Apresiasi Terhadap Keberhasilan MAN Insan Cendikia dalam UN 2015

Bagaimana meningkatkan prestasi akademik siswa?  Ini menjadi topik utama pada diskusi di forum Inspirasi Pendidikan (IP) tanggal 16 Mei 2015 menukik pada persoalan yang dalam  seputar masalah: Bagaimana sekolah sekolah meningkatkan prestasi akademik lulusannya? Masalah ini muncul dari fenomena empiris lulusan Madrasah Aliyah Negeri di Tangerang Selatan Provinsi Banten yang mendominasi nilai tertinggi hasil UN 2015 yang menguasi 10 terbaik UN pada rumpun IPA maupun IPS.

Menanggapi fenomena ini Prof. Zamroni, yang berpengalaman melihat langsung  sistem manajemen dan budaya belajar MAN IC menyatakan wajar jika memperoleh prestasi seperti itu. Keunggulan sistem pengelolaan sekolah dan dedikasi sekolah dalam memberikan pelayanan kepada siswa sebanding dengan sekolah unggul di berbagai Negara seperti di Thailand maupun China.

Apa keunggulan satuan pendidikan ini sehingga prestasi siswanya berkeunggulan? Pak Susari pemangku jabatan di Pusdiklat Kemenag di Ciputat memberi keterangan tentang penunjang keberhasilannya. Menurutnya, penerimaan siswa dibantu oleh Kementerian Agama. Setiap kanwil mengirim calon siswa terpilih untuk diseleksi lebih lanjut MAN INSAN CENDIKIA. Dari keterangan ini terkuak data bahwa peserta didik di sekolah ini berasal dari seluruh penjuru tanah air yang terseleksi. Input sekolah terselksi ketat.

Keterangan  lain pada input adalah  seleksi kemampuan berhasa. Pada satuan pendidikan ini dikembangkan kemampuan siswa menggunakan bahasa Indonesia yang dikuatkan dengan bahasa asing Inggris dan Arab. Mendasari perlakuan ini ialah filosofi bahasa sebagai gerbang pengetahuan, semakin kuat bahasa internasionalnya, semakin besar peluang siswa menguasai ilmu pengetahuan.

Pak Harwanto menanggapi pertanyaan dengan bekal pengalamannya sebagai salah satu pemangku kewenangan senior memberikan keterangan.  Keketatan seleksi calon siswa tidak menjadi penentu utama keberhasilan. Dalam proses seleksi tidak menempatkan prestasi akademik sebagai fokus utama. Penerimaan peserta didik mempertimbangkan proporsi daerah yang dipadukan dengan prestasi akademik, hasil psikotes, dan tes potensi belajar.

Yang lebih menentukan, menurut penjelasannya, adalah kultur sekolah yang khas, yaitu semangat belajar siswa yang tumbuh dari interaksi sosial para siswa dengan siswa di sekolah, dan dari interaksi guru dengan siswa.  Dinyatakannya bahwa karakteristik yang  paling mengemuka adalah guru memiliki keyakinan yang sangat kuat bahwa siswanya dapat berprestasi.

Sekali pun secara akademik tidak seluruh siswa berkeunggulan dengan modal keyakinan tersebut, pada akhirnya guru dapat mengembangkan potensi siswa sesuai dengan keunggulannya masing-masing. Strategi ini didukung dengan budaya guru mengembangkan materi pelajaran secara mandiri dan semangat guru-guru yang tinggi memfasilitasi siswa belajar melalui interaksi pembelajaran sehari-hari dalam kelas maupun di luar kelas.

Diungkapkan secara khas oleh Pak Harwanto bahwa guru-guru di sekolah ini memiliki dedikasi yang sangat tinggi untuk selalu berada di tengah siswa belajar. Dedikasi ini tumbuh dipicu dengan penyediaan honor dari sekolah yang jumlahnya rata-rata sebesar gaji sehingga tingkat kesejahteraan gurunya mendapat perhatian lebih baik daripada guru-guru lain di tanah air. Sekali pun ada tambahan penghasilan, guru-guru di sini tidak menjadikan tambahan penghasilan menjadi tujuan. Yang lebih penting lagi menurutnya adalah tingginya komitmen guru pada keberhasilan siswa. Istilah yang sisipkan oleh Bu Iis dari Batang  adalah keikhlasan.

Di sela diskusi terungkap pula keberhasilan di sekolahnya Pak Imam Sudjai dari SMAN 1 Balikpapan yang mendominasi 20 terbaik Provinsi Kaltim. Dari keberhasilan ini terungkap sedikit keterangan bahwa keberhasilannya ditunjang dengan keyakinan bahwa sekolah harus mampu mengidentifikasi bakat dan minat peserta didik serta mampu mengntarkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sesuai cita-citanya. Pernyataan yang penting di sini ialah sekolah harus mampu memfasilitasi siswa merumuskan cita-citanya yang tinggi agar motivasi dan usahanya memudahkan guru meningkatkan daya belajarnya.

Kembali Pak Harwanto menegaskan bahwa sekolah ini adalah seperti sekolah negeri lainnya. Tidak berlebih. Yang menjadi pembeda para siswa diasramakan. Prof Zamroni memberi penegasan bahwa dalam sistem asrama, pengaturan utama bukan pada tidur di tempat yang sama dan menggunakan waktu yang lebih banyak secara bersama-sama, namun yang perlu ditangkap adalah ruhnya yaitu tumbuhnya kepatuhan pada kiayi. Sekolah punya figur yang menjadi simbol kepatuhan yaitu pemimpinnya. Asumsi yang muncul setelah mencermati rangkaian fenomena yang terungkap, di sini ada kepemimpinan kepala sekolah yang kuat yang dapat menumbuhkan pergerakan dalam kebersamaan serta ada disiplin dan konsistensi pada sistem manajemen untuk meraih keunggulan mutu lulusan.

Kesimpulan diskusi sebagai berikut:

  •  prestasi akademik siswa datang dari sistem seleksi yang tidak hanya memperhatikan potensi akademik,
  • dalam sistem seleksi memperhatikan potensi belajar juga penting.
  • dalam sistem peningkatan prestasi diperlukan guru yang memiliki kiyakinan tinggi siswanya dapat meraih prestasi tinggi.
  • guru yang baik adalah yang berdedikasi penuh pada pengembangan prestasi siswa perlu dipupuk  sebagai nilai kultural
  • guru yang berdedikasi mengembangkan materi pelajaran secara mandiri
  •  tumbuhnya keyakinan pada diri siswa bahwa mereka memiliki potensi diri yang tinggi perlu sekolah kembangkan.
  • prestasi siswa selain dikembangkan melalui proses belajar oleh guru berdedikasi, diperlukan pula dukungan dalam kemampuan berbahasa asing.
  • sekolah perlu memperhatikan tambahan penghasilan guru, namun tidak menjadikan tambahan pengahasilan menjadi tujuan.

Bagimana praktik semuanya terintegrasi dalam dinamika aktivitas sehari-hari di sekolahnya tidak terungkap banyak di sini. Yang pasti beberapa anggota IP berkehendak untuk melihat dari dekat keunggulan MAN IC.

 

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments