Berapa Banyak Indikator Kompetensi yang Harus Guru Rumuskan

Berapa Banyak Indikator Pencapaian Kompetensi Yang Harus Dikembangkan Pada Tiap Kompetensi Dasar? Jawaban atas masalah itu sangat bergantung pada ruang lingkup materi pokok, waktu yang tersedia, tingkat kompleksitas materi yang siswa pelajari, dan tentu saja bekal awal belajar siswa.

Untuk menghitungnya mari kita lihat contoh berikut:

Menyusun kritik dan esai dengan memerhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis baik secara lisan maupun tulis

Kata “menyusun” menandakan kompetensi “minimal” yang harus siswa kuasai. Dalam pertemuan dengan para guru, sering terjadi perdebatan tentang kompetensi yang harus dijabarkan dari KD seperti contoh itu. Sebagian menyatakan bahwa kompetensi yang wajib siswa kuasai cukup dengan kata menyusun atau berada pada level kognitif “menerapkan”. Sebagian menyatakan bahwa guru boleh menentukan target kompetensi lebih tinggi daripada itu.

Persoalan perbedaan pendapat itu bersumber tentang hakekat rumusan kompetensi pada kurikulum adalah kriteria minimal. Seperti pada contoh itu, guru minimal harus memfasilitasi siswa mencapai kemampuan minimal menyusun. Jadi boleh lebih, misalnya, sampai mencipta.

Ruang lingkup materi pada contoh di atas mencakup empat materi pokok yaitu aspek pengetahuan dalam kritik, aspek pengetahuan dalam esai, pandangan penulis dalam kritik, dan pandangan penulis dalam esai. Keterampilan untuk menyampaikan hasil temuan menggunakan cara lisan dan tulisan.

Jadi berapa banyak indikator pencapaian kompetensi yang harus guru buat? Jawabnya empat kali dua alias delapan. Namun demikian haruskah 8 IPK. Di sini pertimbangan profesional guru berlaku. Guru pasti mempertimbangkan intake atau bekal ajar awal siswa. Mana kompetensi yang paling penting untuk siswa sebagai perningkatan atau perluasan dari kompetensi yang sudah mereka miliki.

Hitungan perumusan IPK sering dibuat tak berdasar analisis KD dan materi, semoga tulisan ini bermanfaat.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments