar, siswa menemukan kesenangan dan kegembiraan dalam belajar.
  • Strategi; siswa mengembangkan strategi pemecahan masalah secara berkelanjutan.
  • Kolaboratif, siswa memahmi bahwa belajar itu merupakan proses interaksi sosial.

Bagian selanjutnya dapat diperhatikan pada web mengenai standar pembelajaran pada alamat www. ncrel. org pada referensi di bawah.

Kedelapan, bentuklah tim pemantau mutu agar seluruh proses pengelolaan pembelajaran terpantau. Kinerja proses pembelajaran dan hasil belajar dapat diketahui secara nyata untuk bahan perbaikan mutu. Kembangkan sistem dokumen yang menampung data hasil pemantauan sehingga hasil pemantauan menjadi landasan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.

Kesembilan, ujilah tingkat kesesuaian hasil dengan rencana dan bandingkan dengan standar nasional.

Kesepuluh, publikasikan hasil terbaik yang dicapai. Rayakan keberhasilan meningkatkan mutu dan kuatkan dukungan sistem informasi pembelajaran dengan teknologi informasi dan komunikasi, kuatkan penggunaan bahasa Inggris secara terukur. Pamerkan seluruh bagian keunggulan untuk membentuk citra sekolah yang baik. Bangunlah prilaku yang baik yang dikuatkan dengan pengulangan, ulangi lagi, ulangi lagi, karena meningkatkan mutu adalah membangun budaya dari sesuatu yang kecil, diperoleh melalui kegiatan belajar, membangun kebiasaan.

Referensi :

http://www.learningandteaching.info/learning/bloomtax.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Taxonomy_of_Educational_Objectives#Psychomotor

http://www.ncrel.org/sdrs/areas/issues/content/cntareas/math/ma2lindi.htm

Catatan:  Tulisan disusun sebagai bahan kajian guru-guru SMAN 2 Tanggerang Selatan dalam workshop penyempurnaan KTSP hari Jumat 10 Juli 2009 di Cisauk Tangerang.

Guru Pembaharu

Tags:

6 Comments »

  • zul says:

    Saya perlu bantuan, ada yangg punya silabus dan RPP berbahasa inggirs TIK dan Matematika yang dapat dishare?

  • sirdjanul ghufron says:

    Tulisan anda sangat bermanfaat bagi kami, saya sampaikan terimakasih dan semoga dapat membantu peningkatan mutu pendidikan di setiap sekolah yang memanfaatkannya. Amin. Salam buat semua, Sirdjanul Ghufron

  • cory says:

    Tulisan anda luar biasa, apalagi bila diupload bagaimana cara / contoh silabus, assesment atau lesson plan berbahasa Inggris . tambah luar biasa.

  • admin says:

    GP menyapaikan terima kasih atas kunjungan Anda. Sekedar untuk memenuhi kebutuhan minimal, contoh itu sudah kami muat pada menu RPP pada Pembelajaran.

  • Zaida Audas says:

    bulky account you’ve obtain

  • This weblog appears to recieve a great deal of visitors. How do you promote it? It gives a nice unique twist on things. I guess having something useful or substantial to say is the most important thing.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.